alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Hingga Juni, Ada 12 Rumah Terbakar

MEMPAWAH – Kasus kebakaran di Kabupaten Mempawah terbilang tinggi. Hingga Juni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 12 rumah dan kios yang menjadi korban kebakaran. Terbanyak berada di Desa Jungkat, Kecamatan Jongkat.

Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, Hermansyah mengungkapkan, kasus kebakaran pada Januari lalu terjadi di RT 04/RW 07 Desa Jungkat. Korban pemilik rumah bernama Hermansyah. Kemudian, kebakaran di RT 15/RW 01, Kelurahan Anjongan, pemilik rumah bernama Eka.

Berikutnya, kebakaran di Dusun Titi Dahan, Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, korban pemilik rumah bernama DG Hendra. Selanjutnya, kebakaran di RT 04/RW 07, Desa Jungkat yang terjadi pada 19 Maret lalu menghanguskan 7 rumah dan kios.

Baca Juga :  Himbau Masyarakat Dukung Kebijakan Pemerintah

“Setelah itu disusul dua kasus kebakaran rumah warga di Desa Jungkat. Dan yang terakhir, korbannya bernama Masroh warga Jalan Dharma Bakti, Dusun Pangeran Adipati, Desa Jungkat. Kemarin, kami sudah menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran,” terang Hermansyah, Kamis (2/7) di Mempawah.

Hermansyah mengungkapkan, bantuan yang disalurkan BPBD Kabupaten Mempawah berupa material seng, sembako beras, mie instan, gula, kopi serta bantuan berupa pakaian, selimut dan lainnya.

“Kita semua turut prihatin atas musibah yang dialami Pak Masroh dan keluarganya. Mudah-mudahan, korban diberikan kekuatan dan ketabahan. Serta tetap bersemangat untuk bekerja agar dapat membangun kembali tempat tinggal yang baru,” harap Hermansyah.

Lebih jauh, Hermansyah menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap potensi kebakaran. Salah satunya dengan teliti saat akan meninggalkan rumah.

Baca Juga :  Komposisi Panitia Libatkan Masyarakat Multi Etnis

“Sebelum bepergian dan meninggalkan rumah, pastikan kompor maupun peralatan listrik dalam kondisi mati. Untuk barang elektronik yang berkaitan dengan listrik sebaiknya jangan dalam posisi dicolokan secara terus menerus. Karena berpotensi memicu korsleting listrik hingga kebakaran,” pesannya mengakhiri.(wah)

 

MEMPAWAH – Kasus kebakaran di Kabupaten Mempawah terbilang tinggi. Hingga Juni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 12 rumah dan kios yang menjadi korban kebakaran. Terbanyak berada di Desa Jungkat, Kecamatan Jongkat.

Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, Hermansyah mengungkapkan, kasus kebakaran pada Januari lalu terjadi di RT 04/RW 07 Desa Jungkat. Korban pemilik rumah bernama Hermansyah. Kemudian, kebakaran di RT 15/RW 01, Kelurahan Anjongan, pemilik rumah bernama Eka.

Berikutnya, kebakaran di Dusun Titi Dahan, Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, korban pemilik rumah bernama DG Hendra. Selanjutnya, kebakaran di RT 04/RW 07, Desa Jungkat yang terjadi pada 19 Maret lalu menghanguskan 7 rumah dan kios.

Baca Juga :  Anggaran Covid-19 Kemungkinan Ditambah

“Setelah itu disusul dua kasus kebakaran rumah warga di Desa Jungkat. Dan yang terakhir, korbannya bernama Masroh warga Jalan Dharma Bakti, Dusun Pangeran Adipati, Desa Jungkat. Kemarin, kami sudah menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran,” terang Hermansyah, Kamis (2/7) di Mempawah.

Hermansyah mengungkapkan, bantuan yang disalurkan BPBD Kabupaten Mempawah berupa material seng, sembako beras, mie instan, gula, kopi serta bantuan berupa pakaian, selimut dan lainnya.

“Kita semua turut prihatin atas musibah yang dialami Pak Masroh dan keluarganya. Mudah-mudahan, korban diberikan kekuatan dan ketabahan. Serta tetap bersemangat untuk bekerja agar dapat membangun kembali tempat tinggal yang baru,” harap Hermansyah.

Lebih jauh, Hermansyah menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap potensi kebakaran. Salah satunya dengan teliti saat akan meninggalkan rumah.

Baca Juga :  Kebakaran di Desa Randau Jungkal, Enam Rumah Rata dengan Tanah

“Sebelum bepergian dan meninggalkan rumah, pastikan kompor maupun peralatan listrik dalam kondisi mati. Untuk barang elektronik yang berkaitan dengan listrik sebaiknya jangan dalam posisi dicolokan secara terus menerus. Karena berpotensi memicu korsleting listrik hingga kebakaran,” pesannya mengakhiri.(wah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/