alexametrics
29 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Pilih Akmil AU

MEMPAWAH-Irfan Bachrul Azmi, pemuda asal Kabupaten Mempawah yang berhasil lulus seleksi Akademi Angkatan Udara (AU) tahun 2021. Anak pertama dari bapak Muhammad Bakron, S.Ag dan ibu Rusmi Susila, S.Ag nyatanya lulus bersama lima peserta lainnya dari Provinsi Kalimantan Barat.

Capaian pemuda lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Mempawah itu mengharumkan nama Kabupaten Mempawah. Sebab, tak banyak peserta yang bisa lulus dan mengabdikan diri di Akademi AU.

Muhammad Bakron mengatakan, anak pertamanya itu sejak lama bercita-cita menjadi Anggota TNI. Bahkan sebelum lulus di Akademi AU, Irfan sudah 4 kali mengikuti tes penerimaan Anggota TNI. “Irfan sudah 4 kali mengikuti test penerimaan tentara. Tiga kali tes Akmil AD dan terakhir mendaftar di Akmil AU. Alhamdulillah lulus di Akmil AU tahun ini,” ucap guru Agama di MTs Raudhatul Islamiyah Peniti ini.

Senada itu ibunya, Rusmi Susila mengungkapkan sebelumnya Irfan pernah lulus test beasiswa kuliah di Finlandia. Namun, Irfan melewatkan kesempatan kuliah diluar negeri lantaran belum mendapatkan izin dari neneknya. “Karena belum ada izin dari neneknya, Irfan berubah pikiran dan tidak mengambil kesempatan beasiswa itu. Ia lebih memilih mengabdikan diri di dunia militer,” ujarnya.

Baca Juga :  Robo-robo 2020, Momentum Tolak Bala Virus Corona

Menurut Rusmi, Irfan merupakan pribadi yang memiliki karakter gigih dan pekerja keras. Disamping itu, Irfan mudah bergaul dan mandiri dalam kehidupannya. Sebab, sejak dulu Irfan sudah dididik dilingkungan pondok pesantren.

“Karena sudah terlatih di Pondok Pesantren, maka Irfan sudah mandiri dan bisa mengurus keperluannya sendiri. Anakmya cerdas dan sering juara umum di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Mempawah. Ia juga aktif berkomunikasi dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” papar Rusmi.

“Usai lulus dari MTs, Irfan melanjutkan studi di Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah, Pacet. Sebelum lulus di militer, dia juga pernah kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA) Jogja, jurusan teknik dirgantara,” paparnya menambahkan.

Baca Juga :  Ratusan Ribu Warga Membludak Saksikan Atraksi Tatung   

Ditempat terpisah, Kepala Kemenag Mempawah, Mi’rad turut memberikan apresiasi dan ikut bangga atas prestasi keluarga besar Kementerian Agama,– ibu Rusmi Susila, guru MTs Negeri 3 Mempawah di Wajok Hilir—bisa lulus di Akademi Angkatan Udara. “Kami ikut berbahagia dan bangga atas prestasi yang dicapai oleh Irfan Bachrul Azmi. Hal ini pastinya akan membawa nama harum MTs Negeri 3 Mempawah. Bangga ada ada alumninya yang lulus di militer. Membawa harum nama madrasah, nama pesantren, nama kampong di Wajok Hilir Kabupaten Mempawah,” pendapatnya.

Mi’rad menegaskan, dengan lulusnya Irfan di Akmdil AU membuktikan alumni MTs Negeri 3 Mempawah mampu mengukir prestasi membanggakan. Karena itu, lulusan MTs tak boleh dipandang sebelah mata. “Di samping memiliki kemampuan keilmuan, juga punya nilai lebih keagamaan. Ini yang terpenting. Jadi orangtua jangan pernah ragu memasukkan anak sekolah di madrasah dan pesantren,” seru Mi’rad.(wah)

MEMPAWAH-Irfan Bachrul Azmi, pemuda asal Kabupaten Mempawah yang berhasil lulus seleksi Akademi Angkatan Udara (AU) tahun 2021. Anak pertama dari bapak Muhammad Bakron, S.Ag dan ibu Rusmi Susila, S.Ag nyatanya lulus bersama lima peserta lainnya dari Provinsi Kalimantan Barat.

Capaian pemuda lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Mempawah itu mengharumkan nama Kabupaten Mempawah. Sebab, tak banyak peserta yang bisa lulus dan mengabdikan diri di Akademi AU.

Muhammad Bakron mengatakan, anak pertamanya itu sejak lama bercita-cita menjadi Anggota TNI. Bahkan sebelum lulus di Akademi AU, Irfan sudah 4 kali mengikuti tes penerimaan Anggota TNI. “Irfan sudah 4 kali mengikuti test penerimaan tentara. Tiga kali tes Akmil AD dan terakhir mendaftar di Akmil AU. Alhamdulillah lulus di Akmil AU tahun ini,” ucap guru Agama di MTs Raudhatul Islamiyah Peniti ini.

Senada itu ibunya, Rusmi Susila mengungkapkan sebelumnya Irfan pernah lulus test beasiswa kuliah di Finlandia. Namun, Irfan melewatkan kesempatan kuliah diluar negeri lantaran belum mendapatkan izin dari neneknya. “Karena belum ada izin dari neneknya, Irfan berubah pikiran dan tidak mengambil kesempatan beasiswa itu. Ia lebih memilih mengabdikan diri di dunia militer,” ujarnya.

Baca Juga :  Erlina Ajak Masyarakat Sukseskan Pembangunan 

Menurut Rusmi, Irfan merupakan pribadi yang memiliki karakter gigih dan pekerja keras. Disamping itu, Irfan mudah bergaul dan mandiri dalam kehidupannya. Sebab, sejak dulu Irfan sudah dididik dilingkungan pondok pesantren.

“Karena sudah terlatih di Pondok Pesantren, maka Irfan sudah mandiri dan bisa mengurus keperluannya sendiri. Anakmya cerdas dan sering juara umum di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Mempawah. Ia juga aktif berkomunikasi dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” papar Rusmi.

“Usai lulus dari MTs, Irfan melanjutkan studi di Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah, Pacet. Sebelum lulus di militer, dia juga pernah kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA) Jogja, jurusan teknik dirgantara,” paparnya menambahkan.

Baca Juga :  Robo-robo 2020, Momentum Tolak Bala Virus Corona

Ditempat terpisah, Kepala Kemenag Mempawah, Mi’rad turut memberikan apresiasi dan ikut bangga atas prestasi keluarga besar Kementerian Agama,– ibu Rusmi Susila, guru MTs Negeri 3 Mempawah di Wajok Hilir—bisa lulus di Akademi Angkatan Udara. “Kami ikut berbahagia dan bangga atas prestasi yang dicapai oleh Irfan Bachrul Azmi. Hal ini pastinya akan membawa nama harum MTs Negeri 3 Mempawah. Bangga ada ada alumninya yang lulus di militer. Membawa harum nama madrasah, nama pesantren, nama kampong di Wajok Hilir Kabupaten Mempawah,” pendapatnya.

Mi’rad menegaskan, dengan lulusnya Irfan di Akmdil AU membuktikan alumni MTs Negeri 3 Mempawah mampu mengukir prestasi membanggakan. Karena itu, lulusan MTs tak boleh dipandang sebelah mata. “Di samping memiliki kemampuan keilmuan, juga punya nilai lebih keagamaan. Ini yang terpenting. Jadi orangtua jangan pernah ragu memasukkan anak sekolah di madrasah dan pesantren,” seru Mi’rad.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/