alexametrics
31 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Dukung Peningkatan Air Bersih di Mempawah

MEMPAWAH – Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Mempawah tahun 2022, Jumat (5/3) pagi di Aula Kantor Bupati Mempawah. Norsan menegaskan komitmen Pemprov Kalbar mendukung peningkatan kualitas pelayanan air bersih di Mempawah.

“Masalah air bersih harus menjadi target penting yang harus dicapai secara maksimal. Kemarin, sudah kita diskusikan dengan Gubernur. Pemprov sangat mendukung, dengan catatan minimal bisa 300 liter per detik. Dan Pemprov berkomitmen membantu dan mendorong Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk mencapai target tersebut,” kata Norsan.

Mantan Bupati Mempawah dua periode itu mengatakan, peningkatan mutu dan kualitas pelayanan air bersih menjadi hal wajib. Mengingat, ada sejumlah megaproyek di Kabupaten Mempawah yang membutuhkan suplai air bersih.

“Ada aktivitas Pelabuhan Terminal Kijing, Pabrik Smelter di Sungai Kunyit dan Kampus IPDN di Segedong yang membutuhkan pelayanan air bersih secara maksimal. Maka, pelayanan air bersih sangat penting,” pendapatnya.

Menurut suami Bupati Mempawah, Erlina ini, ada beberapa komponen yang harus diperbaiki dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan air bersih di Kabupaten Mempawah. Misalnya, Sistem Pelayanan Air Minum (SPAM), intek harus berkapasitas besar, boster, pipa dan lainnya.

Baca Juga :  Lantik PNS Lewat Vicon, Bupati Mempawah Ingatkan Pegawai Tak Langgar Aturan

“Misalnya pipa, yang ada saat ini diameternya masih kecil maka harus diganti dengan pipa yang lebih besar lagi. Untuk sumber air baku tidak ada persoalan. Karena, Sungai Mempawah masih bagus. Tapi harus diantisipasi jika air asin, harus ada alternatif sumber air baku lainnya seperti di daerah Sebukit,” sebut dia.

Ditanya persoalan anggaran untuk peningkatan pelayanan air bersih di Kabupaten Mempawah, Ria Norsan menyebut perlu kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi hingga daerah.

“Dananya akan kita upayakan dari APBN, APBD Provinsi Kalbar dan APBD Kabupaten Mempawah,” ungkapnya.

Masih berkaitan dengan pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Mempawah, Norsan menyebut ada beberapa target yang ingin dicapai di tahun 2022 nanti. Diantaranya peningkatan penurunan angka kemiskinan.

“Target yang dicapai sudah bagus pada angka 4,9. Kemudian 2022 targetnya meningkat menjadi 5,4. Tapi saya koreksi, target agar tidak terlalu tinggi. Kalau bisa disamakan saja dengan tahun sebelumnya. Sebab, saat ini kita sedang dilanda pandemi Covid-19,” pendapat Norsan.

Baca Juga :  Kaki Panjang Doni Tarik Perhatian Warga Tabrani Ahmad

Kemudian, sambung Norsan, peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu target kerja Pemerintah Kabupaten Mempawah di tahun 2022 nanti. Saat ini, IPM Kabupaten Mempawah berada di bawah Pemprov Kalbar.

“IPM Provinsi Kalbar berada di skor 66,65, sedangkan Mempawah skornya 65,74. Mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi. Dengan catatan, indikator dan variabel nya harus dipenuhi dulu. Misalnya pendidikan, kesehatan dan infrastruktur serta perekonomian,” pesan dia.

Disamping itu, Norsan mengingatkan pentingnya validasi data. Karena, data yang valid akan menjadi suksesnya penyelenggaraan program kerja di masyarakat. Sebaliknya, data yang tidak akurat akan menghambat kinerja pemerintah.

“Data yang dipakai harus valid. Pemprov sudah menargetkan satu data. Jadi tidak ada lagi perbedaan data antara BPS dan Dukcapil. Dengan data yang valid, akan mudah kita melaksanakan perencanaan pembangunan dan program kerja. Sehingga target kerja kita tidak akan meleset,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH – Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Mempawah tahun 2022, Jumat (5/3) pagi di Aula Kantor Bupati Mempawah. Norsan menegaskan komitmen Pemprov Kalbar mendukung peningkatan kualitas pelayanan air bersih di Mempawah.

“Masalah air bersih harus menjadi target penting yang harus dicapai secara maksimal. Kemarin, sudah kita diskusikan dengan Gubernur. Pemprov sangat mendukung, dengan catatan minimal bisa 300 liter per detik. Dan Pemprov berkomitmen membantu dan mendorong Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk mencapai target tersebut,” kata Norsan.

Mantan Bupati Mempawah dua periode itu mengatakan, peningkatan mutu dan kualitas pelayanan air bersih menjadi hal wajib. Mengingat, ada sejumlah megaproyek di Kabupaten Mempawah yang membutuhkan suplai air bersih.

“Ada aktivitas Pelabuhan Terminal Kijing, Pabrik Smelter di Sungai Kunyit dan Kampus IPDN di Segedong yang membutuhkan pelayanan air bersih secara maksimal. Maka, pelayanan air bersih sangat penting,” pendapatnya.

Menurut suami Bupati Mempawah, Erlina ini, ada beberapa komponen yang harus diperbaiki dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan air bersih di Kabupaten Mempawah. Misalnya, Sistem Pelayanan Air Minum (SPAM), intek harus berkapasitas besar, boster, pipa dan lainnya.

Baca Juga :  Untuk Mempermudah Vaksinasi Pemerintah Hapus Syarat KTP Domisili

“Misalnya pipa, yang ada saat ini diameternya masih kecil maka harus diganti dengan pipa yang lebih besar lagi. Untuk sumber air baku tidak ada persoalan. Karena, Sungai Mempawah masih bagus. Tapi harus diantisipasi jika air asin, harus ada alternatif sumber air baku lainnya seperti di daerah Sebukit,” sebut dia.

Ditanya persoalan anggaran untuk peningkatan pelayanan air bersih di Kabupaten Mempawah, Ria Norsan menyebut perlu kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi hingga daerah.

“Dananya akan kita upayakan dari APBN, APBD Provinsi Kalbar dan APBD Kabupaten Mempawah,” ungkapnya.

Masih berkaitan dengan pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Mempawah, Norsan menyebut ada beberapa target yang ingin dicapai di tahun 2022 nanti. Diantaranya peningkatan penurunan angka kemiskinan.

“Target yang dicapai sudah bagus pada angka 4,9. Kemudian 2022 targetnya meningkat menjadi 5,4. Tapi saya koreksi, target agar tidak terlalu tinggi. Kalau bisa disamakan saja dengan tahun sebelumnya. Sebab, saat ini kita sedang dilanda pandemi Covid-19,” pendapat Norsan.

Baca Juga :  Komunitas Nipon Bersepeda Sambil Berbagi Tali Asih

Kemudian, sambung Norsan, peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu target kerja Pemerintah Kabupaten Mempawah di tahun 2022 nanti. Saat ini, IPM Kabupaten Mempawah berada di bawah Pemprov Kalbar.

“IPM Provinsi Kalbar berada di skor 66,65, sedangkan Mempawah skornya 65,74. Mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi. Dengan catatan, indikator dan variabel nya harus dipenuhi dulu. Misalnya pendidikan, kesehatan dan infrastruktur serta perekonomian,” pesan dia.

Disamping itu, Norsan mengingatkan pentingnya validasi data. Karena, data yang valid akan menjadi suksesnya penyelenggaraan program kerja di masyarakat. Sebaliknya, data yang tidak akurat akan menghambat kinerja pemerintah.

“Data yang dipakai harus valid. Pemprov sudah menargetkan satu data. Jadi tidak ada lagi perbedaan data antara BPS dan Dukcapil. Dengan data yang valid, akan mudah kita melaksanakan perencanaan pembangunan dan program kerja. Sehingga target kerja kita tidak akan meleset,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/