alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Banjir Dusun Sebukit Rama Mulai Mengkhawatirkan

MEMPAWAH – Sudah lebih dari sepekan, banjir masih merendam pemukiman masyarakat di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Hingga Jumat (5/6) pagi, volume air dikabarkan bertambah hingga masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian kurang lebih 10 centimeter.

“Sejak 2-3 hari belakangan ini, ketinggian banjir di Dusun Sebukit Rama semakin bertambah. Di beberapa lokasi, air sudah masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian sekitar 10 centimeter,” ungkap Ketua RT 33, Mega.

Dari pantauannya, Mega mengatakan, banjir merendam pemukiman warga yang berada di RT 31,18 20 dan 33. Ketinggian banjir di empat RT itu bervariasi. Ada yang hanya merendam pekarangan, hingga masuk ke dalam rumah.

“Paling parah di 3 RT yakni RT 31,18 dan 20. Ketinggian air ada yang masuk ke dalam rumah. Sedangkan di RT 33, banjir hanya merendam pekarangan rumah warga saja,” paparnya.

Baca Juga :  Komposisi Panitia Libatkan Masyarakat Multi Etnis

Mega menjelaskan, banjir yang merendam pemukiman masyarakat di Dusun Sebukit Rama sudah berlangsung lebih dari sepekan. Sejak saat itu, banjir tak kunjung surut. Bahkan, ketinggian air semakin bertambah akibat intensitas hujan yang semakin deras dalam beberapa hari terakhir ini.

“Sejak kemarin, banjir belum surut. Dan kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, debet air semakin tinggi,” tuturnya.

Ditanya kegiatan masyarakat, Mega menilai banjir belum terlalu berdampak terhadap aktivitas warga. Namun, dia khawatir jika ketinggian air terus bertambah maka seluruh rutinitas masyarakat akan terhenti.

“Masyarakat masih tetap beraktivitas. Tapi jika banjir semakin tinggi, kemungkinan masyarakat sulit beraktivitas. Mudah-mudahan curah hujan semakin berkurang,” harapnya.

Baca Juga :  Mempawah Raih Penghargaan INAGARA LAN RI

Warga Desa Pasir lainnya, Erwandi mengaku sudah kurang lebih 10 hari masyarakat Dusun Sebukit Rama terendam banjir. Seperti di RT 18, ketinggian air telah mencapai ke dalam rumah warga. Akibatnya, warga harus membuat parak-parak untuk mengamankan harta benda.

“Untuk menyimpan barang dan tempat istirahat maka warga membuat parak-parak. Sebab, air sudah masuk ke dalam rumah dengan ketinggian diatas mata kaki,” ujarnya.

Meski tetap beraktivitas, lanjut Erwandi, warga berusaha bertahan hidup dengan segala keterbatasannya. Dia pun berharap pemerintah daerah dapat menyalurkan bantuan untuk meringankan kebutuhan hidup masyarakat ditengah situasi banjir dan pandemi Covid-19.

“Sampai saat ini warga bertahan hidup dengan seadanya. Karena belum ada penyaluran bantuan dari pihak mana pun,” pungkasnya. (wah)

MEMPAWAH – Sudah lebih dari sepekan, banjir masih merendam pemukiman masyarakat di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Hingga Jumat (5/6) pagi, volume air dikabarkan bertambah hingga masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian kurang lebih 10 centimeter.

“Sejak 2-3 hari belakangan ini, ketinggian banjir di Dusun Sebukit Rama semakin bertambah. Di beberapa lokasi, air sudah masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian sekitar 10 centimeter,” ungkap Ketua RT 33, Mega.

Dari pantauannya, Mega mengatakan, banjir merendam pemukiman warga yang berada di RT 31,18 20 dan 33. Ketinggian banjir di empat RT itu bervariasi. Ada yang hanya merendam pekarangan, hingga masuk ke dalam rumah.

“Paling parah di 3 RT yakni RT 31,18 dan 20. Ketinggian air ada yang masuk ke dalam rumah. Sedangkan di RT 33, banjir hanya merendam pekarangan rumah warga saja,” paparnya.

Baca Juga :  Mempawah Masuk Zona Orange

Mega menjelaskan, banjir yang merendam pemukiman masyarakat di Dusun Sebukit Rama sudah berlangsung lebih dari sepekan. Sejak saat itu, banjir tak kunjung surut. Bahkan, ketinggian air semakin bertambah akibat intensitas hujan yang semakin deras dalam beberapa hari terakhir ini.

“Sejak kemarin, banjir belum surut. Dan kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, debet air semakin tinggi,” tuturnya.

Ditanya kegiatan masyarakat, Mega menilai banjir belum terlalu berdampak terhadap aktivitas warga. Namun, dia khawatir jika ketinggian air terus bertambah maka seluruh rutinitas masyarakat akan terhenti.

“Masyarakat masih tetap beraktivitas. Tapi jika banjir semakin tinggi, kemungkinan masyarakat sulit beraktivitas. Mudah-mudahan curah hujan semakin berkurang,” harapnya.

Baca Juga :  Delapan Kecamatan Masih Dikepung Banjir

Warga Desa Pasir lainnya, Erwandi mengaku sudah kurang lebih 10 hari masyarakat Dusun Sebukit Rama terendam banjir. Seperti di RT 18, ketinggian air telah mencapai ke dalam rumah warga. Akibatnya, warga harus membuat parak-parak untuk mengamankan harta benda.

“Untuk menyimpan barang dan tempat istirahat maka warga membuat parak-parak. Sebab, air sudah masuk ke dalam rumah dengan ketinggian diatas mata kaki,” ujarnya.

Meski tetap beraktivitas, lanjut Erwandi, warga berusaha bertahan hidup dengan segala keterbatasannya. Dia pun berharap pemerintah daerah dapat menyalurkan bantuan untuk meringankan kebutuhan hidup masyarakat ditengah situasi banjir dan pandemi Covid-19.

“Sampai saat ini warga bertahan hidup dengan seadanya. Karena belum ada penyaluran bantuan dari pihak mana pun,” pungkasnya. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/