alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Raja Pimpin Ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon

MEMPAWAH-Kerajaan Amantubillah menggelar ziarah akbar makam Raja-Raja Mempawah di Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa (5/10) pagi. Dipimpin Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa, Dr Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc, ziarah berlangsung hikmad.

Ziarah ke makam Opu Daeng Menambon di Sebukit Rama itu merupakan rangkaian dari peringatan ritual budaya robo-robo 2021 yang dilaksanakan Kerajaan Amantubillah Mempawah. Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Wakil Bupati, H Muhammad Pagi, Forkopimda Kabupaten Mempawah, sesepuh dan kerabat Keraton Amantubillah Mempawah, Laskar Opu Daeng Menambon beserta tamu undangan lainnya.

Setibanya di Sebukit Rama, Raja Mempawah beserta rombongan menaiki bukit menuju ke lokasi makam Opu Daeng Menambon. Rombongan harus melewati ratusan anak tangga. Setibanya dibagian atas bukit, Raja Mempawah dan rombongan melaksanakan prosesi ziarah yang diisi dengan pembacaan doa.

“Ziarah ini sebagai bentuk penghormatan dan mengingat leluhur Opu Daeng Menambon. Karena, orang yang beradab tahu tentang adat istiadat hingga menjadi kewajiban untuk menghormati leluhur daerah ini,” tegas Raja Mardan.

Raja Mardan mengatakan, dengan melaksanakan ziarah maka mengingatkan kembali cita-cita besar dan perjuangan leluhur dalam membangun Kota Mempawah. Yakni menjadikan Kota Mempawah maju, berkembang dan rakyat hidup sejahtera. “Maka, kita sebagai generasi penerus mesti melanjutkan perjuangan dan cita-cita leluhur. Kerajaan Mempawah setiap tahun melaksanakan ziarah ke makam Opu Daeng Menambon di Sebukit Rama ini,” tegasnya lagi.

Baca Juga :  Pontianak Post dan FKIP Untan Latih Guru Menulis

Ditempat yang sama, Wakil Bupati, H Muhammad Pagi menyebut, kegiatan ziarah tersebut merupakan bagian dari napak tilas sejarah perjuangan Opu Daeng Menambon membangun Kota Mempawah. “Beliau (Opu Daeng Menambon) banyak meninggalkan sejarah dan adat budaya yang sampai hari ini terus kita lestarikan dan dikembangkan hingga akhir hayat dari generasi ke generasi masyarakat Kabupaten Mempawah,” tutur Wabup.

Karena itu, Wabup memastikan Pemerintah Kabupaten Mempawah mendukung penuh berbagai kegiatan Kerajaan Mempawah dalam rangka melestarikan adat budaya di masyarkat. Terlebih, ritual budaya robo-robo Kerajaan Mempawah telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda di Indonesia.

“Masyarakat Kabupaten Mempawah wajib mengenang dan medoakan Opu Daeng Menambon. Karena, beliau merupakan wali Allah di muka bumi ini. Secara kasat mata memang sudah tidak ada, tetapi secara tersirat para leluhur akan selalu melihat anak cucu dan rakyatnya di dunia ini,” ujar Wabup.

Rangkaian kegiatan ritual budaya robo-robo tahun 2021 berlangsung selama tiga hari dimulai sejak Senin hingga Rabu (4-6/10). Dimulai Senin (4/10) pagi, panitia robo-robo 2021 Keraton Amantubillah Mempawah melaksanakan ritual buang-buang di Lubuk Sauh, dan dilanjutkan dengan pelepasan puake berupa 63 ekor satwa. Diantaranya, 3 ekor kukang, 10 ekor burung jalak, 10 ekor burung tekukur, 20 ekor burung fleci dan 20 ekor burung kacer.

Baca Juga :  Pertamina Resmikan Pertashop di Toho

Ritual pelepasan puake ke kawasan hutan adat Keraton Amantubillah Mempawah tersebut dipimpin langsung Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Dr Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc. Sore harinya, Kerajaan Amantubillah melaksanakan kirab pusaka dan dilanjutkan pembersihan senjata pusaka milik kerajaan. Malam harinya, dilangsungkan haulan Opu Daeng Menambon di Masjid Keraton Amantubillah.

Dilanjutnya Selasa (5/10) pagi, Kerajaan Amantubillah Mempawah menggelar ziarah akbar makam raja-raja Mempawah di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Malam harinya, Keraton Amantubillah Mempawah menggelar adat toana yang dirangkaikan dengan penganugerahan gelar kekerabatan yang diberikan kepada sejumlah pihak.

Puncak rangkaian ritual budaya robo-robo 2021 digelar pada Rabu (6/10). Dimulai dengan launching lagu dan video klip robo-robo, lalu dilanjutkan dengan makan syafar serta ritual adat buang-buang di Muara Kuala Mempawah yang dipimpin oleh Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Dr Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc.(wah)

MEMPAWAH-Kerajaan Amantubillah menggelar ziarah akbar makam Raja-Raja Mempawah di Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa (5/10) pagi. Dipimpin Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa, Dr Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc, ziarah berlangsung hikmad.

Ziarah ke makam Opu Daeng Menambon di Sebukit Rama itu merupakan rangkaian dari peringatan ritual budaya robo-robo 2021 yang dilaksanakan Kerajaan Amantubillah Mempawah. Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Wakil Bupati, H Muhammad Pagi, Forkopimda Kabupaten Mempawah, sesepuh dan kerabat Keraton Amantubillah Mempawah, Laskar Opu Daeng Menambon beserta tamu undangan lainnya.

Setibanya di Sebukit Rama, Raja Mempawah beserta rombongan menaiki bukit menuju ke lokasi makam Opu Daeng Menambon. Rombongan harus melewati ratusan anak tangga. Setibanya dibagian atas bukit, Raja Mempawah dan rombongan melaksanakan prosesi ziarah yang diisi dengan pembacaan doa.

“Ziarah ini sebagai bentuk penghormatan dan mengingat leluhur Opu Daeng Menambon. Karena, orang yang beradab tahu tentang adat istiadat hingga menjadi kewajiban untuk menghormati leluhur daerah ini,” tegas Raja Mardan.

Raja Mardan mengatakan, dengan melaksanakan ziarah maka mengingatkan kembali cita-cita besar dan perjuangan leluhur dalam membangun Kota Mempawah. Yakni menjadikan Kota Mempawah maju, berkembang dan rakyat hidup sejahtera. “Maka, kita sebagai generasi penerus mesti melanjutkan perjuangan dan cita-cita leluhur. Kerajaan Mempawah setiap tahun melaksanakan ziarah ke makam Opu Daeng Menambon di Sebukit Rama ini,” tegasnya lagi.

Baca Juga :  Pertamina Resmikan Pertashop di Toho

Ditempat yang sama, Wakil Bupati, H Muhammad Pagi menyebut, kegiatan ziarah tersebut merupakan bagian dari napak tilas sejarah perjuangan Opu Daeng Menambon membangun Kota Mempawah. “Beliau (Opu Daeng Menambon) banyak meninggalkan sejarah dan adat budaya yang sampai hari ini terus kita lestarikan dan dikembangkan hingga akhir hayat dari generasi ke generasi masyarakat Kabupaten Mempawah,” tutur Wabup.

Karena itu, Wabup memastikan Pemerintah Kabupaten Mempawah mendukung penuh berbagai kegiatan Kerajaan Mempawah dalam rangka melestarikan adat budaya di masyarkat. Terlebih, ritual budaya robo-robo Kerajaan Mempawah telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda di Indonesia.

“Masyarakat Kabupaten Mempawah wajib mengenang dan medoakan Opu Daeng Menambon. Karena, beliau merupakan wali Allah di muka bumi ini. Secara kasat mata memang sudah tidak ada, tetapi secara tersirat para leluhur akan selalu melihat anak cucu dan rakyatnya di dunia ini,” ujar Wabup.

Rangkaian kegiatan ritual budaya robo-robo tahun 2021 berlangsung selama tiga hari dimulai sejak Senin hingga Rabu (4-6/10). Dimulai Senin (4/10) pagi, panitia robo-robo 2021 Keraton Amantubillah Mempawah melaksanakan ritual buang-buang di Lubuk Sauh, dan dilanjutkan dengan pelepasan puake berupa 63 ekor satwa. Diantaranya, 3 ekor kukang, 10 ekor burung jalak, 10 ekor burung tekukur, 20 ekor burung fleci dan 20 ekor burung kacer.

Baca Juga :  Bahas Infrastruktur Hingga Honor RT

Ritual pelepasan puake ke kawasan hutan adat Keraton Amantubillah Mempawah tersebut dipimpin langsung Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Dr Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc. Sore harinya, Kerajaan Amantubillah melaksanakan kirab pusaka dan dilanjutkan pembersihan senjata pusaka milik kerajaan. Malam harinya, dilangsungkan haulan Opu Daeng Menambon di Masjid Keraton Amantubillah.

Dilanjutnya Selasa (5/10) pagi, Kerajaan Amantubillah Mempawah menggelar ziarah akbar makam raja-raja Mempawah di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Malam harinya, Keraton Amantubillah Mempawah menggelar adat toana yang dirangkaikan dengan penganugerahan gelar kekerabatan yang diberikan kepada sejumlah pihak.

Puncak rangkaian ritual budaya robo-robo 2021 digelar pada Rabu (6/10). Dimulai dengan launching lagu dan video klip robo-robo, lalu dilanjutkan dengan makan syafar serta ritual adat buang-buang di Muara Kuala Mempawah yang dipimpin oleh Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Dr Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/