alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Ketinggian Air Bertambah, Polres Terus Monitor

MEMPAWAH- Melihat potensi banjir yang semakin mengkhawatirkan, jajaran Polsek Jongkat melakukan monitoring dan pemantauan di wilayah hukumnya, kemarin. Petugas menyambangi sejumlah lokasi untuk mengukur ketinggian air. Hasilnya, ketinggian air terpantau mengalami peningkatan. Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, S,Ik, MH melalui Paur Humas, Ipda Lidwina menjelaskan, kegiatan pemantauan banjir dipimpin langsung Kapolsek Jongkat, Iptu Tarminto, SH bersama Waka Polsek, Ipda Erry Nurnahar beserta jajaran anggotanya. Beberapa lokasi yang didatangi Kapolsek beserta anak buahnya yakni di Jalan Parit Wan Saleh, Dusun Parit Latung dan sekitarnya.

“Dari pantauan itu, Kapolsek melaporkan adanya kenaikan atau penambahan debet air dilingkungan masyarakat Jalan Parit Wan Saleh, Dusun Parit Latung. Air sudah mencapai pekarangan rumah dan lahan persawahan,” ungkap Lidwina, Minggu (7/6) pagi. Lidwina menjelaskan, kegiatan pemantauan banjir tersebut sebagai langkah antisipasi Polsek Jongkat terhadap potensi bencana banjir di wilayah hukumnya. Sebab, banjir dapat menimbulkan dampak kerusakan terhadap lingkungan masyarakat.

Baca Juga :  Hanya Satu Murid Baru di SDN 12 Mempawah Timur

“Petugas berupaya mengantisipasi musibah banjir di wilayah Kecamatan Jongkat dan sekitarnya. Kita antisipasi jangan sampai banjir menimbulkan kerusakan yang lebih buruk terhadap fasilitas umum, sarana dan prasarana di lingkungan masyarakat,” tuturnya. Terkait penyebab banjir, Lidwina mengungkapkan ada beberapa faktor. Misalnya, tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Mempawah hingga menyebabkan saluran air di masyarakat meluap dan tak mampu menampung volume air yang terus bertambah.

“Beberapa warga berpendapat banjir disebabkan pula kondisi parit yang kecil dan adanya sumbatan kanal dari parit menuju sungai sehingga airnya tidak mengalir secara keseluruhan ke sungai. Akibatnya air meluap dilingkungan masyarakat dan lahan sawah,” ujarnya. Faktor lainnya, imbuh Lidwina, adanya lokasi perkebunan dilingkungan pemukiman penduduk sehingga daya resapan air berkurang akibat tidak adanya tanaman dilokasi tersebut. “Petugas juga menemukan adanya genangan air di beberapa lokasi jalan di sekitar pemukiman penduduk. Situasi ini dapat menimbulkan kerusakan terhadap sarana dan prasarana masyarakat setempat,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH- Melihat potensi banjir yang semakin mengkhawatirkan, jajaran Polsek Jongkat melakukan monitoring dan pemantauan di wilayah hukumnya, kemarin. Petugas menyambangi sejumlah lokasi untuk mengukur ketinggian air. Hasilnya, ketinggian air terpantau mengalami peningkatan. Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, S,Ik, MH melalui Paur Humas, Ipda Lidwina menjelaskan, kegiatan pemantauan banjir dipimpin langsung Kapolsek Jongkat, Iptu Tarminto, SH bersama Waka Polsek, Ipda Erry Nurnahar beserta jajaran anggotanya. Beberapa lokasi yang didatangi Kapolsek beserta anak buahnya yakni di Jalan Parit Wan Saleh, Dusun Parit Latung dan sekitarnya.

“Dari pantauan itu, Kapolsek melaporkan adanya kenaikan atau penambahan debet air dilingkungan masyarakat Jalan Parit Wan Saleh, Dusun Parit Latung. Air sudah mencapai pekarangan rumah dan lahan persawahan,” ungkap Lidwina, Minggu (7/6) pagi. Lidwina menjelaskan, kegiatan pemantauan banjir tersebut sebagai langkah antisipasi Polsek Jongkat terhadap potensi bencana banjir di wilayah hukumnya. Sebab, banjir dapat menimbulkan dampak kerusakan terhadap lingkungan masyarakat.

Baca Juga :  64 Tim Sepakbola Meriahkan HUT Zipur 6/SD

“Petugas berupaya mengantisipasi musibah banjir di wilayah Kecamatan Jongkat dan sekitarnya. Kita antisipasi jangan sampai banjir menimbulkan kerusakan yang lebih buruk terhadap fasilitas umum, sarana dan prasarana di lingkungan masyarakat,” tuturnya. Terkait penyebab banjir, Lidwina mengungkapkan ada beberapa faktor. Misalnya, tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Mempawah hingga menyebabkan saluran air di masyarakat meluap dan tak mampu menampung volume air yang terus bertambah.

“Beberapa warga berpendapat banjir disebabkan pula kondisi parit yang kecil dan adanya sumbatan kanal dari parit menuju sungai sehingga airnya tidak mengalir secara keseluruhan ke sungai. Akibatnya air meluap dilingkungan masyarakat dan lahan sawah,” ujarnya. Faktor lainnya, imbuh Lidwina, adanya lokasi perkebunan dilingkungan pemukiman penduduk sehingga daya resapan air berkurang akibat tidak adanya tanaman dilokasi tersebut. “Petugas juga menemukan adanya genangan air di beberapa lokasi jalan di sekitar pemukiman penduduk. Situasi ini dapat menimbulkan kerusakan terhadap sarana dan prasarana masyarakat setempat,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Lima Bom Aktif Siap Digunakan

Covid-19 Meningkat Usai Lebaran

SD dan SMP Libur

Artikel Terbaru

/