alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

Jajanan Unik Bernama Martabak Unyil di Mempawah

Martabak Unyil sudah tak asing bagi masyarakat Kota Mempawah dan sekitarnya. Belakangan ini, jajan murah meriah itu menjadi salah satu makanan favorit dan paling diburu pelanggannya. Varian rasa yang paling digemari adalah Jagung Susu Keju (Jasuke) dan Jagung Susu Cokelat (Jasuco).

WAHYU ISMIR, Mempawah

Owner Martabak Unyil, Muhammad Sandi menceritakan, usaha yang ditekuninya bersama istri tercinta itu bermula dari niatnya untuk berjualan. Lantas dia browsing di internet sembari mencari inspirasi usaha yang tepat.

“Secara tidak sengaja, saya menemukan Martabak Unyil. Dengan pertimbangan unik, murah dan belum ada di Kota Mempawah, maka mantaplah niat saya dan istri untuk berjualan Martabak Unyil,” tuturnya, Senin (8/3) malam di Mempawah.

Mulanya, Sandi hanya berjualan Martabak Unyil di rumah. Dia pun mempromosikannya melalui media sosial dan menerima orderan. Setiap orderan yang masuk akan diantarkan kerumah pelanggan.

“Namun, berjualan melalui online kurang berkembang. Karena aksesnya terbatas, artinya kita tidak berinteraksi secara langsung dengan pelanggan. Omsetnya pun tidak besar. Sehari biasanya hanya laku 10-12 porsi saja,” akunya.

Baca Juga :  Sate Maranggi Filosofi Tiga Daging Setusuk

Sandi pun memutar otak untuk mencari cara yang tepat agar dapat meningkatkan omset penjualan. Saat itu, Sandi pun mencoba keberuntunganya dengan mendaftarkan diri pada program UMKM Covid-19.

“Alhamdulillah, saya tercatat sebagai penerima bantuan sosial UMKM senilai Rp2,4 juta. Nah, bantuan inilah yang saya jadikan modal untuk mengembangkan usaha. Saya pun memutuskan membuat gerobak untuk berjualan di lapangan,” bebernya.

Mulailah Sandi dibantu istrinya berjualan di Jalan Cempaka, Kota Mempawah (dekat Lapangan Basket). Setiap harinya, dia berjualan sejak pukul 15.00 WIB-21.00 WIB. Sejak berjualan dilapangan, omsetnya pun mengalami peningkatan seratus persen.

“Sejak berjualan dilapangan, biasanya laku antara 30-35 porsi perhari. Alhamdulillah meningkat drastis dibandingkan berjualan dirumah,” ucapnya.

Untuk menarik minat pelanggan, Sandi menyediakan berbagai varian rasa Martabak Unyil. Setidaknya ada 12 varian rasa yang bisa dipilih pelanggan sesuai selera dan kesukaannya masing-masing.

Baca Juga :  Diskusi IKN, Bappenas Puji Miniatur Kebhinekaan di Rumah Retret Anjongan

“Di samping 12 varian rasa itu, kita juga bisa combo. Artinya bisa dicampur varian rasa itu hingga menghasilkan lebih dari 24 varian. Kita sengaja menyediakan banyak rasa agar pelanggan bisa menyesuaikan seleranya,” katanya.

Lantas varian rasa apa yang menjadi favorit pelanggan Martabak Unyil di Kota Mempawah, Sandi mengungkapkan ada 2 varian yang paling diburu. Yakni Jasuke dan Jasuco. Setiap hari cukup banyak pelanggan yang memesan kedua varian tersebut.

“Alhamdulillah, dengan berjualan Martabak Unyil sangat membantu perekonomian keluarga saya. Sehingga saya tetap bisa menjalankan usaha dan memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” ujarnya.

Kedepan, dia berharap dapat terus mengembangkan usaha Martabak Unyil. Bahkan, jika memungkinkan dirinya ingin membuka cabang di beberapa lokasi strategis di beberapa kecamatan di Kabupaten Mempawah.

“Insya Allah, jika memungkinkan saya sangat ingin bisa membuka cabang di lokasi-lokasi lainnya. Mudah-mudahan Martabak Unyil semakin berkembang dan semakin banyak  pelanggannya,” harapnya mengakhiri. (wah)

Martabak Unyil sudah tak asing bagi masyarakat Kota Mempawah dan sekitarnya. Belakangan ini, jajan murah meriah itu menjadi salah satu makanan favorit dan paling diburu pelanggannya. Varian rasa yang paling digemari adalah Jagung Susu Keju (Jasuke) dan Jagung Susu Cokelat (Jasuco).

WAHYU ISMIR, Mempawah

Owner Martabak Unyil, Muhammad Sandi menceritakan, usaha yang ditekuninya bersama istri tercinta itu bermula dari niatnya untuk berjualan. Lantas dia browsing di internet sembari mencari inspirasi usaha yang tepat.

“Secara tidak sengaja, saya menemukan Martabak Unyil. Dengan pertimbangan unik, murah dan belum ada di Kota Mempawah, maka mantaplah niat saya dan istri untuk berjualan Martabak Unyil,” tuturnya, Senin (8/3) malam di Mempawah.

Mulanya, Sandi hanya berjualan Martabak Unyil di rumah. Dia pun mempromosikannya melalui media sosial dan menerima orderan. Setiap orderan yang masuk akan diantarkan kerumah pelanggan.

“Namun, berjualan melalui online kurang berkembang. Karena aksesnya terbatas, artinya kita tidak berinteraksi secara langsung dengan pelanggan. Omsetnya pun tidak besar. Sehari biasanya hanya laku 10-12 porsi saja,” akunya.

Baca Juga :  Beras Merah-Hitam Organik Jadi Produk Unggulan

Sandi pun memutar otak untuk mencari cara yang tepat agar dapat meningkatkan omset penjualan. Saat itu, Sandi pun mencoba keberuntunganya dengan mendaftarkan diri pada program UMKM Covid-19.

“Alhamdulillah, saya tercatat sebagai penerima bantuan sosial UMKM senilai Rp2,4 juta. Nah, bantuan inilah yang saya jadikan modal untuk mengembangkan usaha. Saya pun memutuskan membuat gerobak untuk berjualan di lapangan,” bebernya.

Mulailah Sandi dibantu istrinya berjualan di Jalan Cempaka, Kota Mempawah (dekat Lapangan Basket). Setiap harinya, dia berjualan sejak pukul 15.00 WIB-21.00 WIB. Sejak berjualan dilapangan, omsetnya pun mengalami peningkatan seratus persen.

“Sejak berjualan dilapangan, biasanya laku antara 30-35 porsi perhari. Alhamdulillah meningkat drastis dibandingkan berjualan dirumah,” ucapnya.

Untuk menarik minat pelanggan, Sandi menyediakan berbagai varian rasa Martabak Unyil. Setidaknya ada 12 varian rasa yang bisa dipilih pelanggan sesuai selera dan kesukaannya masing-masing.

Baca Juga :  Penataaan Kuliner Kawasan Waterfront

“Di samping 12 varian rasa itu, kita juga bisa combo. Artinya bisa dicampur varian rasa itu hingga menghasilkan lebih dari 24 varian. Kita sengaja menyediakan banyak rasa agar pelanggan bisa menyesuaikan seleranya,” katanya.

Lantas varian rasa apa yang menjadi favorit pelanggan Martabak Unyil di Kota Mempawah, Sandi mengungkapkan ada 2 varian yang paling diburu. Yakni Jasuke dan Jasuco. Setiap hari cukup banyak pelanggan yang memesan kedua varian tersebut.

“Alhamdulillah, dengan berjualan Martabak Unyil sangat membantu perekonomian keluarga saya. Sehingga saya tetap bisa menjalankan usaha dan memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” ujarnya.

Kedepan, dia berharap dapat terus mengembangkan usaha Martabak Unyil. Bahkan, jika memungkinkan dirinya ingin membuka cabang di beberapa lokasi strategis di beberapa kecamatan di Kabupaten Mempawah.

“Insya Allah, jika memungkinkan saya sangat ingin bisa membuka cabang di lokasi-lokasi lainnya. Mudah-mudahan Martabak Unyil semakin berkembang dan semakin banyak  pelanggannya,” harapnya mengakhiri. (wah)

Most Read

Anak Buah Naik Pangkat, Kapolres Berhujan

IM Kembali Ditangkap Polisi

Kendali di Tangan Messi

Artikel Terbaru

/