alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Erlina Arungi Banjir Temui Masyarakat

Mempawah Dikepung Banjir

MEMPAWAH – Di tengah pandemi Covid-19 yang terus merebak, masyarakat Kabupaten Mempawah diuji dengan bencana banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 4.096 kepala keluarga (kk) atau 14. 952 jiwa yang tersebar di lima kecamatan menjadi korban banjir.

Merespon cepat musibah di masyarakat, Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH bersama jajaran OPD Pemerintah Kabupaten Mempawah turun langsung ke lapangan. Mereka ingin melihat secara dekat kondisi banjir dan situasi yang dihadapi masyarakat korban banjir.

Lokasi pertama yang didatangi Srikandi Mempawah itu yakni Posko Banjir Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh. Di Desa Sui Purun Kecil terdapat 344 kk atau 1.376 jiwa korban banjir. Bahkan, sekitar 130 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Masih di Posko Banjir Desa Sungai Purun Kecil, Erlina menerima penyaluran bantuan dari Pemprov Kalbar berupa 2,7 ton beras, 60 dus mie instan serta ratusan paket makanan bayi. Kemudian, Erlina selaku Ketua PMI Kabupaten Mempawah juga menyerahkan puluhan dus mie instan untuk korban banjir di desa itu. Bertolak dari Posko banjir Desa Sungai Purun Kecil, Bupati dan rombongan menuju ke Posko banjir Desa Sungai Purun Besar. Di lokasi kedua ini, Bupati menyerahkan bantuan 126 dus mie instan.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Mempawah Expo 2019

Kabarnya ada 842 kk atau 2.175 jiwa korban banjir. Namun, hampir seluruh masyarakat korban banjir di Desa Sungai Purun Besar memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Mereka enggan dievakuasi ke lokasi pengungsian. Kepada Bupati, Kades Sungai Purun Besar mengungkapkan alasan masyarakatnya enggan diungsikan karena khawatir gangguan keamanan jika meninggalkan rumah. Makanya, sebagian bertahan di rumah atau mengungsi di langkau yang ada di sekitar rumahnya.

Prihatin dengan situasi sulit yang dihadapi masyarakat, Erlina beserta rombongan memutuskan untuk menemui korban banjir di rumah dan langkau. Di bawah rintik hujan, orang nomor satu di Kabupaten Mempawah itu mengarungi banjir setinggi lutut. Warga pun antusias dan haru melihat perjuangan Bupati yang rela berjalan kaki melewati hadangan banjir.

Baca Juga :  KP2KP Mempawah Siapkan Layanan Mandiri Wajib Pajak

Setibanya di salah satu langkau, Bupati menemui sejumlah keluarga. Dengan susah payah, Bupati hari berhati-hati menaiki tangga tempat pengeringan kopra itu. Bupati pun bercengkrama dan memberikan motivasi kepada korban banjir agar sabar dan tabah melewati musibah banjir. “Tolong selalu jaga kesehatan. Karena, dalam situasi pandemi ini masyarakat harus selalu bugar dan fit. Perhatikan makanan dan pola istirahat. Jika beraktivitas diluar rumah, jangan lupa memakai masker,” pesan Erlina.

“Saya minta seluruh korban banjir bersabar dan ikhlas menghadapi musibah ini. Insya Allah, banjir akan segera surut dan masyarakat bisa pulang kembali ke rumah melaksanakan rutinitas sehari-hari,” tambah Erlina mendoakan.(*)

Mempawah Dikepung Banjir

MEMPAWAH – Di tengah pandemi Covid-19 yang terus merebak, masyarakat Kabupaten Mempawah diuji dengan bencana banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 4.096 kepala keluarga (kk) atau 14. 952 jiwa yang tersebar di lima kecamatan menjadi korban banjir.

Merespon cepat musibah di masyarakat, Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH bersama jajaran OPD Pemerintah Kabupaten Mempawah turun langsung ke lapangan. Mereka ingin melihat secara dekat kondisi banjir dan situasi yang dihadapi masyarakat korban banjir.

Lokasi pertama yang didatangi Srikandi Mempawah itu yakni Posko Banjir Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh. Di Desa Sui Purun Kecil terdapat 344 kk atau 1.376 jiwa korban banjir. Bahkan, sekitar 130 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Masih di Posko Banjir Desa Sungai Purun Kecil, Erlina menerima penyaluran bantuan dari Pemprov Kalbar berupa 2,7 ton beras, 60 dus mie instan serta ratusan paket makanan bayi. Kemudian, Erlina selaku Ketua PMI Kabupaten Mempawah juga menyerahkan puluhan dus mie instan untuk korban banjir di desa itu. Bertolak dari Posko banjir Desa Sungai Purun Kecil, Bupati dan rombongan menuju ke Posko banjir Desa Sungai Purun Besar. Di lokasi kedua ini, Bupati menyerahkan bantuan 126 dus mie instan.

Baca Juga :  Disperindagnaker Pastikan Stok Sembako Aman

Kabarnya ada 842 kk atau 2.175 jiwa korban banjir. Namun, hampir seluruh masyarakat korban banjir di Desa Sungai Purun Besar memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Mereka enggan dievakuasi ke lokasi pengungsian. Kepada Bupati, Kades Sungai Purun Besar mengungkapkan alasan masyarakatnya enggan diungsikan karena khawatir gangguan keamanan jika meninggalkan rumah. Makanya, sebagian bertahan di rumah atau mengungsi di langkau yang ada di sekitar rumahnya.

Prihatin dengan situasi sulit yang dihadapi masyarakat, Erlina beserta rombongan memutuskan untuk menemui korban banjir di rumah dan langkau. Di bawah rintik hujan, orang nomor satu di Kabupaten Mempawah itu mengarungi banjir setinggi lutut. Warga pun antusias dan haru melihat perjuangan Bupati yang rela berjalan kaki melewati hadangan banjir.

Baca Juga :  Pemda Bantu Mobil Ambulance

Setibanya di salah satu langkau, Bupati menemui sejumlah keluarga. Dengan susah payah, Bupati hari berhati-hati menaiki tangga tempat pengeringan kopra itu. Bupati pun bercengkrama dan memberikan motivasi kepada korban banjir agar sabar dan tabah melewati musibah banjir. “Tolong selalu jaga kesehatan. Karena, dalam situasi pandemi ini masyarakat harus selalu bugar dan fit. Perhatikan makanan dan pola istirahat. Jika beraktivitas diluar rumah, jangan lupa memakai masker,” pesan Erlina.

“Saya minta seluruh korban banjir bersabar dan ikhlas menghadapi musibah ini. Insya Allah, banjir akan segera surut dan masyarakat bisa pulang kembali ke rumah melaksanakan rutinitas sehari-hari,” tambah Erlina mendoakan.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/