alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Warga Ingin Perbaikan Jalan dan Jembatan

MEMPAWAH– Sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Mempawah Hilir dan Mempawah Timur rusak parah. Kerusakan dipicu faktor alam dan tingginya mobilitas kendaraan angkutan berat. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan perbaikan dengan meningkatan mutu dan kualitas pekerjaan. Salah satunya, kerusakan infrastruktur Jalan R Adinata, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Lebih dari satu kilometer badan jalan mengalami kerusakan parah. Hampir tak ada lagi aspal, melainkan hanya bebatuan disepanjang badan jalan yang berlubang.

Menurut warga Desa Sejegi, kerusakan badan Jalan R Adinata terjadi sejak tiga tahun terakhir. Tingginya mobilitas angkutan barang menyebabkan badan jalan mengalami kerusakan. Kondisi itu diperparah dengan faktor alam berupa banjir yang merendam badan jalan hingga mengakibatkan kerusakan semakin parah. “Ketika banjir, aktivitas lalu lintas mobil cukup tinggi. Terutama mobil yang mengangkut ikan, kelapa sawit dan lainnya. Sehingga kondisi jalan semakin rusak parah,” sebut warga setempat.

Terkait kerusakan itu, menurut dia, telah diusulkan melalui Musrenbang di tingkat desa hingga kabupaten. Hanya saja, sampai saat ini aspirasi perbaikan badan Jalan R Adinata tak pernah mendapatkan anggaran daerah. “Sudah tiga tahun anggaran diusulkan untuk perbaikan, namun tidak pernah  goal anggarannya,” lirihnya. Kerusakan infrastruktur juga terjadi di lingkungan masyarakat Desa Pasir. Yakni badan jembatan di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir. Badan jembatan tersebut berlubang dan sangat mengancam keselamatan pengendara. Jika terperosok ke dalam lubang, dipastikan pengendara akan terjungkal dan celaka.

Baca Juga :  Masyarakat Sungai Pinyuh Dikepung Banjir

Tak hanya itu, infrastruktur Jalan Raden Patih Gumantar juga tampak berlubang. Menurut warga setempat, kerusakan akses jalan yang menghubungkan wilayah Kota Mempawah dengan Kecamatan Sadaniang itu kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Kerusakan pada jalan dan jembatan di Desa Pasir ini sangat mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat. Sebab, kerusakannya sudah cukup lama serta mengancam keselamatan pengendara,” pendapat Laskar Istana Amantubillah Mempawah (LIAM) Desa Pasir, Erwandi, Kamis (8/10) pagi di Mempawah.

Menurut pria yang akrab disapa Iwan ini, kerusakan infrastruktur di Desa Pasir bukan semata-mata disebabkan faktor alam seperti banjir. Melainkan, maraknya angkutan material kayu dan pasir yang melintasi wilayah tersebut. “Kerusakan ini bukan disebabkan banjir. Cenderung tingginya mobilitas angkutan material kayu dan pasir yang tiap hari melewati badan jalan di Desa Pasir,” tegas Iwan.

Baca Juga :  Pilkades E-Voting Wajok Hulu, H Basri Raih Suara Terbanyak

Karena itu, Iwan menyarankan agar Pemerintah Desa Pasir didukung Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat membuat regulasi aturan tentang mobilitas angkutan material kayu dan pasir di wilayah tersebut. Agar, aktivitas angkutan tidak merusak infrastruktur di masyarakat.

“Sepanjang mobilitas angkutan kayu dan pasir tetap diperbolehkan melintas, sampai kapanpun kondisi infrastruktur di Desa Pasir akan mengalami kerusakan. Walau setiap tahun dilakukan perbaikan, pasti akan selalu rusak,” cecarnya.

Terkait kerusakan badan jalan dan jembatan, Iwan berharap segera dilakukan perbaikan. Mengingat, akses jalan dan jembatan tersebut sangat strategis dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat Desa Pasir. “Termasuk pula untuk kelancaran lalu lintas masyarakat pengunjung yang berziara ke Makam Opu Daeng Menambon. Sebab, kita juga khawatir masyarakat yang belum mengetahui medan jalan bisa celaka apabila menabrak lubang tersebut,” tukasnya.(wah)

MEMPAWAH– Sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Mempawah Hilir dan Mempawah Timur rusak parah. Kerusakan dipicu faktor alam dan tingginya mobilitas kendaraan angkutan berat. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan perbaikan dengan meningkatan mutu dan kualitas pekerjaan. Salah satunya, kerusakan infrastruktur Jalan R Adinata, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Lebih dari satu kilometer badan jalan mengalami kerusakan parah. Hampir tak ada lagi aspal, melainkan hanya bebatuan disepanjang badan jalan yang berlubang.

Menurut warga Desa Sejegi, kerusakan badan Jalan R Adinata terjadi sejak tiga tahun terakhir. Tingginya mobilitas angkutan barang menyebabkan badan jalan mengalami kerusakan. Kondisi itu diperparah dengan faktor alam berupa banjir yang merendam badan jalan hingga mengakibatkan kerusakan semakin parah. “Ketika banjir, aktivitas lalu lintas mobil cukup tinggi. Terutama mobil yang mengangkut ikan, kelapa sawit dan lainnya. Sehingga kondisi jalan semakin rusak parah,” sebut warga setempat.

Terkait kerusakan itu, menurut dia, telah diusulkan melalui Musrenbang di tingkat desa hingga kabupaten. Hanya saja, sampai saat ini aspirasi perbaikan badan Jalan R Adinata tak pernah mendapatkan anggaran daerah. “Sudah tiga tahun anggaran diusulkan untuk perbaikan, namun tidak pernah  goal anggarannya,” lirihnya. Kerusakan infrastruktur juga terjadi di lingkungan masyarakat Desa Pasir. Yakni badan jembatan di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir. Badan jembatan tersebut berlubang dan sangat mengancam keselamatan pengendara. Jika terperosok ke dalam lubang, dipastikan pengendara akan terjungkal dan celaka.

Baca Juga :  Ada Lahan Terbakar di Anjongan Melancar

Tak hanya itu, infrastruktur Jalan Raden Patih Gumantar juga tampak berlubang. Menurut warga setempat, kerusakan akses jalan yang menghubungkan wilayah Kota Mempawah dengan Kecamatan Sadaniang itu kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Kerusakan pada jalan dan jembatan di Desa Pasir ini sangat mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat. Sebab, kerusakannya sudah cukup lama serta mengancam keselamatan pengendara,” pendapat Laskar Istana Amantubillah Mempawah (LIAM) Desa Pasir, Erwandi, Kamis (8/10) pagi di Mempawah.

Menurut pria yang akrab disapa Iwan ini, kerusakan infrastruktur di Desa Pasir bukan semata-mata disebabkan faktor alam seperti banjir. Melainkan, maraknya angkutan material kayu dan pasir yang melintasi wilayah tersebut. “Kerusakan ini bukan disebabkan banjir. Cenderung tingginya mobilitas angkutan material kayu dan pasir yang tiap hari melewati badan jalan di Desa Pasir,” tegas Iwan.

Baca Juga :  Ada 8 Hotspot di Mempawah

Karena itu, Iwan menyarankan agar Pemerintah Desa Pasir didukung Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat membuat regulasi aturan tentang mobilitas angkutan material kayu dan pasir di wilayah tersebut. Agar, aktivitas angkutan tidak merusak infrastruktur di masyarakat.

“Sepanjang mobilitas angkutan kayu dan pasir tetap diperbolehkan melintas, sampai kapanpun kondisi infrastruktur di Desa Pasir akan mengalami kerusakan. Walau setiap tahun dilakukan perbaikan, pasti akan selalu rusak,” cecarnya.

Terkait kerusakan badan jalan dan jembatan, Iwan berharap segera dilakukan perbaikan. Mengingat, akses jalan dan jembatan tersebut sangat strategis dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat Desa Pasir. “Termasuk pula untuk kelancaran lalu lintas masyarakat pengunjung yang berziara ke Makam Opu Daeng Menambon. Sebab, kita juga khawatir masyarakat yang belum mengetahui medan jalan bisa celaka apabila menabrak lubang tersebut,” tukasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/