alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Desa dan Kelurahan Siaga Aktif di Mempawah Genjot Vaksinasi

MEMPAWAH – Bupati Mempawah, Erlina membuka kegiatan pertemuan Advokasi, Pemberdayaan, Kemitraan, Peningkatan Peran Serta Masyarakat dan Lintas Sektor Tingkat Kabupaten terkait Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif di Masa Pandemi Covid-19, Senin (8/11) di Aula Mess Chandramidi Kabupaten Mempawah.

“Saat ini, upaya kita untuk pengendalian pandemi Covid-19, selain menerapkan protokol kesehatan juga program vaksinasi secara masif di masyarakat,” kata Erlina dalam sambutannya.

Di Kabupaten Mempawah, ungkap Erlina, capaian vaksinasi Covid-19 masih rendah yakni 26,41 persen dengan rata-rata vaksinasi pertama sebesar 37,47 persen dan vaksin kedua 17,16 persen. Sedangkan sasaran vaksin sebanyak 217.123 orang.

“Perlu advokasi pemberdayaan, kemitraan, peningkatan peran serta masyarakat dan lintas sektor melalui desa siaga dan kelurahan aktif agar dapat meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19,” tuturnya.

Baca Juga :  Ingatkan Pelajar Kurangi Aktivitas di Luar Kelas

Erlina menjelaskan, desa dan kelurahan siaga aktif memiliki komponen pelayanan kesehatan dasar pemeberdayaan masyarakat melalui pengembangan upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) dan mendukung surveilans berbasis masyarakat kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana penyehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Di masa pandemi ini, pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan. Karena, pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 adalah segala upaya yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat agar berdaya dan mampu berperan serta mencegah penularan Covid-19,” sebutnya.

Lebih jauh, Erlina menyebut, inti dari kegiatan desa dan kelurahan siaga aktif memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat dan mampu mencegah serta mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular, penyakit tidak menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa.

Baca Juga :  13 Pengunjung Kafe Reaktif, Didominasi Orang Luar Pontianak

“Saya berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan manajemen tenaga pengelola desa/kelurahan siaga aktif di tingkat puskesmas dan desa, serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang kebijakan pemerintah dalam pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif di masa pandemi Covid-19,” ucapnya.

Terakhir, Erlina mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Mempawah yang telah menerapkan PHBS yakni dengan baik dan maksimal dalam rangka mengantisipasi penyebaran dan penularan Covid-19 di masyarakat.

“Dengan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat, saya optimistis pandemi Covid-19 di Kabupaten Mempawah akan segera berlalu dan kita semua dapat kembali hidup normal seperti semula,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH – Bupati Mempawah, Erlina membuka kegiatan pertemuan Advokasi, Pemberdayaan, Kemitraan, Peningkatan Peran Serta Masyarakat dan Lintas Sektor Tingkat Kabupaten terkait Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif di Masa Pandemi Covid-19, Senin (8/11) di Aula Mess Chandramidi Kabupaten Mempawah.

“Saat ini, upaya kita untuk pengendalian pandemi Covid-19, selain menerapkan protokol kesehatan juga program vaksinasi secara masif di masyarakat,” kata Erlina dalam sambutannya.

Di Kabupaten Mempawah, ungkap Erlina, capaian vaksinasi Covid-19 masih rendah yakni 26,41 persen dengan rata-rata vaksinasi pertama sebesar 37,47 persen dan vaksin kedua 17,16 persen. Sedangkan sasaran vaksin sebanyak 217.123 orang.

“Perlu advokasi pemberdayaan, kemitraan, peningkatan peran serta masyarakat dan lintas sektor melalui desa siaga dan kelurahan aktif agar dapat meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19,” tuturnya.

Baca Juga :  Tim Futsal Kalbar Harus Akui Keunggulan Sumut

Erlina menjelaskan, desa dan kelurahan siaga aktif memiliki komponen pelayanan kesehatan dasar pemeberdayaan masyarakat melalui pengembangan upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) dan mendukung surveilans berbasis masyarakat kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana penyehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Di masa pandemi ini, pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan. Karena, pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 adalah segala upaya yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat agar berdaya dan mampu berperan serta mencegah penularan Covid-19,” sebutnya.

Lebih jauh, Erlina menyebut, inti dari kegiatan desa dan kelurahan siaga aktif memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat dan mampu mencegah serta mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular, penyakit tidak menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa.

Baca Juga :  Seruput Kopi Robusta Punggur dan Liberika Sambas, Mentan Puji Rasa Kopi Kalbar

“Saya berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan manajemen tenaga pengelola desa/kelurahan siaga aktif di tingkat puskesmas dan desa, serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang kebijakan pemerintah dalam pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif di masa pandemi Covid-19,” ucapnya.

Terakhir, Erlina mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Mempawah yang telah menerapkan PHBS yakni dengan baik dan maksimal dalam rangka mengantisipasi penyebaran dan penularan Covid-19 di masyarakat.

“Dengan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat, saya optimistis pandemi Covid-19 di Kabupaten Mempawah akan segera berlalu dan kita semua dapat kembali hidup normal seperti semula,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Prioritas Distribusi ke Apotek

2.427 Orang Sudah Divaksin

Pontianak Post Siapkan Program Bagi Siswa

Tongkang Hantam Enam Rumah Warga

Artikel Terbaru

/