alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Pengaruh Corona, Pembatasan Impor dari Tiongkok

Ibu-ibu Cemas Bawang Putih Tembus Rp 60 Ribu

Merebaknya wabah virus corona memaksa Pemerintah Indonesia memberlakukan kebijakan pembatasan impor. Dampaknya, sejumlah komoditi yang didatangkan dari luar negeri mulai kehabisan stok. Salah satunya bawang putih.

 

Wahyu Izmir, MEMPAWAH

 

HARGANYA? Kini tembus Rp 60 ribu perkilogram. Sebelumnya, belum pernah terjadi kenaikan signifikan seperti di atas. Kenaikan terjadi, biasanya menjelang hari raya keagamaan.

Terhadap kenaikan itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) Kabupaten Mempawah mengintensifkan pengawasan aktivitas pasar.

Setiap hari, petugas memantau dan memonitoring harga jual komoditi di Pasar Sebukit Rama Mempawah.

“Sejak tiga hari terakhir ini, ada lonjakan harga jual komoditi bawang putih. Semula Rp 45 ribu, naik menjadi Rp 60 ribu perkilogram,” ungkap Petugas Perindagnaker, Aisyah kepada koran ini, Minggu (9/2) pagi.

Baca Juga :  Kloter 11 Pulang Sehat dan Selamat

Menurut Aisyah, dari penelusurannya penyebab kenaikan harga bawang putih disebabkan minimnya stok bawang putih yang dimiliki pedagang. Sehingga terjadi hukum pasar yakni ketika stok berkurang dan permintaan meningkat maka harga jual melambung tinggi.

“Penyebabnya bawang putih yang diimpor dari luar negeri tidak bisa masuk ke Indonesia. Sebab, pemerintah membatasi impor barang dari negara yang tertular virus corona. Sedangkan produsen bawang putih berasal dari China dan Thailand, sehingga stok bawang putih di pasar menipis,” paparnya.

Selain bawang putih, Aisyah mengungkapkan, komoditi lain yang mengalami kenaikan harga jual yakni daging ayam. Semula harga jual daging ayam di Pasar Sebukit Rama Mempawah berkisar Rp 33 ribu, namun belakangan ini mengalami kenaikan menjadi Rp 38 ribu perkilogram.

Baca Juga :  Cerita Calon Penumpang Sriwijaya Air SJ182 Asal Mempawah

“Untuk kenaikan daging ayam disebabkan hasil panen menurun. Karena, peternak kewalahan banyaknya ayam yang terserang penyakit dan mati. Kondisi ini diperparah dengan harga jual pakan ayam yang meningkat, sehingga berdampak terhadap harga jual di pasar,” bebernya.

Disamping memantau kenaikan harga, Aisyah mengatakan ada pula komoditi yang justru harga jualnya turun. Yakni bawang merah yang semula dijual Rp 45 ribu, menjadi Rp 40 ribu perkilogram. Terhadap kondisi pasar tersebut, dia mengaku telah melaporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

“Mudah-mudahan kenaikan ini hanya bersifat sementara dan tidak berlangsung lama. Agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat konsumen di Kabupaten Mempawah,” harapnya mengakhiri.(*)

Ibu-ibu Cemas Bawang Putih Tembus Rp 60 Ribu

Merebaknya wabah virus corona memaksa Pemerintah Indonesia memberlakukan kebijakan pembatasan impor. Dampaknya, sejumlah komoditi yang didatangkan dari luar negeri mulai kehabisan stok. Salah satunya bawang putih.

 

Wahyu Izmir, MEMPAWAH

 

HARGANYA? Kini tembus Rp 60 ribu perkilogram. Sebelumnya, belum pernah terjadi kenaikan signifikan seperti di atas. Kenaikan terjadi, biasanya menjelang hari raya keagamaan.

Terhadap kenaikan itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) Kabupaten Mempawah mengintensifkan pengawasan aktivitas pasar.

Setiap hari, petugas memantau dan memonitoring harga jual komoditi di Pasar Sebukit Rama Mempawah.

“Sejak tiga hari terakhir ini, ada lonjakan harga jual komoditi bawang putih. Semula Rp 45 ribu, naik menjadi Rp 60 ribu perkilogram,” ungkap Petugas Perindagnaker, Aisyah kepada koran ini, Minggu (9/2) pagi.

Baca Juga :  Bupati Minta Kades Displin

Menurut Aisyah, dari penelusurannya penyebab kenaikan harga bawang putih disebabkan minimnya stok bawang putih yang dimiliki pedagang. Sehingga terjadi hukum pasar yakni ketika stok berkurang dan permintaan meningkat maka harga jual melambung tinggi.

“Penyebabnya bawang putih yang diimpor dari luar negeri tidak bisa masuk ke Indonesia. Sebab, pemerintah membatasi impor barang dari negara yang tertular virus corona. Sedangkan produsen bawang putih berasal dari China dan Thailand, sehingga stok bawang putih di pasar menipis,” paparnya.

Selain bawang putih, Aisyah mengungkapkan, komoditi lain yang mengalami kenaikan harga jual yakni daging ayam. Semula harga jual daging ayam di Pasar Sebukit Rama Mempawah berkisar Rp 33 ribu, namun belakangan ini mengalami kenaikan menjadi Rp 38 ribu perkilogram.

Baca Juga :  Warisan Leluhur yang Mesti Dipertahankan dan Dilestarikan

“Untuk kenaikan daging ayam disebabkan hasil panen menurun. Karena, peternak kewalahan banyaknya ayam yang terserang penyakit dan mati. Kondisi ini diperparah dengan harga jual pakan ayam yang meningkat, sehingga berdampak terhadap harga jual di pasar,” bebernya.

Disamping memantau kenaikan harga, Aisyah mengatakan ada pula komoditi yang justru harga jualnya turun. Yakni bawang merah yang semula dijual Rp 45 ribu, menjadi Rp 40 ribu perkilogram. Terhadap kondisi pasar tersebut, dia mengaku telah melaporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

“Mudah-mudahan kenaikan ini hanya bersifat sementara dan tidak berlangsung lama. Agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat konsumen di Kabupaten Mempawah,” harapnya mengakhiri.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/