alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Istri Siri Polisikan Anggota Dewan

OKNUM Anggota DPRD Kabupaten Mempawah inisial ZL dilaporkan ke Mapolres Mempawah. Legislator Dapil Sungai Pinyuh-Anjongan itu dipolisikan oleh SJ (23) atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Saat ini, kasus tersebut sedang didalami Reskrim Polres Mempawah.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, Iptu Wendi Sulistiono membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Dia memastikan kasus ini sedang ditangani.

“Iya benar, laporan sudah kami terima. Dan saat ini kami sedang mendalami terkait kasus tersebut,” terang Wendi Sulistiono, Selasa (9/11) pagi.

Berdasarkan LP nomor : TBL/214/XI/2021/Spkt/Polres Mempawah tertanggal 7 November 2021, penganiayaan tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Anjongan, Sabtu (6/11) sekitar pukul 20.40 WIB.

Dalam laporannya, korban menceritakan kasus penganiayaan bermula ketika dirinya berkomunikasi melalui SMS dengan ZL. Tak lama kemudian, komunikasi tersebut terputus lantaran handphone ZL tidak aktif.

Kemudian, SJ nekad mendatangi kediaman ZL di Anjongan. Benar saja, SJ mendapati ZL bersama istrinya sedang berkendara pulang ke rumahnya. SJ langsung menggedor kaca mobil yang ditumpangi ZL.

Si oknum dewan pun tak tinggal diam. Dia langsung keluar dari mobil dan memegang tangan korban. Tak sampai di situ, masih menurut laporan polisi, ZL lantas mencekik dan menjambak rambut serta melayangkan tinju ke dada SJ.

Aksi brutal ZL turut disaksikan oleh istri dan anaknya yang berada di TKP. Namun, alih-alih melerai perkelahian, istri dan anak pelaku justru membantu melakukan tindakan penganiayaan terhadap SJ.

Masih menurut SJ, istri ZL memukul kepala belakang sebelah kiri SJ sebanyak tiga kali dan anaknya memukul satu kali. Perkelahian tak seimbang tersebut menyebabkan SJ mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya. SJ akhirnya berhasil melepaskan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Mempawah.

Baca Juga :  PLN Nyalakan Kembali Listrik Terdampak Banjir di Ambon, 100% Gardu Distribusi Normal

“Saya tidak terima dengan penganiayaan yang dilakukan ZL dan keluarganya. Akibat penganiayaan tersebut, saya mengalami cedera dan menahan sakit. Sampai sekarang pun tubuh saya masih terasa sakit akibat dipukul ZL dan keluarganya,” lirih SJ.

Ia berharap mendapatkan keadilan atas tindakan penganiayaan yang dilakukan ZL dan keluarganya. Dia meminta agar ZL dan keluarganya dihukum setimpal sesuai perbuatannya.

“Saya minta kasus ini diproses hukum sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Ini tindakan kriminal yang dilakukan ZL selaku Anggota DPRD Mempawah yang terhormat,” sesalnya.

Selasa (9/11) siang, SJ dilarikan ke Rumah Sakit Rubini Mempawah. SJ dibawa keluarganya ke rumah sakit lantaran kondisi kesehatan yang menurun. Saat ditemui awak media, SJ tampak terbaring lemah dengan jarum infus ditangan kirinya. SJ mengaku merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya pasca kejadian penganiayaan yang dialaminya.

“Sampai hari ini, saya masih merasakan trauma atas kejadian itu (penganiayaan). Kondisi fisik juga lemah, karena tidak bisa makan. Hanya beberapa sendok saja makan,” lirih SJ.

Lebih jauh, ia mengaku merasakan sesak nafas dan lebam di beberapa bagian tubuhnya akibat penganiayaan yang dilakukan oknum Anggota DPRD Mempawah berinisial ZL.

“Setelah penganiayaan itu, saya sesak nafas, lebam-lebam dan kondisi lemah. Saya tidak bisa makan. Dan sekarang bagian kepala kiri sakit, punggung juga sakit dan pusing,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan dokter, ungkap SJ, sakit di bagian kepala menyebabkan dirinya merasakan pusing hingga sulit makan. Akibatnya

Bantah Tuduhan Penganiayaan

Oknum Anggota DPRD Mempawah ZL saat dikonfirmasi wartawan menepis tuduhan penganiayaan yang disebut SJ dalam laporan polisi. Dia mengklaim justru SJ-lah yang menyerang dan memukulnya berkali-kali.

Baca Juga :  Bekuk Penganiaya Centeng

“Dia (SJ) yang menyerang ke rumah saya. Dia juga memukul dan menarik pakaian saya. Bahkan, saya mengalami luka gores terkena kukunya,” aku ZL.

Legislator Partai Nasdem itu menuturkan, SJ menyerang dirinya ketika hendak turun dari mobil. Saat itu, dia dan istrinya baru saja memarkirkan kendaraan di depan rumah. SJ langsung menggedor pintu mobil dan lalu memukulnya.

“Saya pegang kedua tangannya agar tidak terus memukul. Kemudian, istri saya mendekati dan menanyakan kenapa memukul. Lalu, SJ memaki dan menendang istri saya sebanyak dua kali. Istri saya hanya membalas dengan mendorong kepala SJ sekali,” katanya.

ZL pun mengatakan dirinya tidak membalas pukulan SJ. Melainkan hanya menghindar dan menangkis pukulan SJ. Dia pun memastikan istri dan anaknya tidak melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan SJ dalam laporannya.

“Anak saya tidak melakukan pemukulan. Hanya melerai dan mendorong SJ agar berhenti memukul. Anak saya mendorong SJ, karena melihat ibunya ditendang oleh SJ terlebih dulu,” tegasnya.

Lebih jauh, ZL mengungkapkan, tindakan penyerangan yang dilakukan SJ bukan pertama kalinya. Sebelumnya, SJ pernah dua kali mendatangi rumahnya dan melakukan pengrusakan terhadap handphone miliknya.

“Bukan baru kali ini SJ menyerang ke rumah. Sekitar dua atau tiga bulan lalu, juga melakukan tindakan serupa. Pernah datang menjemput saya, lalu pernah juga datang ke rumah dan membanting handphone,” ujarnya.

Atas kejadian itu, ZL memastikan dirinya telah melaporkan ke Mapolsek Anjongan. ZL menyerahkan seluruh proses hukumnya kepada aparat berwenang untuk mengungkap fakta dan menegakan keadilan dalam kasus tersebut.

“Saya sudah buat lapor ke Polsek. Tinggal kita ketemu di pengadilan sajalah kalau begitu,” pungkas ZL berlalu.(wah)

OKNUM Anggota DPRD Kabupaten Mempawah inisial ZL dilaporkan ke Mapolres Mempawah. Legislator Dapil Sungai Pinyuh-Anjongan itu dipolisikan oleh SJ (23) atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Saat ini, kasus tersebut sedang didalami Reskrim Polres Mempawah.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, Iptu Wendi Sulistiono membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Dia memastikan kasus ini sedang ditangani.

“Iya benar, laporan sudah kami terima. Dan saat ini kami sedang mendalami terkait kasus tersebut,” terang Wendi Sulistiono, Selasa (9/11) pagi.

Berdasarkan LP nomor : TBL/214/XI/2021/Spkt/Polres Mempawah tertanggal 7 November 2021, penganiayaan tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Anjongan, Sabtu (6/11) sekitar pukul 20.40 WIB.

Dalam laporannya, korban menceritakan kasus penganiayaan bermula ketika dirinya berkomunikasi melalui SMS dengan ZL. Tak lama kemudian, komunikasi tersebut terputus lantaran handphone ZL tidak aktif.

Kemudian, SJ nekad mendatangi kediaman ZL di Anjongan. Benar saja, SJ mendapati ZL bersama istrinya sedang berkendara pulang ke rumahnya. SJ langsung menggedor kaca mobil yang ditumpangi ZL.

Si oknum dewan pun tak tinggal diam. Dia langsung keluar dari mobil dan memegang tangan korban. Tak sampai di situ, masih menurut laporan polisi, ZL lantas mencekik dan menjambak rambut serta melayangkan tinju ke dada SJ.

Aksi brutal ZL turut disaksikan oleh istri dan anaknya yang berada di TKP. Namun, alih-alih melerai perkelahian, istri dan anak pelaku justru membantu melakukan tindakan penganiayaan terhadap SJ.

Masih menurut SJ, istri ZL memukul kepala belakang sebelah kiri SJ sebanyak tiga kali dan anaknya memukul satu kali. Perkelahian tak seimbang tersebut menyebabkan SJ mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya. SJ akhirnya berhasil melepaskan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Mempawah.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Kebakaran Balongan, Sebanyak 912 Warga Diungsikan

“Saya tidak terima dengan penganiayaan yang dilakukan ZL dan keluarganya. Akibat penganiayaan tersebut, saya mengalami cedera dan menahan sakit. Sampai sekarang pun tubuh saya masih terasa sakit akibat dipukul ZL dan keluarganya,” lirih SJ.

Ia berharap mendapatkan keadilan atas tindakan penganiayaan yang dilakukan ZL dan keluarganya. Dia meminta agar ZL dan keluarganya dihukum setimpal sesuai perbuatannya.

“Saya minta kasus ini diproses hukum sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Ini tindakan kriminal yang dilakukan ZL selaku Anggota DPRD Mempawah yang terhormat,” sesalnya.

Selasa (9/11) siang, SJ dilarikan ke Rumah Sakit Rubini Mempawah. SJ dibawa keluarganya ke rumah sakit lantaran kondisi kesehatan yang menurun. Saat ditemui awak media, SJ tampak terbaring lemah dengan jarum infus ditangan kirinya. SJ mengaku merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya pasca kejadian penganiayaan yang dialaminya.

“Sampai hari ini, saya masih merasakan trauma atas kejadian itu (penganiayaan). Kondisi fisik juga lemah, karena tidak bisa makan. Hanya beberapa sendok saja makan,” lirih SJ.

Lebih jauh, ia mengaku merasakan sesak nafas dan lebam di beberapa bagian tubuhnya akibat penganiayaan yang dilakukan oknum Anggota DPRD Mempawah berinisial ZL.

“Setelah penganiayaan itu, saya sesak nafas, lebam-lebam dan kondisi lemah. Saya tidak bisa makan. Dan sekarang bagian kepala kiri sakit, punggung juga sakit dan pusing,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan dokter, ungkap SJ, sakit di bagian kepala menyebabkan dirinya merasakan pusing hingga sulit makan. Akibatnya

Bantah Tuduhan Penganiayaan

Oknum Anggota DPRD Mempawah ZL saat dikonfirmasi wartawan menepis tuduhan penganiayaan yang disebut SJ dalam laporan polisi. Dia mengklaim justru SJ-lah yang menyerang dan memukulnya berkali-kali.

Baca Juga :  Penganiayaan di Mempawah, Korban Dilempar Tombak Nibung

“Dia (SJ) yang menyerang ke rumah saya. Dia juga memukul dan menarik pakaian saya. Bahkan, saya mengalami luka gores terkena kukunya,” aku ZL.

Legislator Partai Nasdem itu menuturkan, SJ menyerang dirinya ketika hendak turun dari mobil. Saat itu, dia dan istrinya baru saja memarkirkan kendaraan di depan rumah. SJ langsung menggedor pintu mobil dan lalu memukulnya.

“Saya pegang kedua tangannya agar tidak terus memukul. Kemudian, istri saya mendekati dan menanyakan kenapa memukul. Lalu, SJ memaki dan menendang istri saya sebanyak dua kali. Istri saya hanya membalas dengan mendorong kepala SJ sekali,” katanya.

ZL pun mengatakan dirinya tidak membalas pukulan SJ. Melainkan hanya menghindar dan menangkis pukulan SJ. Dia pun memastikan istri dan anaknya tidak melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan SJ dalam laporannya.

“Anak saya tidak melakukan pemukulan. Hanya melerai dan mendorong SJ agar berhenti memukul. Anak saya mendorong SJ, karena melihat ibunya ditendang oleh SJ terlebih dulu,” tegasnya.

Lebih jauh, ZL mengungkapkan, tindakan penyerangan yang dilakukan SJ bukan pertama kalinya. Sebelumnya, SJ pernah dua kali mendatangi rumahnya dan melakukan pengrusakan terhadap handphone miliknya.

“Bukan baru kali ini SJ menyerang ke rumah. Sekitar dua atau tiga bulan lalu, juga melakukan tindakan serupa. Pernah datang menjemput saya, lalu pernah juga datang ke rumah dan membanting handphone,” ujarnya.

Atas kejadian itu, ZL memastikan dirinya telah melaporkan ke Mapolsek Anjongan. ZL menyerahkan seluruh proses hukumnya kepada aparat berwenang untuk mengungkap fakta dan menegakan keadilan dalam kasus tersebut.

“Saya sudah buat lapor ke Polsek. Tinggal kita ketemu di pengadilan sajalah kalau begitu,” pungkas ZL berlalu.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/