alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Mobil Terbakar, Dua Warga jadi Korban

Insiden Terjadi usai Salin BBM ke Jeriken

MEMPAWAH – Insiden mobil terbakar mengejutkan masyarakat Desa Sungai Bakau Besar Laut, persis di depan Pesantren Al-Adabiy, Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (9/1) sekitar pukul 22.30 WIB. Dalam kejadian itu, dua orang korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke RS Antonius Pontianak.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Paur Humas, Bripka Susworo menjelaskan bahwa mobil naas yang terbakar adalah berjenis pikap dengan nomor polisi KB 8794 B.

“Dalam insiden ini ada dua orang korban mengalami luka bakar. Yakni, Muhammad Syahnur Hendrik (24), warga RT 13/RW 05 Desa Beringin, Kabupaten Sanggau; dan Fajar Okta Viyandy (19), warga RT 01/RW 02, Desa Bakau Besar. Kedua korban mengalami luka bakar,” ungkap Susworo, Minggu (10/1) pagi di Mempawah.

Susworo menjelaskan, insiden kebakaran itu sendiri bermula ketika mobil yang dikemudikan Fajar menepikan kendaraannya persis di depan Pondok Pesantren Al Adabiy, usai mengisi premium di SPBU Sungai Bakau Besar Laut. “Usai mengisi bahan bakar, korban keluar dari area SPBU dan berhenti di depan Pontren Al Adabiy. Saat itu, mesin mobil dalam keadaan mati,” tuturnya.

Baca Juga :  Janji Bangun Kembali SDN 19 Telayar

Lalu, sambung Susworo, kedua korban berniat memindahkan bahan bakar ke dalam jeriken. Namun, dia menambahkakn, seketika saja api menyambar bahan bakar dan menyebabkan seluruh badan mobil terbakar.

“Bahkan, keduanya juga menjadi korban. Mereka mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Saat itu juga, keduanya langsung dibawa ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk menjalani perawatan medis. Kemudian di rujuk ke RS Santo Antonius Pontianak,” paparnya.

Di tempat terpisah, seorang warga saksi mata yang menyaksikan insiden mobil terbakar itu sempat mendengarkan suara ledakan dari kobaran api yang membakar seluruh badan mobil pikap.

“Ada terdengar suara ledakan, lalu kobakaran api membumbung tinggi. Saya dan warga lainnya tidak berani mendekat. Karena takut kobakaran api bisa membahayakan keselamatan,” cerita Budi.

Baca Juga :  Hindari Konflik Masyarakat, Desa Nusapati Tolak Pencairan BST Covid-19

Beberapa waktu kemudian, merekak berupaya memadamkan kobakaran api. Mereka beramai-ramai menyiramkan air secara manual menggunakan ember hingga akhirnya api berhasil dipadamkan.

“Warga dan santri Pondok Pesantren Al-Adabiy juga yang membantu memadamkan api dengan menyiramkan air secara manual,” pungkasnya berlalu.

Kasus kebakaran mobil di wilayah Kecamatan Sungai Pinyuh ini bukan kali pertama. Tahun 2020 lalu, insiden kebakaran mobil juga terjadi di SPBU Nusapati. Bahkan, mobil terbakar masih berada di lingkungan SPBU. Beruntung api berhasil dipadamkan hingga tidak membakar bangunan SPBU. (wah)

Insiden Terjadi usai Salin BBM ke Jeriken

MEMPAWAH – Insiden mobil terbakar mengejutkan masyarakat Desa Sungai Bakau Besar Laut, persis di depan Pesantren Al-Adabiy, Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (9/1) sekitar pukul 22.30 WIB. Dalam kejadian itu, dua orang korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke RS Antonius Pontianak.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Paur Humas, Bripka Susworo menjelaskan bahwa mobil naas yang terbakar adalah berjenis pikap dengan nomor polisi KB 8794 B.

“Dalam insiden ini ada dua orang korban mengalami luka bakar. Yakni, Muhammad Syahnur Hendrik (24), warga RT 13/RW 05 Desa Beringin, Kabupaten Sanggau; dan Fajar Okta Viyandy (19), warga RT 01/RW 02, Desa Bakau Besar. Kedua korban mengalami luka bakar,” ungkap Susworo, Minggu (10/1) pagi di Mempawah.

Susworo menjelaskan, insiden kebakaran itu sendiri bermula ketika mobil yang dikemudikan Fajar menepikan kendaraannya persis di depan Pondok Pesantren Al Adabiy, usai mengisi premium di SPBU Sungai Bakau Besar Laut. “Usai mengisi bahan bakar, korban keluar dari area SPBU dan berhenti di depan Pontren Al Adabiy. Saat itu, mesin mobil dalam keadaan mati,” tuturnya.

Baca Juga :  Gaji IRT UMKM Lampaui Pegawai Negeri

Lalu, sambung Susworo, kedua korban berniat memindahkan bahan bakar ke dalam jeriken. Namun, dia menambahkakn, seketika saja api menyambar bahan bakar dan menyebabkan seluruh badan mobil terbakar.

“Bahkan, keduanya juga menjadi korban. Mereka mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Saat itu juga, keduanya langsung dibawa ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk menjalani perawatan medis. Kemudian di rujuk ke RS Santo Antonius Pontianak,” paparnya.

Di tempat terpisah, seorang warga saksi mata yang menyaksikan insiden mobil terbakar itu sempat mendengarkan suara ledakan dari kobaran api yang membakar seluruh badan mobil pikap.

“Ada terdengar suara ledakan, lalu kobakaran api membumbung tinggi. Saya dan warga lainnya tidak berani mendekat. Karena takut kobakaran api bisa membahayakan keselamatan,” cerita Budi.

Baca Juga :  Ratusan Peserta Ramaikan Kirab Budaya

Beberapa waktu kemudian, merekak berupaya memadamkan kobakaran api. Mereka beramai-ramai menyiramkan air secara manual menggunakan ember hingga akhirnya api berhasil dipadamkan.

“Warga dan santri Pondok Pesantren Al-Adabiy juga yang membantu memadamkan api dengan menyiramkan air secara manual,” pungkasnya berlalu.

Kasus kebakaran mobil di wilayah Kecamatan Sungai Pinyuh ini bukan kali pertama. Tahun 2020 lalu, insiden kebakaran mobil juga terjadi di SPBU Nusapati. Bahkan, mobil terbakar masih berada di lingkungan SPBU. Beruntung api berhasil dipadamkan hingga tidak membakar bangunan SPBU. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/