alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Ustaz Nurkhalifatul Amin-Agus Minarni Penumpang Sriwijaya Air SJ182

Pulang Takziah Orang Tua dan Temui Anak di Pesantren Gontor

Ustaz H. Nurkhalifatul Amin dan istrinya, Hj. Agus Minarni, warga Komplek Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, tercatat sebagai penumpang Sriwijaya Air JS182 rute Jakarta – Pontianak. Keduanya dinyatakan hilang bersama 60 orang lainnya.

WAHYU ISMIR, Mempawah

SESUAI data manifest yang tersebar di publik, pasangan suami istri (pasutri) Aparatur Sipil Negara (ASN) guru di Kabupaten Mempawah itu tercatat sebagai penumpang pesawat Sriwijaya Air JS182 nomor 51 dan 52.

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang, KH. Tusirana Rasyid yang juga kerap dari kedua korban hilang menceritakan Ustaz H. Nurkhalifatul Amin dan istrinya, Hj. Agus Minarni meninggalkan Kota Mempawah untuk melakukan takziah.

“Orang tua dari Ustaz H. Nurkhalifatul Amin bernama H. Muhammad Salamun wafat pada 26 Desember 2020 di Ngabar, Ponorogo. Jadi, Ustaz H. Nurkhalifatul Amin dan istrinya berangkat ke sana,” tutur Tusirana, Minggu (10/1) siang via seluler.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mempawah tersebut menceritakan bahwa beberapa hari usai takziah, keduanya berkesempatan menemui putranya yang sedang menimba ilmu di Pondok Modern Gontor, Ponorogo. “Setelah takziah, mereka ini menemui dua orang putranya yang nyantri di Gontor. Barulah pada Sabtu (9/1) bertolak pulang ke Mempawah,” ujarnya.

Baca Juga :  Sanksi Bagi ASN Tolak Vaksin

Namun, imbuh Tusirana, takdir Allah berkehendak lain. Dari informasi yang didapatnya, pesawat yang ditumpangi keduanya dikabarkan hilang sesaat usai lepas landas. Belakangan diketahui dia jika pesawat tersebut jatuh di Perairan Kepulauan Seribu.

“Sampai hari ini (kemarin, Red), kami terus men-update informasi dan perkembangan tentang upaya pencarian dan evakuasi yang dilakukan petugas Basarnas, TNI dan pihak terkait lainnya. Kami memantau melalui televisi dan media online,” ucap Tusirana.

Dia mengatakan, keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Pihak keluarga, menurut dia, sudah siap menerima apapun hasil pencarian petugas dilapangan.

“Insyaallah, kami semua sudah memaklumi dan menerima apapun takdir Allah Ta’ala,” lirihnya.

Lebih jauh, Tusirana menyebutkan sejumlah anggota keluarga sedang berbagi tugas. Ada yang berangkat ke Pontianak untuk menjalani test DNA, guna mendukung proses identifikasi yang akan dilakukan petugas.

Baca Juga :  Bupati Mempawah Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana

“Ada juga keluarga yang berangkat ke Jakarta untuk berjumpa dan menenangkan anak-anak dari Ustaz H. Nurkhalifatul Amin dan Hj. Agus Minarni,” tandasnya.

Di lain pihak, Kodim 1201/MPh bergerak cepat melakukan pengecekan terhadap identitas korban penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang tercatat berada di wilayah teritorialnya Kabupaten Mempawah dan Landak. Petugas mendapatkan ada tiga nama yang terdata sebagai penumpang pesawat naas itu.

“Tiga penumpang tersebut adalah Muhammad Nur Kholifatul Amin dan istrinya Agus Minarni. Warga Komplek Pesantren Darussalam Mempawah. Pihak keluarga sudah memastikan jika keduanya naik di pesawat tersebut,” kata Dandim Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto.

Kemudian, imbuh Dandim, tercatat pula satu warga Dusun Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak atas nama Yohanes Suherdi yang diketahui menumpangi pesawat rute Jakarta – Pontianak itu.

“Saat ini, pihak keluarga masih memantau perkembangan informasi dilapangan untuk mendapatkan kepastian tentang nasib para penumpang pesawat tersebut. Kita doakan agar petugas dilapangan segera menemukan seluruh penumpang pesawat,” tandasnya. (*)

Pulang Takziah Orang Tua dan Temui Anak di Pesantren Gontor

Ustaz H. Nurkhalifatul Amin dan istrinya, Hj. Agus Minarni, warga Komplek Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, tercatat sebagai penumpang Sriwijaya Air JS182 rute Jakarta – Pontianak. Keduanya dinyatakan hilang bersama 60 orang lainnya.

WAHYU ISMIR, Mempawah

SESUAI data manifest yang tersebar di publik, pasangan suami istri (pasutri) Aparatur Sipil Negara (ASN) guru di Kabupaten Mempawah itu tercatat sebagai penumpang pesawat Sriwijaya Air JS182 nomor 51 dan 52.

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang, KH. Tusirana Rasyid yang juga kerap dari kedua korban hilang menceritakan Ustaz H. Nurkhalifatul Amin dan istrinya, Hj. Agus Minarni meninggalkan Kota Mempawah untuk melakukan takziah.

“Orang tua dari Ustaz H. Nurkhalifatul Amin bernama H. Muhammad Salamun wafat pada 26 Desember 2020 di Ngabar, Ponorogo. Jadi, Ustaz H. Nurkhalifatul Amin dan istrinya berangkat ke sana,” tutur Tusirana, Minggu (10/1) siang via seluler.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mempawah tersebut menceritakan bahwa beberapa hari usai takziah, keduanya berkesempatan menemui putranya yang sedang menimba ilmu di Pondok Modern Gontor, Ponorogo. “Setelah takziah, mereka ini menemui dua orang putranya yang nyantri di Gontor. Barulah pada Sabtu (9/1) bertolak pulang ke Mempawah,” ujarnya.

Baca Juga :  KSOP Ukur Puluhan Kapal Nelayan

Namun, imbuh Tusirana, takdir Allah berkehendak lain. Dari informasi yang didapatnya, pesawat yang ditumpangi keduanya dikabarkan hilang sesaat usai lepas landas. Belakangan diketahui dia jika pesawat tersebut jatuh di Perairan Kepulauan Seribu.

“Sampai hari ini (kemarin, Red), kami terus men-update informasi dan perkembangan tentang upaya pencarian dan evakuasi yang dilakukan petugas Basarnas, TNI dan pihak terkait lainnya. Kami memantau melalui televisi dan media online,” ucap Tusirana.

Dia mengatakan, keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Pihak keluarga, menurut dia, sudah siap menerima apapun hasil pencarian petugas dilapangan.

“Insyaallah, kami semua sudah memaklumi dan menerima apapun takdir Allah Ta’ala,” lirihnya.

Lebih jauh, Tusirana menyebutkan sejumlah anggota keluarga sedang berbagi tugas. Ada yang berangkat ke Pontianak untuk menjalani test DNA, guna mendukung proses identifikasi yang akan dilakukan petugas.

Baca Juga :  Komisi V DPR-RI Tinjau Pelabuhan Kijing

“Ada juga keluarga yang berangkat ke Jakarta untuk berjumpa dan menenangkan anak-anak dari Ustaz H. Nurkhalifatul Amin dan Hj. Agus Minarni,” tandasnya.

Di lain pihak, Kodim 1201/MPh bergerak cepat melakukan pengecekan terhadap identitas korban penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang tercatat berada di wilayah teritorialnya Kabupaten Mempawah dan Landak. Petugas mendapatkan ada tiga nama yang terdata sebagai penumpang pesawat naas itu.

“Tiga penumpang tersebut adalah Muhammad Nur Kholifatul Amin dan istrinya Agus Minarni. Warga Komplek Pesantren Darussalam Mempawah. Pihak keluarga sudah memastikan jika keduanya naik di pesawat tersebut,” kata Dandim Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto.

Kemudian, imbuh Dandim, tercatat pula satu warga Dusun Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak atas nama Yohanes Suherdi yang diketahui menumpangi pesawat rute Jakarta – Pontianak itu.

“Saat ini, pihak keluarga masih memantau perkembangan informasi dilapangan untuk mendapatkan kepastian tentang nasib para penumpang pesawat tersebut. Kita doakan agar petugas dilapangan segera menemukan seluruh penumpang pesawat,” tandasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/