alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Covid Membuat Curanmor Menjadi-jadi, Bikin Warga Resah

MEMPAWAH – Tindak kriminalitas pencurian sepeda motor (curanmor) marak terjadi di lingkungan masyarakat Kota Mempawah. Dalam dua hari ini, ada dua kasus pencurian kendaraan. Masyarakat berharap Polres Mempawah bekerja maksimal mengungkap sindikat curamor di wilayah itu.

Kasus curanmor pertama terjadi pada Rabu (8/7) siang di parkiran belakang kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mempawah. Korbannya pegawai setempat bernama Marlina. Sepeda motor KB 6974 BC miliknya raib digasak maling.

Suami korban, Saprani mengungkapkan, kasus curanmor yang dialami istrinya bermula ketika kendaraan itu digunakan oleh pegawai honorer untuk membeli makan siang. Saat kembali dari membeli makanan, motor itu diparkir di halaman belakang Kantor Dinas Dukcapil.

Pegawai honorer mengaku telah menyerahkan kunci sepeda motor kepada korban Marlina. Namun, saat itu korban sibuk bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengurus keperluan dokumen kependudukan hingga tak mengecek keberadaan kunci motor tersebut.

“Sekitar pukul 15.45, istri saya hendak pulang ke rumah. Saat itulah, istri saya mencari kunci motor dan tidak menemukannya. Bahkan, setelah beberapa waktu mencari kunci motor tetap tidak ditemukan,” terang Saprani.

Baca Juga :  Bupati Panen Padi Merah dan Hitam

Korban kemudian mengecek keberadaan sepeda motornya yang diparkir di halaman belakang Kantor Dukcapil. Alangkah kagetnya korban saat mendapati sepeda motornya sudah raib dari parkiran.

“Saya menduga pegawai honorer yang memakai sepeda motor istri saya itu, lupa mengambil kunci dari kontak. Kondisi itulah dimanfaatkan pelaku untuk melarikan sepeda motor dari parkiran belakang Kantor Dukcapil,” terkanya.

Setelah memastikan sepeda motor tersebut hilang, korban melaporkan kasus curanmor itu ke Mapolres Mempawah. Dia berharap pihak berwenang dapat melacak dan menemukan sepeda motor serta menangkap pelakunya.

“Kita minta Dinas Dukcapil lebih meningkatkan keamanan di lingkungan kerjanya. Salah satunya dengan memasang kamera CCTV. Karena ini sangat penting untuk menjaga keamanan kendaraan pegawai maupun masyarakat yang berkunjung,” sarannya.

Sementara itu, kasus curanmor juga terjadi di salah satu rumah warga BTN Kabut Permai, Jalan Dr Rubini Mempawah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kamis (9/7) sekitar pukul 02.30. Korban pemilik sepeda motor bernama Yeni Kurnia Eka Wati.

Kepada koran ini, korban menceritakan, aksi curanmor itu terjadi ketika dirinya sedang beristirahat dirumah. Saat itu, sepeda motor KB 2261 BY warna coklat-hitam miliknya parkir didalam garasi bersama kendaraan sepeda motor lainnya.

Baca Juga :  UKK Siap Melayani Pembuatan Paspor Elektronik

Ketika korban sedang lelap tertidur, diduga pelaku menjalankan aksinya dengan mencongkel jendela. Berhasil masuk ke dalam rumah, pelaku lantas menuju ke garasi. Kemudian, pelaku pun membawa kabur sepeda motor Scoopy melalui pintu garasi.

Kejadian itu pertama kali diketahui korban saat dirinya bangun tidur sekitar pukul 03.30. Ketika itu, korban melihat ke arah garasi dan mendapati sepeda motor miliknya telah raib dari tempat parkiran. Korban kaget melihat pintu garasi dalam kondisi terbuka dan jendela rumahnya rusak akibat dicongkel maling.

“Yang dicuri hanya sepeda motor saja. Sedangkan barang lain masih utuh. Hanya saja, di dalam jok sepeda motor itu ada dompet milik anak saya,” kata Yeni.

Atas kejadian itu, Yeni yang juga pendidik di SMPN 1 Mempawah Timur itu mengaku telah melaporkannya kepada pihak berwajib. Dia berharap petugas kepolisian dapat menemukan keberadaan sepeda motor miliknya dan menangkap pelaku pencurian.

“Kasus ini sudah saya laporkan, dan sekarang sedang dalam proses kepolisian. Mudah-mudahan bisa secepatnya ditemukan oleh petugas berwenang,” harapnya.(wah)

 

MEMPAWAH – Tindak kriminalitas pencurian sepeda motor (curanmor) marak terjadi di lingkungan masyarakat Kota Mempawah. Dalam dua hari ini, ada dua kasus pencurian kendaraan. Masyarakat berharap Polres Mempawah bekerja maksimal mengungkap sindikat curamor di wilayah itu.

Kasus curanmor pertama terjadi pada Rabu (8/7) siang di parkiran belakang kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mempawah. Korbannya pegawai setempat bernama Marlina. Sepeda motor KB 6974 BC miliknya raib digasak maling.

Suami korban, Saprani mengungkapkan, kasus curanmor yang dialami istrinya bermula ketika kendaraan itu digunakan oleh pegawai honorer untuk membeli makan siang. Saat kembali dari membeli makanan, motor itu diparkir di halaman belakang Kantor Dinas Dukcapil.

Pegawai honorer mengaku telah menyerahkan kunci sepeda motor kepada korban Marlina. Namun, saat itu korban sibuk bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengurus keperluan dokumen kependudukan hingga tak mengecek keberadaan kunci motor tersebut.

“Sekitar pukul 15.45, istri saya hendak pulang ke rumah. Saat itulah, istri saya mencari kunci motor dan tidak menemukannya. Bahkan, setelah beberapa waktu mencari kunci motor tetap tidak ditemukan,” terang Saprani.

Baca Juga :  AMPG Mempawah Usulkan Figur Millenial

Korban kemudian mengecek keberadaan sepeda motornya yang diparkir di halaman belakang Kantor Dukcapil. Alangkah kagetnya korban saat mendapati sepeda motornya sudah raib dari parkiran.

“Saya menduga pegawai honorer yang memakai sepeda motor istri saya itu, lupa mengambil kunci dari kontak. Kondisi itulah dimanfaatkan pelaku untuk melarikan sepeda motor dari parkiran belakang Kantor Dukcapil,” terkanya.

Setelah memastikan sepeda motor tersebut hilang, korban melaporkan kasus curanmor itu ke Mapolres Mempawah. Dia berharap pihak berwenang dapat melacak dan menemukan sepeda motor serta menangkap pelakunya.

“Kita minta Dinas Dukcapil lebih meningkatkan keamanan di lingkungan kerjanya. Salah satunya dengan memasang kamera CCTV. Karena ini sangat penting untuk menjaga keamanan kendaraan pegawai maupun masyarakat yang berkunjung,” sarannya.

Sementara itu, kasus curanmor juga terjadi di salah satu rumah warga BTN Kabut Permai, Jalan Dr Rubini Mempawah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kamis (9/7) sekitar pukul 02.30. Korban pemilik sepeda motor bernama Yeni Kurnia Eka Wati.

Kepada koran ini, korban menceritakan, aksi curanmor itu terjadi ketika dirinya sedang beristirahat dirumah. Saat itu, sepeda motor KB 2261 BY warna coklat-hitam miliknya parkir didalam garasi bersama kendaraan sepeda motor lainnya.

Baca Juga :  Keterbukaan Informasi Publik Menangkal Kabar Hoax

Ketika korban sedang lelap tertidur, diduga pelaku menjalankan aksinya dengan mencongkel jendela. Berhasil masuk ke dalam rumah, pelaku lantas menuju ke garasi. Kemudian, pelaku pun membawa kabur sepeda motor Scoopy melalui pintu garasi.

Kejadian itu pertama kali diketahui korban saat dirinya bangun tidur sekitar pukul 03.30. Ketika itu, korban melihat ke arah garasi dan mendapati sepeda motor miliknya telah raib dari tempat parkiran. Korban kaget melihat pintu garasi dalam kondisi terbuka dan jendela rumahnya rusak akibat dicongkel maling.

“Yang dicuri hanya sepeda motor saja. Sedangkan barang lain masih utuh. Hanya saja, di dalam jok sepeda motor itu ada dompet milik anak saya,” kata Yeni.

Atas kejadian itu, Yeni yang juga pendidik di SMPN 1 Mempawah Timur itu mengaku telah melaporkannya kepada pihak berwajib. Dia berharap petugas kepolisian dapat menemukan keberadaan sepeda motor miliknya dan menangkap pelaku pencurian.

“Kasus ini sudah saya laporkan, dan sekarang sedang dalam proses kepolisian. Mudah-mudahan bisa secepatnya ditemukan oleh petugas berwenang,” harapnya.(wah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/