alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

12 Ruko Pasar Sungai Pinyuh Ludes

Api Muncul dari Warung Kopi

MEMPAWAH – Kebakaran hebat terjadi di Kompleks Pasar Laut Sungai Pinyuh, Jalan Jurusan Mempawah, Sabtu (10/10) sekitar pukul 19.15 WIB. Sedikitnya 12 rumah toko (ruko) ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Dari pantauan Pontianak Post di lapangan, kobaran api membumbung tinggi melalap bangunan ruko. Tiupan angin kencang menyebabkan si jago merah semakin beringas. Korban pemilik ruko tampak berhamburan keluar dari rumahnya. Mereka berusaha menyelamatkan diri dan harta benda ke tempat yang lebih aman.

Sejumlah warga juga tampak ikut membantu untuk menyelamatkan barang-barang berharga milik korban.  Namun, tak banyak yang dapat diselamatkan. Sebab, kobaran api dengan cepat merembet dan menghanguskan bangunan dua lantai itu.

Sementara itu, sebagian warga lainnya bergegas menghubungi pemadam kebakaran. Petugas dari Badan Pemadam Api Sungai Pinyuh (BPA-SP) menurunkan seluruh unit mobil damkar ke TKP. Mereka langsung berjibaku memadamkan api. Tak lama kemudian, puluhan unit mobil pemadam kebakaran dari daerah lainnya tiba di TKP kebakaran.

Angin yang bertiup cukup kencang menyebabkan api menjalar semakin cepat. Namun, kepiawaian petugas dan didukung dengan sumber air yang tak jauh dari lokasi membuat upaya pemadaman berlangsung maksimal.

Baca Juga :  Gudang Kratom di Jalan Trans Terbakar

Setelah lebih sejam, petugas berhasil mengendalikan si jago merah. Api akhirnya berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih bersiaga melakukan pendinginan pada beberapa bangunan untuk mengantisipasi agar api tidak kembali muncul dan membesar.

Dari pantauan lapangan, sedikitnya 12 ruko di Kompleks Pasar Laut Sungai Pinyuh Jalan Jurusan Mempawah menyisakan puing. Ruko yang terbakar dalam musibah itu di antaranya Warung Kopi Nikmat, Toko Buku Valentine, Mini Market Era Baru, Kantor Pegadaian Sungai Pinyuh, Toko Fajar Teknik dan lainnya.

Pemilik Toko Nikmat, Kok Tjun Min alias Amin menceritakan, kebakaran berlangsung dengan cepat dan tanpa diduga-duga. Amin mengakui, api pertama kali muncul dari toko miliknya itu.

“Sekitar pukul 16.00 WIB saya sudah menutup toko. Kemudian pergi keluar dan pulang sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu belum ada api,” aku Amin.

Tak lama kemudian, lanjut Amin, dirinya keluar dari kamar dan mandi di lantai bawah ruko tersebut. Belum lama mandi, saudaranya mengabarkan jika terlihat ada kobakaran api di bagian plafon lantai atas rukonya.

Baca Juga :  Ruko Depan Terminal Mempawah Ludes, Warga Dengar Suara Ledakan

“Saat saya sedang mandi, adik memberitahukan jika ada api di lantai atas. Saya langsung naik ke lantai atas untuk memadamkan api secara manual. Namun, usaha itu sia-sia dan api semakin membesar,” kenang Amin.

Mendapati api semakin membesar, Aminlalu keluar dari ruko dan meminta pertolongan dari warga sekitar. Suasana di lingkungan ruko tampak sepi. Sebab, kebanyakan warga sudah pulang ke rumah untuk beristirahat.

“Saya teriak minta tolong dan memberitahukan kepada warga telah terjadi kebakaran. Tak lama, warga pun berdatangan. Sementara itu, saya berusaha membawa seluruh keluarga ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Amin mengaku tak banyak harta benda yang berhasil diselamatkannya dalam musibah tersebut. Sebagian besar harta bendanya ludes. Meski demikian, dia bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat.

“Saya hanya dapat menyelamatkan sepeda motor. Sedangkan harta benda lain termasuk surat-surat ruko semua terbakar. Yang terpenting seluruh keluarga dalam kondisi selamat,” tukasnya.(wah)

 

Api Muncul dari Warung Kopi

MEMPAWAH – Kebakaran hebat terjadi di Kompleks Pasar Laut Sungai Pinyuh, Jalan Jurusan Mempawah, Sabtu (10/10) sekitar pukul 19.15 WIB. Sedikitnya 12 rumah toko (ruko) ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Dari pantauan Pontianak Post di lapangan, kobaran api membumbung tinggi melalap bangunan ruko. Tiupan angin kencang menyebabkan si jago merah semakin beringas. Korban pemilik ruko tampak berhamburan keluar dari rumahnya. Mereka berusaha menyelamatkan diri dan harta benda ke tempat yang lebih aman.

Sejumlah warga juga tampak ikut membantu untuk menyelamatkan barang-barang berharga milik korban.  Namun, tak banyak yang dapat diselamatkan. Sebab, kobaran api dengan cepat merembet dan menghanguskan bangunan dua lantai itu.

Sementara itu, sebagian warga lainnya bergegas menghubungi pemadam kebakaran. Petugas dari Badan Pemadam Api Sungai Pinyuh (BPA-SP) menurunkan seluruh unit mobil damkar ke TKP. Mereka langsung berjibaku memadamkan api. Tak lama kemudian, puluhan unit mobil pemadam kebakaran dari daerah lainnya tiba di TKP kebakaran.

Angin yang bertiup cukup kencang menyebabkan api menjalar semakin cepat. Namun, kepiawaian petugas dan didukung dengan sumber air yang tak jauh dari lokasi membuat upaya pemadaman berlangsung maksimal.

Baca Juga :  Indomaret Tayan Hangus

Setelah lebih sejam, petugas berhasil mengendalikan si jago merah. Api akhirnya berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih bersiaga melakukan pendinginan pada beberapa bangunan untuk mengantisipasi agar api tidak kembali muncul dan membesar.

Dari pantauan lapangan, sedikitnya 12 ruko di Kompleks Pasar Laut Sungai Pinyuh Jalan Jurusan Mempawah menyisakan puing. Ruko yang terbakar dalam musibah itu di antaranya Warung Kopi Nikmat, Toko Buku Valentine, Mini Market Era Baru, Kantor Pegadaian Sungai Pinyuh, Toko Fajar Teknik dan lainnya.

Pemilik Toko Nikmat, Kok Tjun Min alias Amin menceritakan, kebakaran berlangsung dengan cepat dan tanpa diduga-duga. Amin mengakui, api pertama kali muncul dari toko miliknya itu.

“Sekitar pukul 16.00 WIB saya sudah menutup toko. Kemudian pergi keluar dan pulang sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu belum ada api,” aku Amin.

Tak lama kemudian, lanjut Amin, dirinya keluar dari kamar dan mandi di lantai bawah ruko tersebut. Belum lama mandi, saudaranya mengabarkan jika terlihat ada kobakaran api di bagian plafon lantai atas rukonya.

Baca Juga :  Perluas Serbuan Vaksinasi

“Saat saya sedang mandi, adik memberitahukan jika ada api di lantai atas. Saya langsung naik ke lantai atas untuk memadamkan api secara manual. Namun, usaha itu sia-sia dan api semakin membesar,” kenang Amin.

Mendapati api semakin membesar, Aminlalu keluar dari ruko dan meminta pertolongan dari warga sekitar. Suasana di lingkungan ruko tampak sepi. Sebab, kebanyakan warga sudah pulang ke rumah untuk beristirahat.

“Saya teriak minta tolong dan memberitahukan kepada warga telah terjadi kebakaran. Tak lama, warga pun berdatangan. Sementara itu, saya berusaha membawa seluruh keluarga ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Amin mengaku tak banyak harta benda yang berhasil diselamatkannya dalam musibah tersebut. Sebagian besar harta bendanya ludes. Meski demikian, dia bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat.

“Saya hanya dapat menyelamatkan sepeda motor. Sedangkan harta benda lain termasuk surat-surat ruko semua terbakar. Yang terpenting seluruh keluarga dalam kondisi selamat,” tukasnya.(wah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/