alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Terus Ajak Warga untuk Vaksin

MEMPAWAH – Menindaklanjuti capaian vaksinasi di Kabupaten Mempawah yang berada diurutan terakhir dari 14 kabupaten dan kota di Kalbar, pemerintah daerah setempat menggelar pemaparan Sosialisasi Advokasi Vaksinasi Covid-19, Senin (11/10) di Aula Kantor Bupati Mempawah.

Sosialisasi dihadiri Wagub Kalbar, Ria Norsan, Bupati Mempawah, Erlina, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, Forkopimda, Kepala OPD, Camat dan Kades se-Kabupaten Mempawah.

“Setiap daerah harus secepat mungkin mencapai herd immunity di masyarakat. Minimal capaian vaksin bisa mencapai 60-70 persen dari target 80 persen. Pemprov inginkan akhir Oktober 2021 ini bisa mencapai 60 persen,” tegas Norsan.

Norsan menjamin ketersediaan dan stok vaksin di Kalbar sangat banyak. Karena itu, dia mengingatkan Satgas Kabupaten Mempawah tidak perlu khawatir kehabisan stok vaksin. Jika stok sudah menipis segera laporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

“Seandainya stok vaksin sudah mau habis tolong segera hubungi Kadis Pemprov Kalbar. Dengan catatan, cepat disampaikan agar bisa kita sediakan. Minimal seminggu sebelum kehabisan vaksin sudah dilaporkan agar bisa dikirim ke daerah,” pesannya.

Masih dalam pertemuan itu, Norsan menyarankan agar dilakukan vaksinasi serentak di seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Mempawah. Dengan cara itu, dia optimis capaian vaksin di Kabupaten Mempawah bisa terdongkrak.

Baca Juga :  Harapkan Ormas jadi Pelopor Pemersatu Kerukunan Masyarakat

“Hambatan biasanya di desa masalah sinyal, maka lakukan dulu pencatatan manual hingga menunggu tiba di daerah yang ada sinyal barulah di cetak kartu vaksin,” sarannya.

Norsan menyarankan agar vaksin memperioritaskan anak-anak sekolah lebih dulu. Karena, pelajar jauh lebih mudah dikontrol untuk mendukung kelancaran pelaksanaan vaksinasi dibandingkan masyarakat umum yang kerap lari ketika didatangi petugas vaksin.

“Seluruh stakeholder yang hadir dalam rapat ini agar bekerja maksimal. Jangan sampai saat rapat kita semua setuju dan siap, tetapi dilapangan berbanding terbalik. Sebagai pemimpin baik ditingkat atas sampai bawah Desa dan RT harus bertanggungjawab dengan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” tegas Norsan.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina mengungkapkan saat ini Kabupaten Mempawah berada pada PPKM level 3 dengan status zona kuning dengan skala 2,84 dan berada di urutan ke 3 di Kalbar.

“Per 9 Oktober, capaian vaksinasi di Kabupaten Mempawah untuk dosis 1 sebanyak 47. 539 orang atau 21,89 persen dan dosis 2 sebanyak 25.249 orang atau 11,63 persen dengan persentase rata-rata 16,76 persen. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Mempawah berada diurutan terakhir dari 14 kabupaten dan kota di Kalbar,” papar Erlina.

Baca Juga :  Gebyar Vaksinasi Lancar

Erlina mengatakan, target terbentuknya herd immunity di Kabupaten Mempawah dengan capaian vaksin sebesar 70 persen atau 217.123 orang. Dia memprediksikan target tersebut baru akan tercapai hingga Februari 2022.

“Jika dilihat dari angka capaian vaksinasi per 9 Oktober yang baru mencapai 16 persen lebih maka masih kekurangan 84 persen capaian vaksin yang harus dikejar oleh petugas di masyarakat,” katanya.

Erlina menyebut rendahnya capaian vaksinasi di Kabupaten Mempawah disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, sosialisasi yang belum menyentuh hati masyarakat, kemudian masyarakat belum yakin sehingga enggan menerima suntikan vaksin serta vaksinasi belum menjadi gerakan yang menggerakan seluruh komponen masyarakat.

“Solusi yang bisa dilakukan melaksanakan sosialisasi yang dapat menyentuh hati masyarakat dengan pendekatan agama, medis dan sosial budaya. Lakukan pendataan masyarakat yang belum vaksin hingga ketingkat RT sebagai sasaran vaksin nantinya,” pendapat Erlina.

“Kemudian, menentukan tempat-tempat yang dapat digunakan untuk pelayanan vaksin, penyampaian informasi melalui media secara masif, mengadakan operasi besar-besaran di semua lini dan memastikan ketersediaan vaksin, tenaga medis dan anggaran yang memadai,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH – Menindaklanjuti capaian vaksinasi di Kabupaten Mempawah yang berada diurutan terakhir dari 14 kabupaten dan kota di Kalbar, pemerintah daerah setempat menggelar pemaparan Sosialisasi Advokasi Vaksinasi Covid-19, Senin (11/10) di Aula Kantor Bupati Mempawah.

Sosialisasi dihadiri Wagub Kalbar, Ria Norsan, Bupati Mempawah, Erlina, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, Forkopimda, Kepala OPD, Camat dan Kades se-Kabupaten Mempawah.

“Setiap daerah harus secepat mungkin mencapai herd immunity di masyarakat. Minimal capaian vaksin bisa mencapai 60-70 persen dari target 80 persen. Pemprov inginkan akhir Oktober 2021 ini bisa mencapai 60 persen,” tegas Norsan.

Norsan menjamin ketersediaan dan stok vaksin di Kalbar sangat banyak. Karena itu, dia mengingatkan Satgas Kabupaten Mempawah tidak perlu khawatir kehabisan stok vaksin. Jika stok sudah menipis segera laporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

“Seandainya stok vaksin sudah mau habis tolong segera hubungi Kadis Pemprov Kalbar. Dengan catatan, cepat disampaikan agar bisa kita sediakan. Minimal seminggu sebelum kehabisan vaksin sudah dilaporkan agar bisa dikirim ke daerah,” pesannya.

Masih dalam pertemuan itu, Norsan menyarankan agar dilakukan vaksinasi serentak di seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Mempawah. Dengan cara itu, dia optimis capaian vaksin di Kabupaten Mempawah bisa terdongkrak.

Baca Juga :  Harapkan Ormas jadi Pelopor Pemersatu Kerukunan Masyarakat

“Hambatan biasanya di desa masalah sinyal, maka lakukan dulu pencatatan manual hingga menunggu tiba di daerah yang ada sinyal barulah di cetak kartu vaksin,” sarannya.

Norsan menyarankan agar vaksin memperioritaskan anak-anak sekolah lebih dulu. Karena, pelajar jauh lebih mudah dikontrol untuk mendukung kelancaran pelaksanaan vaksinasi dibandingkan masyarakat umum yang kerap lari ketika didatangi petugas vaksin.

“Seluruh stakeholder yang hadir dalam rapat ini agar bekerja maksimal. Jangan sampai saat rapat kita semua setuju dan siap, tetapi dilapangan berbanding terbalik. Sebagai pemimpin baik ditingkat atas sampai bawah Desa dan RT harus bertanggungjawab dengan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” tegas Norsan.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina mengungkapkan saat ini Kabupaten Mempawah berada pada PPKM level 3 dengan status zona kuning dengan skala 2,84 dan berada di urutan ke 3 di Kalbar.

“Per 9 Oktober, capaian vaksinasi di Kabupaten Mempawah untuk dosis 1 sebanyak 47. 539 orang atau 21,89 persen dan dosis 2 sebanyak 25.249 orang atau 11,63 persen dengan persentase rata-rata 16,76 persen. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Mempawah berada diurutan terakhir dari 14 kabupaten dan kota di Kalbar,” papar Erlina.

Baca Juga :  Pohon Besar Timpa 14 Petani, Empat Tewas, Dua Luka-luka

Erlina mengatakan, target terbentuknya herd immunity di Kabupaten Mempawah dengan capaian vaksin sebesar 70 persen atau 217.123 orang. Dia memprediksikan target tersebut baru akan tercapai hingga Februari 2022.

“Jika dilihat dari angka capaian vaksinasi per 9 Oktober yang baru mencapai 16 persen lebih maka masih kekurangan 84 persen capaian vaksin yang harus dikejar oleh petugas di masyarakat,” katanya.

Erlina menyebut rendahnya capaian vaksinasi di Kabupaten Mempawah disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, sosialisasi yang belum menyentuh hati masyarakat, kemudian masyarakat belum yakin sehingga enggan menerima suntikan vaksin serta vaksinasi belum menjadi gerakan yang menggerakan seluruh komponen masyarakat.

“Solusi yang bisa dilakukan melaksanakan sosialisasi yang dapat menyentuh hati masyarakat dengan pendekatan agama, medis dan sosial budaya. Lakukan pendataan masyarakat yang belum vaksin hingga ketingkat RT sebagai sasaran vaksin nantinya,” pendapat Erlina.

“Kemudian, menentukan tempat-tempat yang dapat digunakan untuk pelayanan vaksin, penyampaian informasi melalui media secara masif, mengadakan operasi besar-besaran di semua lini dan memastikan ketersediaan vaksin, tenaga medis dan anggaran yang memadai,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/