alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

14 Desa dan Kelurahan Penyuluh PHBS Terpilih 2021

MEMPAWAH – Dinas Kesehatan-PPKB Kabupaten Mempawah telah menetapkan 14 desa dan kelurahan sebagai penyuluh Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) tahun 2021. Keberadaan desa penyuluh PHBS tersebut diharapkan dapat meningkatkan disiplin penerapan hidup sehat di masyarakat.

Kepala Dinkes-PPKB Kabupaten Mempawah, Jamiril dalam kegiatan pertemuan advokasi, pemberdayaan, kemitraan, peningkatan peran serta masyarakat dan lintas sektor tingkat kabupaten terkait pengembangan desa dan kelurahan siaga siaga aktif di masa pandemi Covid-19 mengungkapkan nama desa dan kelurahan yang ditetapkan sebagai penyuluh PHBS tahun 2021.

“Yakni Kelurahan Pulau Pedalaman, Desa Bakau Kecil, Parit Bugis, Peniti Luar, Toho Ilir, Sungai Bundung Laut, Wajok Hilir, Anjongan Melancar, Amawang, Sui Dungun, Bakau Besar Laut, Benuang, Nusapati dan Kelurahan Tengah,” papar Jamiril di Wisma Chandramidi Mempawah, belum lama ini.

Jamiril mengatakan, pihaknya terus berupaya maksimal meningkatkan disiplin penerapan PHBS di masyarakat. Berbagai cara dan metode telah dilaksanakan. Salah satunya, menggelar lomba PHBS rumah tangga sejak tahun 2015-2019.

“Lomba PHBS rumah tangga diikuti 45 desa dan 3 kelurahan di Kabupaten Mempawah. Penerapan PHBS dimasa pandemi sangat diperlukan untuk mencegah penularan Covid-19. Misalnya dengan mencuci tangan di air yang mengalir, makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup serta aktivitas fisik,” pendapatnya.

Baca Juga :  Tipikor Polres Tangani Kasus Korupsi DD TA 2019

Jamiril menyebut, pihaknya memberikan penghargaan bagi desa dan kelurahan yang berhasil menerapkan PHBS rumah tangga dengan baik dan maksimal. Penghargaan tersebut berupa pembuatan film PHBS rumah tangga.

“Tahun ini, kita buat film PHBS rumah tangga untuk Desa Terap dan Semparong. Ini merupakan produksi film ke-5 dan 6. Sebelumnya, kita sudah membuat film PHBS rumah tangga untuk Desa Bakau Besar Darat, Galang, Bumbun dan Kepayang,” ujarnya.

Menurut Jamiril, kesehatan menjadi tanggungjawab bersama. Tetapi pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif dimasa pandemi Covid-19 merupakan tanggungjawab Kades dan Lurah sebagai pemimpin di wilayahnya masing-masing.

“Peran Kades dan Lurah serta dibantu tokoh masyarakat semakin besar untuk mempercepat tewujudnya desa dan kelurahan aktif dimasa pandemi Covid-19 di Kabupaten Mempawah. Kita ingin mencapai konsep pembangunan desa dan kelurahan siaga aktif yang terukur dan terarah,” harapnya.

Saat ini, sambung Jamiril, terdapat 60 desa dan 7 kelurahan siaga aktif dengan tingkatan strata pratama. Hal itu dikarenakan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) belum aktif dan pembinaan PHBS kurang dari 20 persen dari jumlah rumah tangga yang ada.

Baca Juga :  Anggar Mempawah Juara Umum

“Kelurahan dan desa siaga aktif jika penduduknya dapat mengakses pelayanan kesehatan dasar setiap hari. Penduduk dapat mengembangkan UKBM dan menerapkan PHBS,” pungkasnya.

Bupati Mempawah, Erlina menjelaskan, desa dan kelurahan siaga aktif memiliki komponen pelayanan kesehatan dasar pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UKBM dan mendukung survei survailang berbasis masyarakat kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana penyehatan lingkungan dan PHBS.

“Dimasa pandemi ini, pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan. Karena, pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 adalah segala upaya yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat agar berdaya dan mampu berperan serta mencegah penularan Covid-19,” katanya.

Erlina menyebut, inti dari kegiatan desa dan kelurahan siaga aktif memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat dan mampu mencegah serta mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular, penyakit tidak menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkkan kejadian luar biasa.

“Saya berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan manajemen tenaga pengelola desa/kelurahan siaga aktif ditingkat puskesmas dan desa, serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang kebijakan pemerintah dalam pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif dimasa pandemi Covid-19,” tandasnya.(wah)

MEMPAWAH – Dinas Kesehatan-PPKB Kabupaten Mempawah telah menetapkan 14 desa dan kelurahan sebagai penyuluh Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) tahun 2021. Keberadaan desa penyuluh PHBS tersebut diharapkan dapat meningkatkan disiplin penerapan hidup sehat di masyarakat.

Kepala Dinkes-PPKB Kabupaten Mempawah, Jamiril dalam kegiatan pertemuan advokasi, pemberdayaan, kemitraan, peningkatan peran serta masyarakat dan lintas sektor tingkat kabupaten terkait pengembangan desa dan kelurahan siaga siaga aktif di masa pandemi Covid-19 mengungkapkan nama desa dan kelurahan yang ditetapkan sebagai penyuluh PHBS tahun 2021.

“Yakni Kelurahan Pulau Pedalaman, Desa Bakau Kecil, Parit Bugis, Peniti Luar, Toho Ilir, Sungai Bundung Laut, Wajok Hilir, Anjongan Melancar, Amawang, Sui Dungun, Bakau Besar Laut, Benuang, Nusapati dan Kelurahan Tengah,” papar Jamiril di Wisma Chandramidi Mempawah, belum lama ini.

Jamiril mengatakan, pihaknya terus berupaya maksimal meningkatkan disiplin penerapan PHBS di masyarakat. Berbagai cara dan metode telah dilaksanakan. Salah satunya, menggelar lomba PHBS rumah tangga sejak tahun 2015-2019.

“Lomba PHBS rumah tangga diikuti 45 desa dan 3 kelurahan di Kabupaten Mempawah. Penerapan PHBS dimasa pandemi sangat diperlukan untuk mencegah penularan Covid-19. Misalnya dengan mencuci tangan di air yang mengalir, makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup serta aktivitas fisik,” pendapatnya.

Baca Juga :  Motivasi Atlet Kalbar Bawa Pulang Emas

Jamiril menyebut, pihaknya memberikan penghargaan bagi desa dan kelurahan yang berhasil menerapkan PHBS rumah tangga dengan baik dan maksimal. Penghargaan tersebut berupa pembuatan film PHBS rumah tangga.

“Tahun ini, kita buat film PHBS rumah tangga untuk Desa Terap dan Semparong. Ini merupakan produksi film ke-5 dan 6. Sebelumnya, kita sudah membuat film PHBS rumah tangga untuk Desa Bakau Besar Darat, Galang, Bumbun dan Kepayang,” ujarnya.

Menurut Jamiril, kesehatan menjadi tanggungjawab bersama. Tetapi pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif dimasa pandemi Covid-19 merupakan tanggungjawab Kades dan Lurah sebagai pemimpin di wilayahnya masing-masing.

“Peran Kades dan Lurah serta dibantu tokoh masyarakat semakin besar untuk mempercepat tewujudnya desa dan kelurahan aktif dimasa pandemi Covid-19 di Kabupaten Mempawah. Kita ingin mencapai konsep pembangunan desa dan kelurahan siaga aktif yang terukur dan terarah,” harapnya.

Saat ini, sambung Jamiril, terdapat 60 desa dan 7 kelurahan siaga aktif dengan tingkatan strata pratama. Hal itu dikarenakan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) belum aktif dan pembinaan PHBS kurang dari 20 persen dari jumlah rumah tangga yang ada.

Baca Juga :  Tipikor Polres Tangani Kasus Korupsi DD TA 2019

“Kelurahan dan desa siaga aktif jika penduduknya dapat mengakses pelayanan kesehatan dasar setiap hari. Penduduk dapat mengembangkan UKBM dan menerapkan PHBS,” pungkasnya.

Bupati Mempawah, Erlina menjelaskan, desa dan kelurahan siaga aktif memiliki komponen pelayanan kesehatan dasar pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UKBM dan mendukung survei survailang berbasis masyarakat kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana penyehatan lingkungan dan PHBS.

“Dimasa pandemi ini, pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan. Karena, pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 adalah segala upaya yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat agar berdaya dan mampu berperan serta mencegah penularan Covid-19,” katanya.

Erlina menyebut, inti dari kegiatan desa dan kelurahan siaga aktif memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat dan mampu mencegah serta mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular, penyakit tidak menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkkan kejadian luar biasa.

“Saya berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan manajemen tenaga pengelola desa/kelurahan siaga aktif ditingkat puskesmas dan desa, serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang kebijakan pemerintah dalam pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif dimasa pandemi Covid-19,” tandasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/