alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Realokasi Anggaran Covid-19 Rp120 Miliar

MEMPAWAH – Menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Keuangan (Menkeu) terkait percepatan penyesuaian APBD 2020 dalam rangka penanganan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan kebijakan realokasi anggaran. Hasilnya, Pemkab Mempawah mengalokasikan anggaran penanganan cepat Covid-19 sebesar Rp120 miliar.

“Alhamdulillah, kami telah bekerja secara maraton bersama TAPD dan kepala SKPD untuk menyisir setiap anggaran yang ada di masing-masing OPD. Kita tetap selektif memperhatikan asas kemanfaatan dan kehati-hatian dalam proses realokasi anggaran ini,” terang Bupati Mempawah, Erlina, Selasa (12/5) di Mempawah.

Erlina memastikan, anggaran yang dialihkan bukanlah dana yang berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pihaknya sangat detail dan teliti agar proses realokasi APBD 2020 berjalan lancar.

“Kami sudah menyampaikan laporan kepada Menteri Keuangan RI bahwa Pemkab Mempawah telah mengalihkan anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp120 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Internet Gratis di Taman dan Kuala Mempawah

Erlina menjelaskan, anggaran yang dialikan merupakan kegiatan yang dapat ditunda pelaksanaannya. Sedangkan anggaran kegiatan yang bersifat wajib dan berdampak penting untuk masyarakat tidak dilakukan peralihan.

“Konsekuensi dari pengalihan anggaran ini pasti akan berdampak terhadap realisasi program pembangunan di Kabupaten Mempawah. Namun hal ini harus kami lakukan. Selain merupakan perintah dari pusat, juga mengedepankan kepentingan kesehatan dan perlindungan bagi masyarakat dari pandemi Covid-19,” tegasnya.

Erlina mengatakan, anggaran senilai Rp120 miliar tersebut nantinya akan digunakan untuk 3 aspek. Yakni, kesehatan, perekonomian masyarakat, dan pengaman jaring sosial (Sosial Safety Net). Ketiga aspek ini merupakan bagian dari ketentuan yang telah ditetapkan dalam SKB Mendagri dan Menkeu.

“Sesuai dengan arahan Mendagri dan Menkeu, dana untuk penanganan Covid-19 ini hanya dapat digunakan untuk 3 aspek itu. Misalnya kesehatan dipakai untuk pengadaan alat-alat kesehatan, kemudian perekonomian seperti menjaga dunia usaha agar tetap hidup dengan cara pemberdayaan UMKM, koperasi serta menstimulasi kegiatan perekonomian daerah,” paparnya.

Baca Juga :  Erlina Arungi Banjir Temui Masyarakat

Meski demikian, Bupati mengatakan, pihaknya senantiasa mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh komponen masyarakta. Sebab, berbagai usaha dan komitmen yang telah dilakukan tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mempawah tidak akan maksimal tanpa adanya komtimen dan sinergitas dari masyarakat.

“Kami minta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pandemi ini tidak akan pernah berhenti tanpa adanya dukungan masyarakat dengan cara mematuhi semua anjuran dan himbauan pemerintah,” pungkasnya.(wah)

 

MEMPAWAH – Menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Keuangan (Menkeu) terkait percepatan penyesuaian APBD 2020 dalam rangka penanganan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan kebijakan realokasi anggaran. Hasilnya, Pemkab Mempawah mengalokasikan anggaran penanganan cepat Covid-19 sebesar Rp120 miliar.

“Alhamdulillah, kami telah bekerja secara maraton bersama TAPD dan kepala SKPD untuk menyisir setiap anggaran yang ada di masing-masing OPD. Kita tetap selektif memperhatikan asas kemanfaatan dan kehati-hatian dalam proses realokasi anggaran ini,” terang Bupati Mempawah, Erlina, Selasa (12/5) di Mempawah.

Erlina memastikan, anggaran yang dialihkan bukanlah dana yang berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pihaknya sangat detail dan teliti agar proses realokasi APBD 2020 berjalan lancar.

“Kami sudah menyampaikan laporan kepada Menteri Keuangan RI bahwa Pemkab Mempawah telah mengalihkan anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp120 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Pasangi Warga Masker

Erlina menjelaskan, anggaran yang dialikan merupakan kegiatan yang dapat ditunda pelaksanaannya. Sedangkan anggaran kegiatan yang bersifat wajib dan berdampak penting untuk masyarakat tidak dilakukan peralihan.

“Konsekuensi dari pengalihan anggaran ini pasti akan berdampak terhadap realisasi program pembangunan di Kabupaten Mempawah. Namun hal ini harus kami lakukan. Selain merupakan perintah dari pusat, juga mengedepankan kepentingan kesehatan dan perlindungan bagi masyarakat dari pandemi Covid-19,” tegasnya.

Erlina mengatakan, anggaran senilai Rp120 miliar tersebut nantinya akan digunakan untuk 3 aspek. Yakni, kesehatan, perekonomian masyarakat, dan pengaman jaring sosial (Sosial Safety Net). Ketiga aspek ini merupakan bagian dari ketentuan yang telah ditetapkan dalam SKB Mendagri dan Menkeu.

“Sesuai dengan arahan Mendagri dan Menkeu, dana untuk penanganan Covid-19 ini hanya dapat digunakan untuk 3 aspek itu. Misalnya kesehatan dipakai untuk pengadaan alat-alat kesehatan, kemudian perekonomian seperti menjaga dunia usaha agar tetap hidup dengan cara pemberdayaan UMKM, koperasi serta menstimulasi kegiatan perekonomian daerah,” paparnya.

Baca Juga :  Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Guru SMPN 1 Segedong Test Swab

Meski demikian, Bupati mengatakan, pihaknya senantiasa mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh komponen masyarakta. Sebab, berbagai usaha dan komitmen yang telah dilakukan tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mempawah tidak akan maksimal tanpa adanya komtimen dan sinergitas dari masyarakat.

“Kami minta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pandemi ini tidak akan pernah berhenti tanpa adanya dukungan masyarakat dengan cara mematuhi semua anjuran dan himbauan pemerintah,” pungkasnya.(wah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/