alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Berharap Masih Ada Barang Bermanfaat

MEMPAWAH- Beberapa warga terlihat sibuk mengais puing-puing dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran Pasar Laut Sungai Pinyuh, Senin (12/10) siang. Mereka merupakan korban pemilik toko beserta kerabatnya. Dari puing-puing tersebut, mereka memungut beberapa barang yang masih bisa dimanfaatkan. Kebakaran yang menghanguskan 13 rumah toko (ruko) Komplek Pasar Laut Sungai Pinyuh di Jalan Jurusan Mempawah-Sungai Pinyuh, Sabtu (10/10) malam menimbulkan duka bagi para korban. Sebagian harta benda mereka ludes terbakar bersama bangunan ruko yang menyisakan arang.

Tempat usaha sekaligus rumah bagi para korban habis diamuk si jago merah. Usaha yang mereka rintis sejak puluhan tahun silam musnah dalam semalam. Dalam musibah itu, para korban tak sempat menyelamatkan harta benda. Yang terpenting keselamatan keluarga menjadi hal utama. Pasca kebakaran, para korban pemilik ruko kembali ke TKP. Mereka tak peduli walau harus menerobos police-line. Para korban kebakaran berharap dapat menemukan barang-barang berharga yang masih bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

Baca Juga :  Operasi Yustisi Sasar Pengunjung Warkop-Cafe

“Kami sengaja datang ke lokasi kebakaran untuk melihat-lihat jika masih ada barang yang dapat digunakan atau bisa dijadikan uang,” lirih Rudi, pemilik Toko Es Shanghai 80. Dia mengaku tak banyak barang yang berhasil ditemukannya. Hanya ada beberapa koin dan peralatan lainnya yang tak ikut hangus saat musibah kebakaran itu berlangsung. Meski demikian, Rudi dan keluarganya tetap berusaha mengais puing-puing di lokasi kebakaran. “Pastinya kita sangat sedih sekali dengan musibah kebakaran ini. Apalagi, ruko ini merupakan harapan kami untuk mencari nafkah. Kami sudah merintis usaha Es Shanggai 80 sejak tahun 1987 silam,” tuturnya.

Kedepan, Rudi berharap dapat merintis kembali usahanya. Mengingat, dia dan keluarganya masih membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih dalam kondisi sekarang ini, masyarakat disulitkan dengan persoalan ekonomi. “Bagaimana pun kami tetap harus berupaya memulai kembali usaha yang baru. Karena, kita masih butuh uang untuk makan dan keperluan hidup keluarga. Semoga ada jalan usaha yang lebih baik kedepan,” harapnya.

Baca Juga :  Tahun Depan Pemprov Bantu Program SPAM

Tak hanya Rudi dan keluarganya, sejumlah korban kebakaran Komplek Pasar Laut Sungai Pinyuh juga terlihat mengemasi beberapa barang dari TKP kebakaran. Mereka mengambil beberapa jeruji besi yang masih bisa diperbaiki dan digunakan kembali. “Tadi saya menemukan jeruji besi dari lantai atas ruko yang terbakar. Tampaknya, jeruji besi ini masih bisa diperbaharui dan dipakai kembali. Mudah-mudahan musibah kebakaran ini tidak terulang kembali,” harap Pemilik Toko Era Baru, Ajung.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Komplek Pasar Laut Sungai Pinyuh, Sabtu (10/10) sekitar pukul 19.15 WIB. Amukan si jago merah menyebabkan 13 ruko ludes terbakar. Akibat kejadian itu, korban kebakaran ditaksir mengalami kerugian milyaran rupiah. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah tersebut. Hingga kini, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.(wah)

MEMPAWAH- Beberapa warga terlihat sibuk mengais puing-puing dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran Pasar Laut Sungai Pinyuh, Senin (12/10) siang. Mereka merupakan korban pemilik toko beserta kerabatnya. Dari puing-puing tersebut, mereka memungut beberapa barang yang masih bisa dimanfaatkan. Kebakaran yang menghanguskan 13 rumah toko (ruko) Komplek Pasar Laut Sungai Pinyuh di Jalan Jurusan Mempawah-Sungai Pinyuh, Sabtu (10/10) malam menimbulkan duka bagi para korban. Sebagian harta benda mereka ludes terbakar bersama bangunan ruko yang menyisakan arang.

Tempat usaha sekaligus rumah bagi para korban habis diamuk si jago merah. Usaha yang mereka rintis sejak puluhan tahun silam musnah dalam semalam. Dalam musibah itu, para korban tak sempat menyelamatkan harta benda. Yang terpenting keselamatan keluarga menjadi hal utama. Pasca kebakaran, para korban pemilik ruko kembali ke TKP. Mereka tak peduli walau harus menerobos police-line. Para korban kebakaran berharap dapat menemukan barang-barang berharga yang masih bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

Baca Juga :  HUT Korps Marinir ke-75, Sinergi Membangun Daerah

“Kami sengaja datang ke lokasi kebakaran untuk melihat-lihat jika masih ada barang yang dapat digunakan atau bisa dijadikan uang,” lirih Rudi, pemilik Toko Es Shanghai 80. Dia mengaku tak banyak barang yang berhasil ditemukannya. Hanya ada beberapa koin dan peralatan lainnya yang tak ikut hangus saat musibah kebakaran itu berlangsung. Meski demikian, Rudi dan keluarganya tetap berusaha mengais puing-puing di lokasi kebakaran. “Pastinya kita sangat sedih sekali dengan musibah kebakaran ini. Apalagi, ruko ini merupakan harapan kami untuk mencari nafkah. Kami sudah merintis usaha Es Shanggai 80 sejak tahun 1987 silam,” tuturnya.

Kedepan, Rudi berharap dapat merintis kembali usahanya. Mengingat, dia dan keluarganya masih membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih dalam kondisi sekarang ini, masyarakat disulitkan dengan persoalan ekonomi. “Bagaimana pun kami tetap harus berupaya memulai kembali usaha yang baru. Karena, kita masih butuh uang untuk makan dan keperluan hidup keluarga. Semoga ada jalan usaha yang lebih baik kedepan,” harapnya.

Baca Juga :  Ruko Depan Terminal Mempawah Ludes, Warga Dengar Suara Ledakan

Tak hanya Rudi dan keluarganya, sejumlah korban kebakaran Komplek Pasar Laut Sungai Pinyuh juga terlihat mengemasi beberapa barang dari TKP kebakaran. Mereka mengambil beberapa jeruji besi yang masih bisa diperbaiki dan digunakan kembali. “Tadi saya menemukan jeruji besi dari lantai atas ruko yang terbakar. Tampaknya, jeruji besi ini masih bisa diperbaharui dan dipakai kembali. Mudah-mudahan musibah kebakaran ini tidak terulang kembali,” harap Pemilik Toko Era Baru, Ajung.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Komplek Pasar Laut Sungai Pinyuh, Sabtu (10/10) sekitar pukul 19.15 WIB. Amukan si jago merah menyebabkan 13 ruko ludes terbakar. Akibat kejadian itu, korban kebakaran ditaksir mengalami kerugian milyaran rupiah. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah tersebut. Hingga kini, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/