alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Gandeng Polres dan BPBD; Target Zero Hotspot, PT Mitra Andalan Sejahtera Simulasi Penanggulangan Karhutla

MEMPAWAH – PT Mitra Andalan Sejahtera (MAS) menggelar Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kamis (12/3) pagi. Simulasi yang dihadiri Dirut PT Mitra Andalan Sejahtera (MAS), Ir Lesman Simbolon MM tersebut melibatkan karyawan dan petugas BPBD Kabupaten Mempawah.

“Kami sangat konsen dan berkomitmen mengantisipasi dan menanggulangi Karhutla. Tekad kami harus zero hotspot di lahan PT MAS. Maka, kita ke depankan konsep pencegahan. Sebelum terjadi karhutla, semaksimal mungkin kita antisipasi di lapangan,” kata Lesman Simbolon.

Lesman menjelaskan, kegiatan pelatihan dan simulasi merupakan bagian dari komitmen dan keseriusan PT MAS untuk penanggulangan dan antisipasi karhutla. Maka, PT MAS telah mempersiapkan segala peralatan, perlengkapan dan perangkat yang dibutuhkan termasuk petugas di lapangan.

“Tindakan yang kita lakukan yakni pemantauan dari menara api, patroli lapangan dan mempersiapkan peralatan dan kesiapan embung serta kanal di seluruh areal lahan PT MAS,” tuturnya.

Terkait kesiapan di lapangan, Lesman mengaku sudah melakukan pengecekan terhadap embung dan kanal. Dia pun memastikan seluruh embung dan kanal sudah berisi air. Sehingga, ketika muncul titik api maka upaya pemadaman dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin.

“Total ada 1.000 titik embung dan ditambah pula kanal-kanal panjang. Di setiap titik embung dan kanal sudah kami berikan tanda berupa patok agar mudah untuk ditemukan oleh petugas di lapangan,” ujarnya.


Lesman menyebut, 1.000 titik embung dan kanal itu diyakini cukup untuk mengamankan 3.000 ha lahan milik PT MAS. Terlebih, pada areal yang dianggap penting dan strategis. Maka, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD, TNI/Polri untuk mengantisipasi dan penanggulangan karhutla.

Baca Juga :  Mempawah Hilir Borong Juara

“Untuk titik prioritas karhutla PT MAS seperti di lokasi hutan produksi, kemudian perbatasan dengan pemukiman masyarakat. Di titik-titik rawan ini, kita tingkatkan pengawasan dan patroli di lapangan. Walau tidak semua lokasi dianggap rawan, namun menjadi tanggung jawab moral bagi kami untuk menjaga hutan dan lahan PT MAS dari ancaman karhutla,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres, AKBP Tulus Sinaga mengingatkan semua pihak agar tidak meremehkan penanganan karhutla. Walau api dan asap yang dihadapi bukan musuh yang bersenjata, akan tetapi sangat berpotensi mencelakai bahkan menghilangkan nyawa manusia.

“Pengalaman saya bertugas di Sumsel, kami menangani karhutla di lahan gambut dengan kedalaman 2 meter dan di bagian bawah tanah api berkobar. Ada rekan kami dari TNI jatuh hingga terbakar akhirnya meninggal dunia. Jadi, jangan anggap enteng menghadapi api,” pesan Kapolres.

Kapolres menyampaikan pesan Kapolda Kalbar agar jangan pernah meremehkan dan harus selalu bertindak cepat dalam penanganan permasalahan. Maka, lanjut Kapolres, pola tersebut harus diterapkan dalam penanganan karhutla.

“Memang saat ini PT MAS sudah berproduksi dan tidak ada lahan yang dibuka. Namun, perlu diingat bahwa api bisa terbang dari satu wilayah ke lingkungan lain. memang awalnya api bukan dari lahan PT MAS, akan tetapi dari wilayah di sebelahnya. Namun, api dengan cepat bisa menyebar dan membakar lahan PT MAS,” tuturnya.

Baca Juga :  Satgas Mempawah Masifkan Sosialisasi Vaksin Covid-19

“Karena itu, sekecil apapun titik api di hutan maka harus bertindak cepat dan reaktif untuk segera dipadamkan. Jangan ada pembiaran hingga kebakaran meluas. Pemadaman pun harus benar-benar tuntas,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kasubbid Pasca Kebakaran BPBD Mempawah, Budi Utoyo mengatakan, penanganan karhutla harus dilakukan dengan serius dan melibatkan seluruh pihak. Bercermin pengalaman karhutla di tahun 2019, BPBD bersiaga selama hampir tujuh bulan, April-Oktober.

“Selama tujuh bulan itu tidak turun hujan. Sehingga, ketika terjadi titik api maka sangat sulit dipadamkan. Bahkan, penyebarannya semakin cepat karena dukungan angin kencang dan cuaca kering. Pemadaman dengan water boombing tidak efektif, justru angin helikopter bisa menambah luas lahan yang terbakar,” kenangnya.

Maka, lanjut Budi, penanganan karhutla dititikberatkan pada upaya pencegahan. Namun, harus diantisipasi pula tindakan penanggulangan jika sewaktu-waktu ditemukan titik api.

“Dari laporan yang kami terima, peralatan dari PT MAS sudah cukup komplit dan lengkap. Hanya saja untuk personil perempuan, lebih baik untuk tim dapur umum saja. Sehingga, para petugas pemadam di lapangan juga mendapatkan suplai makanan dan minuman dari tim dapur umum pada saat memadamkan api,” sarannya. (*)

MEMPAWAH – PT Mitra Andalan Sejahtera (MAS) menggelar Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kamis (12/3) pagi. Simulasi yang dihadiri Dirut PT Mitra Andalan Sejahtera (MAS), Ir Lesman Simbolon MM tersebut melibatkan karyawan dan petugas BPBD Kabupaten Mempawah.

“Kami sangat konsen dan berkomitmen mengantisipasi dan menanggulangi Karhutla. Tekad kami harus zero hotspot di lahan PT MAS. Maka, kita ke depankan konsep pencegahan. Sebelum terjadi karhutla, semaksimal mungkin kita antisipasi di lapangan,” kata Lesman Simbolon.

Lesman menjelaskan, kegiatan pelatihan dan simulasi merupakan bagian dari komitmen dan keseriusan PT MAS untuk penanggulangan dan antisipasi karhutla. Maka, PT MAS telah mempersiapkan segala peralatan, perlengkapan dan perangkat yang dibutuhkan termasuk petugas di lapangan.

“Tindakan yang kita lakukan yakni pemantauan dari menara api, patroli lapangan dan mempersiapkan peralatan dan kesiapan embung serta kanal di seluruh areal lahan PT MAS,” tuturnya.

Terkait kesiapan di lapangan, Lesman mengaku sudah melakukan pengecekan terhadap embung dan kanal. Dia pun memastikan seluruh embung dan kanal sudah berisi air. Sehingga, ketika muncul titik api maka upaya pemadaman dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin.

“Total ada 1.000 titik embung dan ditambah pula kanal-kanal panjang. Di setiap titik embung dan kanal sudah kami berikan tanda berupa patok agar mudah untuk ditemukan oleh petugas di lapangan,” ujarnya.


Lesman menyebut, 1.000 titik embung dan kanal itu diyakini cukup untuk mengamankan 3.000 ha lahan milik PT MAS. Terlebih, pada areal yang dianggap penting dan strategis. Maka, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD, TNI/Polri untuk mengantisipasi dan penanggulangan karhutla.

Baca Juga :  Angka Makan Ikan Masih Dibawah Nasional

“Untuk titik prioritas karhutla PT MAS seperti di lokasi hutan produksi, kemudian perbatasan dengan pemukiman masyarakat. Di titik-titik rawan ini, kita tingkatkan pengawasan dan patroli di lapangan. Walau tidak semua lokasi dianggap rawan, namun menjadi tanggung jawab moral bagi kami untuk menjaga hutan dan lahan PT MAS dari ancaman karhutla,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres, AKBP Tulus Sinaga mengingatkan semua pihak agar tidak meremehkan penanganan karhutla. Walau api dan asap yang dihadapi bukan musuh yang bersenjata, akan tetapi sangat berpotensi mencelakai bahkan menghilangkan nyawa manusia.

“Pengalaman saya bertugas di Sumsel, kami menangani karhutla di lahan gambut dengan kedalaman 2 meter dan di bagian bawah tanah api berkobar. Ada rekan kami dari TNI jatuh hingga terbakar akhirnya meninggal dunia. Jadi, jangan anggap enteng menghadapi api,” pesan Kapolres.

Kapolres menyampaikan pesan Kapolda Kalbar agar jangan pernah meremehkan dan harus selalu bertindak cepat dalam penanganan permasalahan. Maka, lanjut Kapolres, pola tersebut harus diterapkan dalam penanganan karhutla.

“Memang saat ini PT MAS sudah berproduksi dan tidak ada lahan yang dibuka. Namun, perlu diingat bahwa api bisa terbang dari satu wilayah ke lingkungan lain. memang awalnya api bukan dari lahan PT MAS, akan tetapi dari wilayah di sebelahnya. Namun, api dengan cepat bisa menyebar dan membakar lahan PT MAS,” tuturnya.

Baca Juga :  Mengejar Ketertinggalan IPM

“Karena itu, sekecil apapun titik api di hutan maka harus bertindak cepat dan reaktif untuk segera dipadamkan. Jangan ada pembiaran hingga kebakaran meluas. Pemadaman pun harus benar-benar tuntas,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kasubbid Pasca Kebakaran BPBD Mempawah, Budi Utoyo mengatakan, penanganan karhutla harus dilakukan dengan serius dan melibatkan seluruh pihak. Bercermin pengalaman karhutla di tahun 2019, BPBD bersiaga selama hampir tujuh bulan, April-Oktober.

“Selama tujuh bulan itu tidak turun hujan. Sehingga, ketika terjadi titik api maka sangat sulit dipadamkan. Bahkan, penyebarannya semakin cepat karena dukungan angin kencang dan cuaca kering. Pemadaman dengan water boombing tidak efektif, justru angin helikopter bisa menambah luas lahan yang terbakar,” kenangnya.

Maka, lanjut Budi, penanganan karhutla dititikberatkan pada upaya pencegahan. Namun, harus diantisipasi pula tindakan penanggulangan jika sewaktu-waktu ditemukan titik api.

“Dari laporan yang kami terima, peralatan dari PT MAS sudah cukup komplit dan lengkap. Hanya saja untuk personil perempuan, lebih baik untuk tim dapur umum saja. Sehingga, para petugas pemadam di lapangan juga mendapatkan suplai makanan dan minuman dari tim dapur umum pada saat memadamkan api,” sarannya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/