alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Investasi PT EUP Capai Rp2 Triliun

Maret Beroperasi

MEMPAWAH – Pembangunan sektor industri di Kabupaten Mempawah semakin tumbuh dan berkembang. Salah satunya, PT Energi Unggul Persada (EUP) yang saat ini progres pembangunannya sudah hampir rampung. Diperkirakan, anak perusahaan Wilmar Grup ini akan beroperasi pada Maret nanti.

Memastikan progres pembangunan PT EUP, Pemerintah Kabupaten Mempawah mengundang perusahaan untuk melakukan ekspose, Selasa (14/1) di Aula Kantor Bupati Mempawah. Ekspose dipimpin Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH, Ketua DPRD Ria Mulyadi dan OPD Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Pertemuan ini untuk mengetahui sejauh mana progres pembangunan yang sedang dikerjakan PT EUP di Kecamatan Sungai Kunyit. Kami juga ingin mengetahui potensi yang bisa didapat daerah terhadap pembangunan tersebut,” terang Erlina.

Erlina menegaskan, ada dua hal penting yang menjadi tuntutannya kepada PT EUP. Yakni, menyangkut tenaga kerja lokal dan realisasi dana CSR. Menurut dia, kedua hal itu sangat penting dan perlu adanya komitmen bersama.

“Kami minta data berapa jumlah tenaga kerja yang akan direkrut PT EUP sesuai bidang dan kemampuan yang dibutuhkan. Karena, kami ingin mempersiapkan tenaga kerja lokal di perusahaan itu. Prioritasnya haruslah masyarakat lokal sesuai skill yang ada,” tegasnya.

Kemudian, sambung Erlina berkaitan dengan kontribusi perusahaan melalui CSR. Dirinya ingin memastikan dana CSR dari PT EUP dapat memberikan sumbangsih dan kontribusi terhadap pembangunan wilayah Kabupaten Mempawah.

Baca Juga :  Ponpes Nurul Huda Harumkan Mempawah

“Kami tidak ingin ketika sudah ada kegiatan atau kebutuhan barulah daerah mengajukan proposal bantuan dan lainnya. Kami ingin sejak awal sudah ada MoU tentang nilai CSR yang bisa diberikan kepada pemerintah daerah dari aktivitas perusahaan ini. Karena, Perda CSR sudah disiapkan,” paparnya.

Sementara itu, Project Departement Head PT Energi Unggul Persada (EUP), Yohanes Aritonang memastikan pihaknya akan memprioritaskan warga lokal sebagai karyawan di perusahannya. Bahkan, menurut dia, pemberdayaan masyarakat lokal sangat menguntungkan perusahaan dari sisi bisnis.

“Karyawan tenaga kerja lokal sangat ekonomis. Dari sisi bisnis, kami tidak perlu menyiapkan perumahan, transportasi dan lainnya. Jadi, kami hanya perlu menyiapkan manager, sedangkan jajaran dibawah semuanya direkrut dari masyarakat lokal,” pendapat Yohanes.

Bahkan, timpal Yohanes, sejak awal dirinya sudah memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat lokal. Dalam berbagai kegiatan pembangunan yang dinilai mampu digarap warga lokal maka diserahkan kepada masyarakat setempat.

“Kontraktor yang sudah mendapatkan kontrak kerja dari perusahaan, sebagian tenaga kerjanya direkrut dari warga lokal. Bidang yang bisa dikerjakan oleh masyarakat lokal maka kami prioritaskan. Misalnya membangun pos jaga, drainase, pagar dan lainnya kita serahkan kepada warga lokal,” paparnya.

Baca Juga :  76 Hektare Lahan Terbakar

Berkaitan dengan progres pembangunan, dia mengungkapkan, ada sepuluh pabrik untuk tahap utama refineri. Yakni, penampungan hasil produk dari pabrik yang menghasilkan minyak goreng dikemas kiloan atau jerigen dan curah.

“Minyak goreng paket kiloan untuk lokal di Indonesia, sedangkan jerigen untuk industri kecil, serta produksi minyak curah akan di eksport ke beberapa negara di benua amerika latin, india dan china,” ujarnya.

Kemudian, Yohanes mengatakan, perusahaannya mengolah inti sawit menjadi produksi solfen atau minyak goreng dengan kualitas tinggi. Selanjutnya, pembangunan tangki CPO tahap pertama dengan kapasitas 200 ribu ton.

“Serta, ada pengolahan solar dari bio diesel. Produksi ini untuk mendukung program pemeruintah B20 dan B30. Selanjutnya, kita juga akan mengolah air sumur atau laut menjadi air mineral. Serta, kami sedang membangun 2 pembangkit uap yang kapasitas 20 ton dan 35 ton,” katanya.

Terkait pembangunan refineri, Yohanes menyebut, ditargetkan mulai beroperasi pada 30 Maret nanti. Sedangkan KCP pengolahan inti akan mulai beraktivitas tanggal 15 Maret serta solvent dipredikasi beroperasi pada pertengahan April.

“Saat ini, nilai investasi yang kami keluarkan sekitar Rp 1 triliun. Termasuk infrastruktur perumahan dan lainnya. Pada tahap II nanti akan ditambah lagi Rp 1 triliun lagi. Jadi total Rp 2 triliun,” pungkasnya.(wah)

Maret Beroperasi

MEMPAWAH – Pembangunan sektor industri di Kabupaten Mempawah semakin tumbuh dan berkembang. Salah satunya, PT Energi Unggul Persada (EUP) yang saat ini progres pembangunannya sudah hampir rampung. Diperkirakan, anak perusahaan Wilmar Grup ini akan beroperasi pada Maret nanti.

Memastikan progres pembangunan PT EUP, Pemerintah Kabupaten Mempawah mengundang perusahaan untuk melakukan ekspose, Selasa (14/1) di Aula Kantor Bupati Mempawah. Ekspose dipimpin Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH, Ketua DPRD Ria Mulyadi dan OPD Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Pertemuan ini untuk mengetahui sejauh mana progres pembangunan yang sedang dikerjakan PT EUP di Kecamatan Sungai Kunyit. Kami juga ingin mengetahui potensi yang bisa didapat daerah terhadap pembangunan tersebut,” terang Erlina.

Erlina menegaskan, ada dua hal penting yang menjadi tuntutannya kepada PT EUP. Yakni, menyangkut tenaga kerja lokal dan realisasi dana CSR. Menurut dia, kedua hal itu sangat penting dan perlu adanya komitmen bersama.

“Kami minta data berapa jumlah tenaga kerja yang akan direkrut PT EUP sesuai bidang dan kemampuan yang dibutuhkan. Karena, kami ingin mempersiapkan tenaga kerja lokal di perusahaan itu. Prioritasnya haruslah masyarakat lokal sesuai skill yang ada,” tegasnya.

Kemudian, sambung Erlina berkaitan dengan kontribusi perusahaan melalui CSR. Dirinya ingin memastikan dana CSR dari PT EUP dapat memberikan sumbangsih dan kontribusi terhadap pembangunan wilayah Kabupaten Mempawah.

Baca Juga :  Pulang Kerja, Tewas Tabrak Truk Parkir

“Kami tidak ingin ketika sudah ada kegiatan atau kebutuhan barulah daerah mengajukan proposal bantuan dan lainnya. Kami ingin sejak awal sudah ada MoU tentang nilai CSR yang bisa diberikan kepada pemerintah daerah dari aktivitas perusahaan ini. Karena, Perda CSR sudah disiapkan,” paparnya.

Sementara itu, Project Departement Head PT Energi Unggul Persada (EUP), Yohanes Aritonang memastikan pihaknya akan memprioritaskan warga lokal sebagai karyawan di perusahannya. Bahkan, menurut dia, pemberdayaan masyarakat lokal sangat menguntungkan perusahaan dari sisi bisnis.

“Karyawan tenaga kerja lokal sangat ekonomis. Dari sisi bisnis, kami tidak perlu menyiapkan perumahan, transportasi dan lainnya. Jadi, kami hanya perlu menyiapkan manager, sedangkan jajaran dibawah semuanya direkrut dari masyarakat lokal,” pendapat Yohanes.

Bahkan, timpal Yohanes, sejak awal dirinya sudah memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat lokal. Dalam berbagai kegiatan pembangunan yang dinilai mampu digarap warga lokal maka diserahkan kepada masyarakat setempat.

“Kontraktor yang sudah mendapatkan kontrak kerja dari perusahaan, sebagian tenaga kerjanya direkrut dari warga lokal. Bidang yang bisa dikerjakan oleh masyarakat lokal maka kami prioritaskan. Misalnya membangun pos jaga, drainase, pagar dan lainnya kita serahkan kepada warga lokal,” paparnya.

Baca Juga :  Ratusan Ribu Warga Membludak Saksikan Atraksi Tatung   

Berkaitan dengan progres pembangunan, dia mengungkapkan, ada sepuluh pabrik untuk tahap utama refineri. Yakni, penampungan hasil produk dari pabrik yang menghasilkan minyak goreng dikemas kiloan atau jerigen dan curah.

“Minyak goreng paket kiloan untuk lokal di Indonesia, sedangkan jerigen untuk industri kecil, serta produksi minyak curah akan di eksport ke beberapa negara di benua amerika latin, india dan china,” ujarnya.

Kemudian, Yohanes mengatakan, perusahaannya mengolah inti sawit menjadi produksi solfen atau minyak goreng dengan kualitas tinggi. Selanjutnya, pembangunan tangki CPO tahap pertama dengan kapasitas 200 ribu ton.

“Serta, ada pengolahan solar dari bio diesel. Produksi ini untuk mendukung program pemeruintah B20 dan B30. Selanjutnya, kita juga akan mengolah air sumur atau laut menjadi air mineral. Serta, kami sedang membangun 2 pembangkit uap yang kapasitas 20 ton dan 35 ton,” katanya.

Terkait pembangunan refineri, Yohanes menyebut, ditargetkan mulai beroperasi pada 30 Maret nanti. Sedangkan KCP pengolahan inti akan mulai beraktivitas tanggal 15 Maret serta solvent dipredikasi beroperasi pada pertengahan April.

“Saat ini, nilai investasi yang kami keluarkan sekitar Rp 1 triliun. Termasuk infrastruktur perumahan dan lainnya. Pada tahap II nanti akan ditambah lagi Rp 1 triliun lagi. Jadi total Rp 2 triliun,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/