23.9 C
Pontianak
Saturday, March 25, 2023

Pekan Panutan Pajak PBB-P2, Bupati Nilai Pungutan Pajak Belum Optimal

MEMPAWAH — Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar pekan panutan pembayaran Pajak Bumi Bangunan – Perkotaan Pedesaan (PBB-P2) tahun 2023. Kegiatan tersebut dibuka Bupati Mempawah, Hj Erlina, Selasa (14/3) pagi di Aula Kantor Bupati Mempawah.

Dalam sambutannya, Erlina menyebut upaya pungutan pajak di Kabupaten Mempawah belum dilakukan dengan optimal. Padahal, menurut dia, potensi pajak di daerah tersebut cukup  besar dan masih dapat dimaksimalkan.

“Masih terdapat objek pajak yang belum maksimal retribusinya di tahun 2022 lalu. Padahal, potensi pajak di Kabupaten Mempawah cukup besar,” kata Erlina.

Erlina memberikan apresiasi inovasi Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Mempawah yang sejak tahun 2021 lalu telah menghadirkan aplikasi yang mengubah pola transaksi pendapatan dan belanja daerah dari sistem tunai ke non tunai dan berbasis digital.

Baca Juga :  Wujudkan Pengelolaan Zakat Profesional

“Seperti pembayaran PBB-P2 sudah bisa dilakukan secara online melalui mobile banking dan telah berjalan sejak 2021 lalu,” tuturnya.

Kemudian, Bupati Erlina menyoroti peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam mendukung optimalisasi pungutan pajak daerah. Menurut Bupati, BUMDES belum mampu berkontribusi maksimal.

“Saat ini baru terdapat beberapa desa yang berhasil mengoptimalkan BUMDES untuk pungutan pajak. Saya minta agar kedepan 60 BUMDES di Kabupaten Mempawah bisa memaksimalkan potensi pajak di desanya,” harap dia.

Seperti, Bupati mencontohkan, Desa Wajok Hilir di Kecamatan Jongkat pada tahun 2021 lalu melakukan transaksi wajib pajak melalui BUMDES sebanyak 84 transaksi. Dan pada tahun 2022, jumlah transaksi pajak meningkatkan signifikan.

Baca Juga :  Pemkab Mempawah Rapat Bersama Pengurus Pondok Pesantren

“Pada tahun 2022, BUMDES Wajok Hilir berhasil meningkat transaksi pajak sebanyak 569 transaksi PBB-P2. Ini menjadi contoh keberhasilan BUMDES dalam mengoptimalkan pungutan pajak. Saya berharap hal ini dapat ditiru oleh BUMDES lainnya di Kabupaten Mempawah,” pintanya.

Untuk itu, Bupati mengharapkan dukungan dan peran aktif APDESI agar memberikan dukungan dan dorongan kepada seluruh Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Mempawah agar lebih giat dalam mengoptimalkan potensi pungutan pajak di desanya masing-masing.

“Dengan memanfaatkan kehadiran BUMDES maka akan membantu pelayanan masyarakat desa dalam hal pembayaran pajak. Saat ini yang terbilang berhasil baru 3 desa. Kalau nanti bisa dimaksimlkan 60 BUMDES maka hasil pungutan pajak akan lebih signifikan peningkatannya,” pungkas Bupati.(wah)

MEMPAWAH — Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar pekan panutan pembayaran Pajak Bumi Bangunan – Perkotaan Pedesaan (PBB-P2) tahun 2023. Kegiatan tersebut dibuka Bupati Mempawah, Hj Erlina, Selasa (14/3) pagi di Aula Kantor Bupati Mempawah.

Dalam sambutannya, Erlina menyebut upaya pungutan pajak di Kabupaten Mempawah belum dilakukan dengan optimal. Padahal, menurut dia, potensi pajak di daerah tersebut cukup  besar dan masih dapat dimaksimalkan.

“Masih terdapat objek pajak yang belum maksimal retribusinya di tahun 2022 lalu. Padahal, potensi pajak di Kabupaten Mempawah cukup besar,” kata Erlina.

Erlina memberikan apresiasi inovasi Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Mempawah yang sejak tahun 2021 lalu telah menghadirkan aplikasi yang mengubah pola transaksi pendapatan dan belanja daerah dari sistem tunai ke non tunai dan berbasis digital.

Baca Juga :  Berkontribusi Turunkan Tingkat Pengangguran

“Seperti pembayaran PBB-P2 sudah bisa dilakukan secara online melalui mobile banking dan telah berjalan sejak 2021 lalu,” tuturnya.

Kemudian, Bupati Erlina menyoroti peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam mendukung optimalisasi pungutan pajak daerah. Menurut Bupati, BUMDES belum mampu berkontribusi maksimal.

“Saat ini baru terdapat beberapa desa yang berhasil mengoptimalkan BUMDES untuk pungutan pajak. Saya minta agar kedepan 60 BUMDES di Kabupaten Mempawah bisa memaksimalkan potensi pajak di desanya,” harap dia.

Seperti, Bupati mencontohkan, Desa Wajok Hilir di Kecamatan Jongkat pada tahun 2021 lalu melakukan transaksi wajib pajak melalui BUMDES sebanyak 84 transaksi. Dan pada tahun 2022, jumlah transaksi pajak meningkatkan signifikan.

Baca Juga :  DPRD Mempawah Turun Lapangan

“Pada tahun 2022, BUMDES Wajok Hilir berhasil meningkat transaksi pajak sebanyak 569 transaksi PBB-P2. Ini menjadi contoh keberhasilan BUMDES dalam mengoptimalkan pungutan pajak. Saya berharap hal ini dapat ditiru oleh BUMDES lainnya di Kabupaten Mempawah,” pintanya.

Untuk itu, Bupati mengharapkan dukungan dan peran aktif APDESI agar memberikan dukungan dan dorongan kepada seluruh Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Mempawah agar lebih giat dalam mengoptimalkan potensi pungutan pajak di desanya masing-masing.

“Dengan memanfaatkan kehadiran BUMDES maka akan membantu pelayanan masyarakat desa dalam hal pembayaran pajak. Saat ini yang terbilang berhasil baru 3 desa. Kalau nanti bisa dimaksimlkan 60 BUMDES maka hasil pungutan pajak akan lebih signifikan peningkatannya,” pungkas Bupati.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru