alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Delapan Rumah Tertimpa Longsor di Peniraman

Warga Panik Selamatkan Diri

MEMPAWAH – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sungai Pinyuh beberapa hari ini menyebabkan Bukit Peniraman longsor, Selasa (14/7) sekitar pukul 16.00. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun delapan rumah rusak tertimpa tanah longsor.

Longsor Bukit Peniraman terjadi di RT 01/RW 01, Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh. Puluhan warga yang bermukim di lingkungan setempat panik menyelamatkan diri dan harta bendanya. Warga khawatir tanah longsor menimbun seluruh permukiman di sekitar kaki Bukit Peniraman.

Salah seorang warga Desa Peniraman, Ernawati mengaku tidak menduga jika Bukit Peniraman akan mengalami longsor. Sebab, saat perisiwa itu terjadi tidak turun hujan di lokasi Desa Peniraman.

“Kejadiannya begitu cepat dan di luar perkiraan warga. Kami sama sekali tidak menyangka akan terjadi longsor di Bukit Peniraman ini. Sebab, cuaca tidak sedang turun hujan,” kata Ernawati saat ditemui di lokasi longsor.

Ernawati menceritakan, awalnya tanah yang runtuh dari bagian atas Bukit Peniraman hanya sedikit. Namun, tak berselang lama volume tanah yang turun dari atas ke bagian bawah kaki Bukit Peniraman semakin bertambah.

“Semua warga di sini panik melihat tanah longsor semakin banyak. Kami semua berusaha menjauh dari lokasi longsor untuk menyelamatkan diri,” akunya.

Baca Juga :  Kontroversi Makam Putri Sultan Hasanuddin

Ernawati mengaku sempat khawatir jika tanah longsor menimbun rumahnya. Dia pun sempat masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan harta benda. Namun,  niat itu diurungkannya. Dia berusaha mencari tempat berlindung agar tidak menjadi korban tanah longsor.

“Sempat berpikir menyelamatkan barang-barang di rumah. Namun, saya benar-benar bingung dan panik. Kemudian, saya bersama cucu dan keponakan langsung lari keluar dan menjauh dari lokasi longsor,” paparnya.

Musibah tanah longsor di Bukit Peniraman tidak menyebabkan korban jiwa. Namun, longsor menimbulkan kerusakan bangunan. Dikabarkan terdapat delapan rumah yang terdampak, dan dua rumah diantaranya mengalami rusak berat.

Dua bangunan rumah yang mengalami kerusakan berat akibat tanah longsor diketahui bernama Abas dan Al-Fari. Menurut korban longsor, tak hanya bangunan melainkan juga harta benda yang ada di dalam rumah ikut rusak.

“Sewaktu kejadian longsor, saya tidak berada di rumah. Karena saya bekerja di Desa Nusapati. Saya di telepon salah satu keluarga dan memberitahukan jika rumah saya terkena longsor,” cerita Al-Fari saat mengevakuasi harta benda dari dalam rumahnya.

Al-Fari mengatakan, longsor menyebabkan sebagian dinding dan lantai rumahnya mengalami kerusakan parah. Bahkan, lumpur memenuhi rumahnya. Akibatnya, seluruh barang elektronik miliknya mengalami kerusakan.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang

“Barang elektronik, kursi, lemari dan perabot rumah lainnya mengalami kerusakan akibat longsor. Untuk sementara ini, barang-barang dititipkan dirumah saudara di sekitaran lokasi ini juga,” tuturnya.

Ditanya kerugian materil yang dialaminya, Al-Fahri mengaku belum menghitung secara keseluruhan. Namun, dia memperkirakan kerugian yang dialami akibat musibah longsor itu tak kurang dari puluhan juta rupiah.

“Belum dihitung berapa jumlah kerugiannya, kalau dilihat dari kasat mata diperkirakan puluhan juta. Mudah-mudahan tidak ada lagi longsor susulan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto memastikan, petugas telah berada di lokasi longsor untuk membantu proses evakuasi terhadap korban dan harta benda.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah longsor di Bukit Peniraman. Ada dua bangunan rumah dan harta benda yang mengalami kerusakan. Sementara itu, ada 14 keluarga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman,” sebut Didik.

“Saat ini, kami sedang mempersiapkan kebutuhan dasar untuk membantu korban longsor di Desa Peniraman. Mulai dari beras, mie instan, pakaian dan lainnya,” tegas Didik. (wah)

 

Warga Panik Selamatkan Diri

MEMPAWAH – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sungai Pinyuh beberapa hari ini menyebabkan Bukit Peniraman longsor, Selasa (14/7) sekitar pukul 16.00. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun delapan rumah rusak tertimpa tanah longsor.

Longsor Bukit Peniraman terjadi di RT 01/RW 01, Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh. Puluhan warga yang bermukim di lingkungan setempat panik menyelamatkan diri dan harta bendanya. Warga khawatir tanah longsor menimbun seluruh permukiman di sekitar kaki Bukit Peniraman.

Salah seorang warga Desa Peniraman, Ernawati mengaku tidak menduga jika Bukit Peniraman akan mengalami longsor. Sebab, saat perisiwa itu terjadi tidak turun hujan di lokasi Desa Peniraman.

“Kejadiannya begitu cepat dan di luar perkiraan warga. Kami sama sekali tidak menyangka akan terjadi longsor di Bukit Peniraman ini. Sebab, cuaca tidak sedang turun hujan,” kata Ernawati saat ditemui di lokasi longsor.

Ernawati menceritakan, awalnya tanah yang runtuh dari bagian atas Bukit Peniraman hanya sedikit. Namun, tak berselang lama volume tanah yang turun dari atas ke bagian bawah kaki Bukit Peniraman semakin bertambah.

“Semua warga di sini panik melihat tanah longsor semakin banyak. Kami semua berusaha menjauh dari lokasi longsor untuk menyelamatkan diri,” akunya.

Baca Juga :  Kontroversi Makam Putri Sultan Hasanuddin

Ernawati mengaku sempat khawatir jika tanah longsor menimbun rumahnya. Dia pun sempat masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan harta benda. Namun,  niat itu diurungkannya. Dia berusaha mencari tempat berlindung agar tidak menjadi korban tanah longsor.

“Sempat berpikir menyelamatkan barang-barang di rumah. Namun, saya benar-benar bingung dan panik. Kemudian, saya bersama cucu dan keponakan langsung lari keluar dan menjauh dari lokasi longsor,” paparnya.

Musibah tanah longsor di Bukit Peniraman tidak menyebabkan korban jiwa. Namun, longsor menimbulkan kerusakan bangunan. Dikabarkan terdapat delapan rumah yang terdampak, dan dua rumah diantaranya mengalami rusak berat.

Dua bangunan rumah yang mengalami kerusakan berat akibat tanah longsor diketahui bernama Abas dan Al-Fari. Menurut korban longsor, tak hanya bangunan melainkan juga harta benda yang ada di dalam rumah ikut rusak.

“Sewaktu kejadian longsor, saya tidak berada di rumah. Karena saya bekerja di Desa Nusapati. Saya di telepon salah satu keluarga dan memberitahukan jika rumah saya terkena longsor,” cerita Al-Fari saat mengevakuasi harta benda dari dalam rumahnya.

Al-Fari mengatakan, longsor menyebabkan sebagian dinding dan lantai rumahnya mengalami kerusakan parah. Bahkan, lumpur memenuhi rumahnya. Akibatnya, seluruh barang elektronik miliknya mengalami kerusakan.

Baca Juga :  Rampok Bermodus Matikan Stut

“Barang elektronik, kursi, lemari dan perabot rumah lainnya mengalami kerusakan akibat longsor. Untuk sementara ini, barang-barang dititipkan dirumah saudara di sekitaran lokasi ini juga,” tuturnya.

Ditanya kerugian materil yang dialaminya, Al-Fahri mengaku belum menghitung secara keseluruhan. Namun, dia memperkirakan kerugian yang dialami akibat musibah longsor itu tak kurang dari puluhan juta rupiah.

“Belum dihitung berapa jumlah kerugiannya, kalau dilihat dari kasat mata diperkirakan puluhan juta. Mudah-mudahan tidak ada lagi longsor susulan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto memastikan, petugas telah berada di lokasi longsor untuk membantu proses evakuasi terhadap korban dan harta benda.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah longsor di Bukit Peniraman. Ada dua bangunan rumah dan harta benda yang mengalami kerusakan. Sementara itu, ada 14 keluarga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman,” sebut Didik.

“Saat ini, kami sedang mempersiapkan kebutuhan dasar untuk membantu korban longsor di Desa Peniraman. Mulai dari beras, mie instan, pakaian dan lainnya,” tegas Didik. (wah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/