alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Anjongan Diterjang Banjir dan Longsor

MEMPAWAH – Cuaca ekstrem hujan dan angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Mempawah, Rabu (14/7) dini hari menyebabkan banjir. Di Kelurahan Anjongan Melancar, Kecamatan Anjongan, banjir setinggi dua meter merendam puluhan rumah. Sejumlah korban banjir dilaporkan sempat dievakuasi ke tempat yang aman.

Salah seorang korban banjir, Inus mengaku tak dapat menyelamatkan harga bendanya dari rendaman banjir. Sebab, banjir datang ditengah malam pada saat dirinya dan keluarga sedang tertidur pulas.

“Ketika banjir itu datang, saya dan keluarga sedang tidur. Ketika bangun tidur, tiba-tiba saja tempat tidur sudah berada ditengah banjir,” aku Inus.

Setelah mengetahui adanya banjir, Inus beserta keluarganya bergegas meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman. Sebab, dia khawatir banjir semakin meninggi dan mengancam keselamatan keluarganya.

“Saya sudah tidak memikirkan harta benda lagi. Langsung saja membawa seluruh anggot keluarga keluar dari rumah dan mencari tempat aman. Setelah banjir sedikit surut, barulah kami kembali ke rumah,” ujarnya.

Inus mengatakan, tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari banjir. Semua barang-barang miliknya terendam. Dia pun belum menghitung berapa total kerugian materil yang dialaminya akibat musibah itu.

Baca Juga :  Motor Tabrak Stum di Jalan Sui Batang

“Belum tahu berapa jumlah kerugian. Yang pasti semua barang sudah terendam dan tidak ada yang bisa diselamatkan lagi,” lirihnya.

Sementara itu, Kapolsek Anjongan, Iptu Roberd membenarkan musibah banjir merendam puluhan rumah di Kelurahan Anjongan Melancar. Menurut pantauannya, banjir juga terjadi di beberapa lingkungan masyarakat lainnya di wilayah Kecamatan Anjongan.

“Sejak subuh, saya dan anggota sudah turun kelapangan melihat kondisi masyarakat. Sebab, cuaca ekstrim sudah berlangsung sejak kemarin (senin) malam,” bebernya.

Kapolsek memastikan dia beserta anggota melakukan pengecekan dan pemantauan dilingkungan masyarakat untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. Dari pantauannya, Kapolsek memonitoring lokasi banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

“Longsor terjadi di dua lokasi yakni Desa Anjongan Dalam dan Kepayang. Tidak ada korban jiwa maupun bangunan yang rusak. Longsor hanya menimbun tanaman dan kolam ikan milik warga,” paparnya.

Baca Juga :  Ratusan Rumah Warga Bantaran Sungai Terendam

Sementara itu, imbuh Kapolsek, pihaknya juga mengevakuasi empat pohon tumbang di sejumlah lokasi di Kecamatan Anjongan. Dia memastikan tidak ada masyarakat atau pengguna jalan yang tertimpa pohon tumbang.

“Berikutnya, kita meninjau lokasi banjir di Paoh, Kelurahan Anjongan Melancar. Ada puluhan yang terendam banjir dengan ketinggian sekitar 2 meter,” ujarnya.

Di lokasi banjir itu, Kapolsek memastikan para korban banjir dalam kondisi baik. Mereka tetap bertahan di dalam rumah sembari menunggu air surut. Namun, ada pula beberapa rumah di dataran rendah yang terpaksa dievakuasi.

“Tadi, saya sempat mengevakuasi seorang nenek yang rumahnya terendam banjir cukup tinggi. Kita gendong untuk dibawa ke tempat yang lebih aman. Sambil menunggu air suruh, nanti akan dipulangkan lagi ke rumah,” pungkas dia.

Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah seperti Desa Pak Utan, Desa Sepang dan Desa Sungai Kunyit Hulu. Sedangkan banjir di wilayah pesisir pantai hanya berlangsung berlangsung beberapa jam dengan ketinggian berkisar 30 centimeter.(wah)

MEMPAWAH – Cuaca ekstrem hujan dan angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Mempawah, Rabu (14/7) dini hari menyebabkan banjir. Di Kelurahan Anjongan Melancar, Kecamatan Anjongan, banjir setinggi dua meter merendam puluhan rumah. Sejumlah korban banjir dilaporkan sempat dievakuasi ke tempat yang aman.

Salah seorang korban banjir, Inus mengaku tak dapat menyelamatkan harga bendanya dari rendaman banjir. Sebab, banjir datang ditengah malam pada saat dirinya dan keluarga sedang tertidur pulas.

“Ketika banjir itu datang, saya dan keluarga sedang tidur. Ketika bangun tidur, tiba-tiba saja tempat tidur sudah berada ditengah banjir,” aku Inus.

Setelah mengetahui adanya banjir, Inus beserta keluarganya bergegas meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman. Sebab, dia khawatir banjir semakin meninggi dan mengancam keselamatan keluarganya.

“Saya sudah tidak memikirkan harta benda lagi. Langsung saja membawa seluruh anggot keluarga keluar dari rumah dan mencari tempat aman. Setelah banjir sedikit surut, barulah kami kembali ke rumah,” ujarnya.

Inus mengatakan, tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari banjir. Semua barang-barang miliknya terendam. Dia pun belum menghitung berapa total kerugian materil yang dialaminya akibat musibah itu.

Baca Juga :  Ratusan Rumah Warga Bantaran Sungai Terendam

“Belum tahu berapa jumlah kerugian. Yang pasti semua barang sudah terendam dan tidak ada yang bisa diselamatkan lagi,” lirihnya.

Sementara itu, Kapolsek Anjongan, Iptu Roberd membenarkan musibah banjir merendam puluhan rumah di Kelurahan Anjongan Melancar. Menurut pantauannya, banjir juga terjadi di beberapa lingkungan masyarakat lainnya di wilayah Kecamatan Anjongan.

“Sejak subuh, saya dan anggota sudah turun kelapangan melihat kondisi masyarakat. Sebab, cuaca ekstrim sudah berlangsung sejak kemarin (senin) malam,” bebernya.

Kapolsek memastikan dia beserta anggota melakukan pengecekan dan pemantauan dilingkungan masyarakat untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. Dari pantauannya, Kapolsek memonitoring lokasi banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

“Longsor terjadi di dua lokasi yakni Desa Anjongan Dalam dan Kepayang. Tidak ada korban jiwa maupun bangunan yang rusak. Longsor hanya menimbun tanaman dan kolam ikan milik warga,” paparnya.

Baca Juga :  Satreskim Amankan Ratusan Liter Solar

Sementara itu, imbuh Kapolsek, pihaknya juga mengevakuasi empat pohon tumbang di sejumlah lokasi di Kecamatan Anjongan. Dia memastikan tidak ada masyarakat atau pengguna jalan yang tertimpa pohon tumbang.

“Berikutnya, kita meninjau lokasi banjir di Paoh, Kelurahan Anjongan Melancar. Ada puluhan yang terendam banjir dengan ketinggian sekitar 2 meter,” ujarnya.

Di lokasi banjir itu, Kapolsek memastikan para korban banjir dalam kondisi baik. Mereka tetap bertahan di dalam rumah sembari menunggu air surut. Namun, ada pula beberapa rumah di dataran rendah yang terpaksa dievakuasi.

“Tadi, saya sempat mengevakuasi seorang nenek yang rumahnya terendam banjir cukup tinggi. Kita gendong untuk dibawa ke tempat yang lebih aman. Sambil menunggu air suruh, nanti akan dipulangkan lagi ke rumah,” pungkas dia.

Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah seperti Desa Pak Utan, Desa Sepang dan Desa Sungai Kunyit Hulu. Sedangkan banjir di wilayah pesisir pantai hanya berlangsung berlangsung beberapa jam dengan ketinggian berkisar 30 centimeter.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/