alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Jembatan Pelabuhan Kijing Ambruk

MEMPAWAHTrestle (jembatan) Pelabuhan Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah roboh, Rabu (14/7) sekitar pukul 02.00 dini hari. Ada dua titik trestle yang mengalami kerusakan. Menurut PT Wika, penyebabnya cuaca ektrem dan hantaman tongkang.

Manajer Konstruksi PT Wika, Samsu mengungkapkan, ambruknya trestle Pelabuhan Terminal Kijing dikarenakan cuaca ekstrem yang menerjang kawasan tersebut sejak Selasa (13/7) malam. “Penyebab pertama di karenakan cuaca ekstrim. Kecepatan angin sangat kencang diatas rata-rata 35 knot,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Samsu, penyebab lainnya yakni laratnya tongkang milik PT Wika hingga menghantam trestle Pelabuhan Terminal Kijing. Akibatnya, badan jembatan ambruk dan mengalami kerusakan berat.

“Jadi ada dua titik kerusakan trestle. Titik pertama di 1,5 KM dan titik kedua di 3 KM,” paparnya.

Samsu mengatakan, kerusakan trestle tersebut menyebabkan terputusnya akses ke dermaga Pelabuhan Terminal Kijing. Sementara itu, di bagian dermaga ada 58 karyawan PT Wika yang sedang melakukan pekerjaan.

“Ada 58 pekerja kami yang sedang dalam proses evakuasi memakai kapal tunda. Semua pekerja dalam kondisi sehat,” tegasnya.

Toni, salah seorang driver yang terjebak di dermaga Pelabuhan Terminal Kijing menyebut dua lokasi trestle yang  roboh akibat terjangan gelombang dan tongkang yang lepas akibat cuaca ekstrem.

“Kerusakan di dekat dermaga itu akibat ombak, sedangkan kerusakan di bagian tengah akibat tabrakan tongkang lepas,” katanya.

Toni menyebut setidaknya ada 100-an orang terdiri dari driver truk tangki, truk kontainer hingga para pekerja PT Wika yang terjebak di dermaga Pelabuhan Terminal Kijing. Mereka tak dapat kembali ke daratan lantaran akses jembatan terputus.

Baca Juga :  Anjongan Diterjang Banjir dan Longsor

“Total semua sekitar 100-an orang yang berada di dermaga. Hingga siang ini (Rabu), kami belum dievakuasi. Padahal, sudah dari  pagi kami menunggu evakuasi,” sesalnya.

Di lain pihak, Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah mengatakan, robohnya trestle Pelabuhan Terminal Kijing disebabkan terjangan ombak yang dipicu cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang.

“Trestle Pelabuhan Terminal Kijing jebol akibat hantaman ombak yang dipicu cuaca ekstrem hujan dan angin kencang sejak kemarin malam,” tegasnya.

Fauzan menyebut, kerusakan trestle itu mengakibatkan akses menuju ke dermaga Pelabuhan Terminal Kijing terputus. Sehingga dipastikan aktivitas di pelabuhan kijing terganggu.

“Trestle yang jebol sekitar puluhan meter. Ini mengakibatkan akses menuju dermaga terputus,” ujarnya.

Fauzan menambahkan, PT Wika telah menginstruksikan seluruh pekerjanya untuk meninggalkan lokasi trestle Pelabuhan Terminal Kijing. Sebab, cuaca ekstrem masih berlangsung dan dikhawatirkan memicu kerusakan bagian lainnya.

“Jika cuaca ekstrem masih terus menerus berlangsung, dikhawatirkan menyebabkan keretakan pada trestle yang masih utuh hingga bisa berakibat fatal. Ini yang  diantisipasi,” pungkasnya.

Minta Uji Kualitas Beton

Robohnya dua titik trestle Pelabuhan Terminal Kijing menarik perhatian berbagai pihak. Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Febriadi, ST minta agar dilakukan uji laboratorium kualitas beton yang dikerjakan PT WIKA dalam pekerjaan tersebut.

“Kepada pihak berwenang, kita minta agar dilakukan uji laboratorium pekerjaan beton yang dilakukan PT WIKA dalam proyek pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing,” saran Febriadi di sela-sela tinjauannya di lokasi Pelabuhan Kijing, Rabu (14/7).

Baca Juga :  Berbagi Kebahagiaan di Hari Listrik Nasional, YBM PLN UP3B Kalbar Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Legislator Partai Nasdem ini mengaku  tak dapat menerima alasan faktor alam dijadikan kambing hitam atas ambruknya dua titik trestle Pelabuhan Terminal Kijing tersebut. Menurut dia, ada faktor teknis lainnya.

“Tidak bisa kita hanya menyalahkan faktor alam. Karena, jika faktor alam kemungkinannya seluruh trestle sepanjang 3 KM itu ambruk semua diterjang cuaca ekstrem,” tuturnya.

Febriadi menganalisa kekuatan beton pada dua titik trestle yang roboh. Yakni titik pertama di 0-1,5 KM dan titik kedua di 0-3 KM. Masing-masing titik yang rusak diperkirakan sepanjang 50 meter.

“Titik pertama itu posisinya ditengah, sedangkan titik rusak kedua di dekat dermaga. Jika memang faktor alam, harusnya yang rusak itu bangunan dermaga sebab posisinya paling ujung didekat pulau. Kenapa yang roboh justru dibagian tengah trestle,” bebernya.

“Maka, saya berpandangan kerusakan tak luput dari lemahnya kualitas pekerjaan PT WIKA,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP M Reski Rizal mengatakan kehadiran pihaknya untuk melakukan pengecekan lapangan terkait informasi ambruknya trestle Pelabuhan Terminal Kijing.

“Kita prioritaskan pada penanganan evakuasi karyawan atau pekerja yang masih berada di dermaga. Kita koordinasi dengan sejumlah pihak untuk proses evakuasi agar bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.

Resky Rizal mengatakan dirinya ingin memastikan seluruh pekerja atau karyawan yang terjebak di area dermaga dalam kondisi selamat dan dapat dievakuasi ke daratan.

“Terkait fisik pembangunan yang rusak, akan kami koordinasikan dengan pihak terkait untuk langkah lebih lanjut,” pungkasnya. (wah)

MEMPAWAHTrestle (jembatan) Pelabuhan Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah roboh, Rabu (14/7) sekitar pukul 02.00 dini hari. Ada dua titik trestle yang mengalami kerusakan. Menurut PT Wika, penyebabnya cuaca ektrem dan hantaman tongkang.

Manajer Konstruksi PT Wika, Samsu mengungkapkan, ambruknya trestle Pelabuhan Terminal Kijing dikarenakan cuaca ekstrem yang menerjang kawasan tersebut sejak Selasa (13/7) malam. “Penyebab pertama di karenakan cuaca ekstrim. Kecepatan angin sangat kencang diatas rata-rata 35 knot,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Samsu, penyebab lainnya yakni laratnya tongkang milik PT Wika hingga menghantam trestle Pelabuhan Terminal Kijing. Akibatnya, badan jembatan ambruk dan mengalami kerusakan berat.

“Jadi ada dua titik kerusakan trestle. Titik pertama di 1,5 KM dan titik kedua di 3 KM,” paparnya.

Samsu mengatakan, kerusakan trestle tersebut menyebabkan terputusnya akses ke dermaga Pelabuhan Terminal Kijing. Sementara itu, di bagian dermaga ada 58 karyawan PT Wika yang sedang melakukan pekerjaan.

“Ada 58 pekerja kami yang sedang dalam proses evakuasi memakai kapal tunda. Semua pekerja dalam kondisi sehat,” tegasnya.

Toni, salah seorang driver yang terjebak di dermaga Pelabuhan Terminal Kijing menyebut dua lokasi trestle yang  roboh akibat terjangan gelombang dan tongkang yang lepas akibat cuaca ekstrem.

“Kerusakan di dekat dermaga itu akibat ombak, sedangkan kerusakan di bagian tengah akibat tabrakan tongkang lepas,” katanya.

Toni menyebut setidaknya ada 100-an orang terdiri dari driver truk tangki, truk kontainer hingga para pekerja PT Wika yang terjebak di dermaga Pelabuhan Terminal Kijing. Mereka tak dapat kembali ke daratan lantaran akses jembatan terputus.

Baca Juga :  14 Kapal Tenggelam, 50 ABK Masih Hilang

“Total semua sekitar 100-an orang yang berada di dermaga. Hingga siang ini (Rabu), kami belum dievakuasi. Padahal, sudah dari  pagi kami menunggu evakuasi,” sesalnya.

Di lain pihak, Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah mengatakan, robohnya trestle Pelabuhan Terminal Kijing disebabkan terjangan ombak yang dipicu cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang.

“Trestle Pelabuhan Terminal Kijing jebol akibat hantaman ombak yang dipicu cuaca ekstrem hujan dan angin kencang sejak kemarin malam,” tegasnya.

Fauzan menyebut, kerusakan trestle itu mengakibatkan akses menuju ke dermaga Pelabuhan Terminal Kijing terputus. Sehingga dipastikan aktivitas di pelabuhan kijing terganggu.

“Trestle yang jebol sekitar puluhan meter. Ini mengakibatkan akses menuju dermaga terputus,” ujarnya.

Fauzan menambahkan, PT Wika telah menginstruksikan seluruh pekerjanya untuk meninggalkan lokasi trestle Pelabuhan Terminal Kijing. Sebab, cuaca ekstrem masih berlangsung dan dikhawatirkan memicu kerusakan bagian lainnya.

“Jika cuaca ekstrem masih terus menerus berlangsung, dikhawatirkan menyebabkan keretakan pada trestle yang masih utuh hingga bisa berakibat fatal. Ini yang  diantisipasi,” pungkasnya.

Minta Uji Kualitas Beton

Robohnya dua titik trestle Pelabuhan Terminal Kijing menarik perhatian berbagai pihak. Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Febriadi, ST minta agar dilakukan uji laboratorium kualitas beton yang dikerjakan PT WIKA dalam pekerjaan tersebut.

“Kepada pihak berwenang, kita minta agar dilakukan uji laboratorium pekerjaan beton yang dilakukan PT WIKA dalam proyek pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing,” saran Febriadi di sela-sela tinjauannya di lokasi Pelabuhan Kijing, Rabu (14/7).

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem, BPBD Warga Tetap Waspada

Legislator Partai Nasdem ini mengaku  tak dapat menerima alasan faktor alam dijadikan kambing hitam atas ambruknya dua titik trestle Pelabuhan Terminal Kijing tersebut. Menurut dia, ada faktor teknis lainnya.

“Tidak bisa kita hanya menyalahkan faktor alam. Karena, jika faktor alam kemungkinannya seluruh trestle sepanjang 3 KM itu ambruk semua diterjang cuaca ekstrem,” tuturnya.

Febriadi menganalisa kekuatan beton pada dua titik trestle yang roboh. Yakni titik pertama di 0-1,5 KM dan titik kedua di 0-3 KM. Masing-masing titik yang rusak diperkirakan sepanjang 50 meter.

“Titik pertama itu posisinya ditengah, sedangkan titik rusak kedua di dekat dermaga. Jika memang faktor alam, harusnya yang rusak itu bangunan dermaga sebab posisinya paling ujung didekat pulau. Kenapa yang roboh justru dibagian tengah trestle,” bebernya.

“Maka, saya berpandangan kerusakan tak luput dari lemahnya kualitas pekerjaan PT WIKA,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP M Reski Rizal mengatakan kehadiran pihaknya untuk melakukan pengecekan lapangan terkait informasi ambruknya trestle Pelabuhan Terminal Kijing.

“Kita prioritaskan pada penanganan evakuasi karyawan atau pekerja yang masih berada di dermaga. Kita koordinasi dengan sejumlah pihak untuk proses evakuasi agar bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.

Resky Rizal mengatakan dirinya ingin memastikan seluruh pekerja atau karyawan yang terjebak di area dermaga dalam kondisi selamat dan dapat dievakuasi ke daratan.

“Terkait fisik pembangunan yang rusak, akan kami koordinasikan dengan pihak terkait untuk langkah lebih lanjut,” pungkasnya. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/