alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Lansia Mesti Hidup dengan Nyaman dan Tenang

MEMPAWAH – Dalam upayanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (Lansia), Dinas Kesehatan, PP dan Keluarga Berencana (DKPPKB) melaksanakan Sosialisasi Tujuh Dimensi Lansia Tangguh serta Orientasi Pendampingan Jangka Panjang (PJP) Bagi Lansia se-Kabupaten Mempawah di Aula Wisma Chandramidi Mempawah, kemarin pagi.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tujuh dimensi Lansia tangguh serta orientasi PJP bagi lansia se-Kabupaten Mempawah tahun 2020 ini,” terang Wakil Bupati, H Muhammad Pagi.

Wabup menilai, kegiatan yang mengangkat tema ‘Penguatan Pelayanan Ramah Lansia Melalui Tujuh Dimensi Lansia Tangguh dan Orientasi PJP Bagi Lansia’ itu sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk meningkatkan kualitas dan derajat hidup masyarakat khususnya Lansia. “Ada dua point utama yang menjadi garis besar dalam permasalahan ini. Yaitu, tujuh dimensi Lansia tangguh dan pendampingan PJP bagi Lansia,” sebutnya.

Lansia tangguh, ungkap Wabup, mencakup tujuh dimensi yakni dimensi spiritual yang berkaitan dengan fungsi agama. Kemudian, dimensi sosial kemasyarakatan berkenaan dengan fungsi sosial budaya dan perlindungan.

“Berikutnya, dimensi emosional berkaitan dengan cinta kasih. Lainnya adalah dimensi fisik yang berkenaan dengan fungsi reproduksi, sedangkan dimensi intelektual berkaitan masalah sosialisasi dan pendidikan dan dimensi professional vokasional berkenaan fungsi ekonomi, serta dimensi lingkungan menyangkut pembinaan lingkungan,” papar Wabup.

Baca Juga :  Bantu Relawan Covid-19 Sungai Pinyuh

Wabup mengatakan, melalui tujuh indikator dimensi Lansia tangguh itu diharapkan seseorang atau kelompok Lansia mampu beradaptasi terhadap proses penuaan secara positif sehingga mencapai masa tua berkualitas. “Dengan begitu, para Lansia akan melewati hidup dalam lingkungan yang nyaman, sehat secara fisik, sosial dan mental melalui siklus hidupnya, aktif produktif dan mandiri,” tuturnya.

Berkaitan pendampingan PJP bagi Lansia, Wabup menjelaskan ditujukan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam pendampingan serta perawatan jangka panjang bagi anggota keluarga yang mempunyai Lansia. “Terutama bagi keluarga yang sudah tidak dapat merawat dirinya sendiri, meningkatkan derajat kesehatan lansia untuk mencapai Lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan berdaya guna bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, sambung Wabup, diperlukan peran dari kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) yang merupakan kelompok kegiatan keluarga lansia. Tujuannya, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga Lansia dalam upaya meningkatkan kualitas hidup Lansia dalam rangka mewujudkan lansia tangguh.

Baca Juga :  Hasilkan Enam Aspirasi Prioritas Masyarakat

“Sasaran dari BKL itu sendiri adalah keluarga yang memiliki Lansia. Harapan kita, program pendampingan PJP bagi Lansia ini agar memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada keluarga berdasarkan indikasi perawatan, memahami model PJP yang dapat dilakukan oleh keluarga melalui BKL, melaksanakan langkah perawatan jangka panjang oleh keluarga serta mengembangkan konsep latihan PJP,” harapnya.

Masih menurut Wabup, ada enam misi dan tujuan yang ingin dicapai BKL. Diantaranya, imbuh dia, membangun ketahanan dan kesejahteraan secara utuh. Kemudian, melindungi serta memberdayakan keluarga lansia untuk dapat memenuhi hak kehidupan secara layak baik fisik, ekonomi maupun sosial.

“Tujuan lainnya, menyebarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam menyiapkan dan menjalani masa tua secara aktif dan menyenangkan. Membantu dalam menyelesaikan permasalahan terkait lansia dilingkungannya,” ucapnya.

“Berikutnya, menjembatani pemerintah, masyarakat dan akademisi serta sektor swasta untuk bersama-sama mengelola kelompok BKL. Serta, menyiapkan generasi era bonus demografi memasuki masa tua agar terwujud kondisi lansia yang sehat, aktif, produktif dan mandiri,” pungkas Wabup. (wah)

MEMPAWAH – Dalam upayanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (Lansia), Dinas Kesehatan, PP dan Keluarga Berencana (DKPPKB) melaksanakan Sosialisasi Tujuh Dimensi Lansia Tangguh serta Orientasi Pendampingan Jangka Panjang (PJP) Bagi Lansia se-Kabupaten Mempawah di Aula Wisma Chandramidi Mempawah, kemarin pagi.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tujuh dimensi Lansia tangguh serta orientasi PJP bagi lansia se-Kabupaten Mempawah tahun 2020 ini,” terang Wakil Bupati, H Muhammad Pagi.

Wabup menilai, kegiatan yang mengangkat tema ‘Penguatan Pelayanan Ramah Lansia Melalui Tujuh Dimensi Lansia Tangguh dan Orientasi PJP Bagi Lansia’ itu sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk meningkatkan kualitas dan derajat hidup masyarakat khususnya Lansia. “Ada dua point utama yang menjadi garis besar dalam permasalahan ini. Yaitu, tujuh dimensi Lansia tangguh dan pendampingan PJP bagi Lansia,” sebutnya.

Lansia tangguh, ungkap Wabup, mencakup tujuh dimensi yakni dimensi spiritual yang berkaitan dengan fungsi agama. Kemudian, dimensi sosial kemasyarakatan berkenaan dengan fungsi sosial budaya dan perlindungan.

“Berikutnya, dimensi emosional berkaitan dengan cinta kasih. Lainnya adalah dimensi fisik yang berkenaan dengan fungsi reproduksi, sedangkan dimensi intelektual berkaitan masalah sosialisasi dan pendidikan dan dimensi professional vokasional berkenaan fungsi ekonomi, serta dimensi lingkungan menyangkut pembinaan lingkungan,” papar Wabup.

Baca Juga :  Hasilkan Enam Aspirasi Prioritas Masyarakat

Wabup mengatakan, melalui tujuh indikator dimensi Lansia tangguh itu diharapkan seseorang atau kelompok Lansia mampu beradaptasi terhadap proses penuaan secara positif sehingga mencapai masa tua berkualitas. “Dengan begitu, para Lansia akan melewati hidup dalam lingkungan yang nyaman, sehat secara fisik, sosial dan mental melalui siklus hidupnya, aktif produktif dan mandiri,” tuturnya.

Berkaitan pendampingan PJP bagi Lansia, Wabup menjelaskan ditujukan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam pendampingan serta perawatan jangka panjang bagi anggota keluarga yang mempunyai Lansia. “Terutama bagi keluarga yang sudah tidak dapat merawat dirinya sendiri, meningkatkan derajat kesehatan lansia untuk mencapai Lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan berdaya guna bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, sambung Wabup, diperlukan peran dari kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) yang merupakan kelompok kegiatan keluarga lansia. Tujuannya, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga Lansia dalam upaya meningkatkan kualitas hidup Lansia dalam rangka mewujudkan lansia tangguh.

Baca Juga :  Junaidi: Perbatasan Jadi Pekerjaan Penting Pemerintah

“Sasaran dari BKL itu sendiri adalah keluarga yang memiliki Lansia. Harapan kita, program pendampingan PJP bagi Lansia ini agar memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada keluarga berdasarkan indikasi perawatan, memahami model PJP yang dapat dilakukan oleh keluarga melalui BKL, melaksanakan langkah perawatan jangka panjang oleh keluarga serta mengembangkan konsep latihan PJP,” harapnya.

Masih menurut Wabup, ada enam misi dan tujuan yang ingin dicapai BKL. Diantaranya, imbuh dia, membangun ketahanan dan kesejahteraan secara utuh. Kemudian, melindungi serta memberdayakan keluarga lansia untuk dapat memenuhi hak kehidupan secara layak baik fisik, ekonomi maupun sosial.

“Tujuan lainnya, menyebarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam menyiapkan dan menjalani masa tua secara aktif dan menyenangkan. Membantu dalam menyelesaikan permasalahan terkait lansia dilingkungannya,” ucapnya.

“Berikutnya, menjembatani pemerintah, masyarakat dan akademisi serta sektor swasta untuk bersama-sama mengelola kelompok BKL. Serta, menyiapkan generasi era bonus demografi memasuki masa tua agar terwujud kondisi lansia yang sehat, aktif, produktif dan mandiri,” pungkas Wabup. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/