alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Jajaki Penggunaan Baterai Kering

Solusi Desa Belum Dialiri Listrik

MEMPAWAH– Pelayanan penerangan listrik masih menjadi persoalan ditingkat nasional, termasuk di Kabupaten Mempawah. Pelayanan dari PLN belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh pelosok lingkungan masyarakat pedalaman. Sebab, sampai hari ini masih banyak desa-desa yang belum teraliri listrik.

Di Kabupaten Mempawah sendiri, masih ada tiga desa di Kecamatan Sadaniang yang belum menikmati fasilitas penerangan dari perusahaan milik negara itu. Yakni, Desa Suakbarangan, Desa Ansiap dan Desa Amawang. Upaya mendapatkan penerangan sendiri sudah gencar disuarakan masyarakat maupun pemerintah kecamatan setempat dalam berbagai kesempatan.

Baru-baru ini, aspirasi masyarakat di 3 desa tersebut bahkan disampaikan langsung Bupati Erlina, SH, MH kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transimigrasi (Mendes-PDTT) RI, Drs. A Halim Iskandar, M.Pd saat meresmikan Pasar Kawasan Pedesaan Agropolitan Sadaniang, pekan lalu.

Baca Juga :  Pemkab Tiadakan Acara Seremonial

Menteri pun merespon cepat persoalan itu. Dia mengatakan, masalah penerangan listrik di pedesaan menjadi hal yang kompleks. Sebab, melibatkan beberapa pihak yang berkaitan dengan pelayanan listrik. “PLN itu perusahaan milik negara. Tapi PLN tidak mau rugi. Kalau kita ajak masang jaringan listrik di daerah yang fisibility studi, itungan bisnis rugi maka tidak pernah dijalankan,” ungkap Mendes, Halim.

Melihat kondisi itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku telah berupaya mencari terobosan lain. Agar masyarakat pedesaan dapat menikmati fasilitas penerangan tanpa ketergantungan dengan kebijakan PT PLN.

“Kami akan carikan terobosan untuk mengatasi masalah penerangan. Saat ini, kami sedang mempertimbangkan penggunaan baterai kering untuk jaringan listrik di wilayah pedesaan yang tak tersentuh pelayanan PLN,” paparnya. Menurut dia, terobosan itu cukup masuk akal. Mengingat, Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia. Nikel sendiri merupakan bahan baku untuk produksi batrai kering. Untuk mewujudkan hal itu, Mendes Halim mengaku sedang menjajaki kerjasama dengan negara Eropa.

Baca Juga :  Kajati Kalbar Selaku Ketua Umum Perbakin Kalbar, Masyhudi Buka Kompetisi Menembak Perbakin Mempawah Cup Tahun 2021

“Jika produksi baterai kering ini bisa terwujud, maka akan menjadi solusi yang efektif untuk desa yang belum teraliri listrik, termasuk 3 desa di Kabupaten Mempawah ini. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan rencana ini bisa direalisasikan,” harapnya.

Apabila penggunaan baterai kering itu terwujud, Mendes Halim mengharapkan adanya dukungan dan kerjasama dari Pemerintah Desa setempat. Yakni menyangkut perawatan dan pemeliharaan peralatan batrai kering. Agar, jaringan listrik batrai kering dapat terus berfungsi sebagaimana mestinya. “Sistemnya bisa swakelola oleh desa setempat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakatnya,” tukas dia.(wah)

Solusi Desa Belum Dialiri Listrik

MEMPAWAH– Pelayanan penerangan listrik masih menjadi persoalan ditingkat nasional, termasuk di Kabupaten Mempawah. Pelayanan dari PLN belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh pelosok lingkungan masyarakat pedalaman. Sebab, sampai hari ini masih banyak desa-desa yang belum teraliri listrik.

Di Kabupaten Mempawah sendiri, masih ada tiga desa di Kecamatan Sadaniang yang belum menikmati fasilitas penerangan dari perusahaan milik negara itu. Yakni, Desa Suakbarangan, Desa Ansiap dan Desa Amawang. Upaya mendapatkan penerangan sendiri sudah gencar disuarakan masyarakat maupun pemerintah kecamatan setempat dalam berbagai kesempatan.

Baru-baru ini, aspirasi masyarakat di 3 desa tersebut bahkan disampaikan langsung Bupati Erlina, SH, MH kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transimigrasi (Mendes-PDTT) RI, Drs. A Halim Iskandar, M.Pd saat meresmikan Pasar Kawasan Pedesaan Agropolitan Sadaniang, pekan lalu.

Baca Juga :  BPBD Ungkap 28 Desa Rawan Karhutla

Menteri pun merespon cepat persoalan itu. Dia mengatakan, masalah penerangan listrik di pedesaan menjadi hal yang kompleks. Sebab, melibatkan beberapa pihak yang berkaitan dengan pelayanan listrik. “PLN itu perusahaan milik negara. Tapi PLN tidak mau rugi. Kalau kita ajak masang jaringan listrik di daerah yang fisibility studi, itungan bisnis rugi maka tidak pernah dijalankan,” ungkap Mendes, Halim.

Melihat kondisi itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku telah berupaya mencari terobosan lain. Agar masyarakat pedesaan dapat menikmati fasilitas penerangan tanpa ketergantungan dengan kebijakan PT PLN.

“Kami akan carikan terobosan untuk mengatasi masalah penerangan. Saat ini, kami sedang mempertimbangkan penggunaan baterai kering untuk jaringan listrik di wilayah pedesaan yang tak tersentuh pelayanan PLN,” paparnya. Menurut dia, terobosan itu cukup masuk akal. Mengingat, Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia. Nikel sendiri merupakan bahan baku untuk produksi batrai kering. Untuk mewujudkan hal itu, Mendes Halim mengaku sedang menjajaki kerjasama dengan negara Eropa.

Baca Juga :  Kajati Kalbar Selaku Ketua Umum Perbakin Kalbar, Masyhudi Buka Kompetisi Menembak Perbakin Mempawah Cup Tahun 2021

“Jika produksi baterai kering ini bisa terwujud, maka akan menjadi solusi yang efektif untuk desa yang belum teraliri listrik, termasuk 3 desa di Kabupaten Mempawah ini. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan rencana ini bisa direalisasikan,” harapnya.

Apabila penggunaan baterai kering itu terwujud, Mendes Halim mengharapkan adanya dukungan dan kerjasama dari Pemerintah Desa setempat. Yakni menyangkut perawatan dan pemeliharaan peralatan batrai kering. Agar, jaringan listrik batrai kering dapat terus berfungsi sebagaimana mestinya. “Sistemnya bisa swakelola oleh desa setempat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakatnya,” tukas dia.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/