alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Banjir Kepung Empat Dusun, Ratusan Rumah Terendam

MEMPAWAH – Banjir semakin mengancam wilayah Kabupaten Mempawah. Sejumlah dusun di Desa Sejegi dan Desa Pasir mulai terendam banjir. Bahkan, ratusan rumah warga sudah tergenang air. Meski demikian, belum ada warga yang dievakuasi ke lokasi pengungsian. Para korban banjir memilih tetap bertahan di rumah.

Saat ini, banjir terparah terjadi di Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Sejak sepekan lalu, lokasi ini sudah dikepung banjir. Ketinggian air diperkirakan mencapai 50 centimeter. Kondisi itu pun menyebabkan 34 kepala keluarga (kk) dengan total 104 jiwa yang bermukim di Dusun Telayar terisolasi banjir.

Kondisi serupa terjadi di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Dari informasi yang dihimpun Pontianak Post, ada tiga dusun di Desa Pasir yang terendam banjir. Yakni Dusun Sebukit Rama, Dusun Suap dan Sepok Merah. Ketinggian air kabarnya berkisar antara 50-70 centimeter.

Erwandi, salah seorang warga Desa Pasir mengungkapkan, banjir merendam lingkungan masyarakat sudah berlangsung kurang lebih sepekan ini. Menurut dia, setiap harinya ketinggian air terus bertambah sekitar 3-5 centimeter.

“Kalau dilihat dari kondisi air normal, saat ini ketinggian air sudah lebih dari 1 meter. Dan saya pantau setiap harinya, ketinggian air terus bertambah seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayah perhuluan,” katanya.

Baca Juga :  Wabup Serahkan Bantuan Korban Pohon Tumbang di Ansiap, Usulkan Bantuan Biaya Pemakaman

Pria yang akrab disapa Iwan ini, dari 3 dusun itu lokasi yang paling parah terdampak banjir yakni Dusun Sebukit Rama. Aktivitas masyarakat di Dusun Sebukit Rama lumpuh total akibat terkepung banjir.

“Bahkan, kabarnya sudah ada sebagian warga di Dusun Sebukit Rama yang mengungsi ke bukit. Namun, saya belum bisa memastikan berapa jumlah warga yang mengungsi di bukit. Kebanyakan mereka masih bertahan di dalam rumah,” tuturnya.

Lebih jauh, dirinya memperkirakan ada ratusan rumah warga di 3 dusun di Desa Pasir yang terendam banjir. Karenanya, dia berharap curah hujan segera berhenti dan pasang air laut tidak terlalu tinggi. Sehingga, banjir yang merendam sebagian wilayah Desa Pasir segera berlalu.

“Saya dan keluarga memutuskan tetap bertahan di dalam rumah. Sementara ini, kami tidur dan beraktivitas di lantai dua. Dan barang-barang berharga sudah dipindah ke lantai dua. Sedangkan lantai bawah sudah terendam banjir,” lirihnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto memastikan pihaknya terus meningkatan pengawasan dan monitoring. Khusus di Dusun Telayar, BPBD Kabupaten Mempawah telah beberapa kali turun kelapangan untuk mengecek kondisi masyarakat.

Baca Juga :  Sinar Mas Agribusiness and Food Bantu Korban Banjir di Kapuas Hulu

“Sejak kemarin hingga hari ini, kami turun ke Dusun Telayar. Seluruh wilayah di Dusun Telayar sudah terendam air dengan ketinggian kurang lebih 50 centimeter. Namun, seluruh masyarakat masih ingin bertahan di dalam rumah. Belum ada yang mau dievakuasi,” sebut Didik.

Sedangkan situasi banjir di Desa Pasir, Didik mengungkapkan dari data yang dihimpunnya, ketinggian air masih belum terlalu mengkhawatirkan. Meski demikian, BPBD Kabupaten Mempawah terus meningkatkan monitoring dan pantauan terhadap lingkungan masyarakat di Desa Pasir.

“Sejauh ini, baru ada 8 rumah yang terendam di Desa Pasir. Secara umum, situasinya masih cukup aman. Akan tetapi, kami tetap melakukan monitoring dan pemantauan secara berkala untuk mengetahui perkembangan banjir di Desa Pasir,” tegasnya.

Didik menyebut, ketinggian banjir di Desa Pasir cukup bervariasi. Untuk lingkungan masyarakat yang berada di sekitaran saluran air dengan kondisi dataran rendah maka rendaman banjir cukup tinggi. Sebaliknya, pada daerah yang berada di dataran tinggi, banjir belum terlalu mengkhawatirkan.

“Belum ada warga yang mengungsi di Desa Pasir. Semuanya masih tetap di dalam rumah,” tukasnya.(wah)

 

MEMPAWAH – Banjir semakin mengancam wilayah Kabupaten Mempawah. Sejumlah dusun di Desa Sejegi dan Desa Pasir mulai terendam banjir. Bahkan, ratusan rumah warga sudah tergenang air. Meski demikian, belum ada warga yang dievakuasi ke lokasi pengungsian. Para korban banjir memilih tetap bertahan di rumah.

Saat ini, banjir terparah terjadi di Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Sejak sepekan lalu, lokasi ini sudah dikepung banjir. Ketinggian air diperkirakan mencapai 50 centimeter. Kondisi itu pun menyebabkan 34 kepala keluarga (kk) dengan total 104 jiwa yang bermukim di Dusun Telayar terisolasi banjir.

Kondisi serupa terjadi di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Dari informasi yang dihimpun Pontianak Post, ada tiga dusun di Desa Pasir yang terendam banjir. Yakni Dusun Sebukit Rama, Dusun Suap dan Sepok Merah. Ketinggian air kabarnya berkisar antara 50-70 centimeter.

Erwandi, salah seorang warga Desa Pasir mengungkapkan, banjir merendam lingkungan masyarakat sudah berlangsung kurang lebih sepekan ini. Menurut dia, setiap harinya ketinggian air terus bertambah sekitar 3-5 centimeter.

“Kalau dilihat dari kondisi air normal, saat ini ketinggian air sudah lebih dari 1 meter. Dan saya pantau setiap harinya, ketinggian air terus bertambah seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayah perhuluan,” katanya.

Baca Juga :  PT Kartika Prima Cipta Tanam Seribu Pohon untuk Cegah Banjir Berulang

Pria yang akrab disapa Iwan ini, dari 3 dusun itu lokasi yang paling parah terdampak banjir yakni Dusun Sebukit Rama. Aktivitas masyarakat di Dusun Sebukit Rama lumpuh total akibat terkepung banjir.

“Bahkan, kabarnya sudah ada sebagian warga di Dusun Sebukit Rama yang mengungsi ke bukit. Namun, saya belum bisa memastikan berapa jumlah warga yang mengungsi di bukit. Kebanyakan mereka masih bertahan di dalam rumah,” tuturnya.

Lebih jauh, dirinya memperkirakan ada ratusan rumah warga di 3 dusun di Desa Pasir yang terendam banjir. Karenanya, dia berharap curah hujan segera berhenti dan pasang air laut tidak terlalu tinggi. Sehingga, banjir yang merendam sebagian wilayah Desa Pasir segera berlalu.

“Saya dan keluarga memutuskan tetap bertahan di dalam rumah. Sementara ini, kami tidur dan beraktivitas di lantai dua. Dan barang-barang berharga sudah dipindah ke lantai dua. Sedangkan lantai bawah sudah terendam banjir,” lirihnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto memastikan pihaknya terus meningkatan pengawasan dan monitoring. Khusus di Dusun Telayar, BPBD Kabupaten Mempawah telah beberapa kali turun kelapangan untuk mengecek kondisi masyarakat.

Baca Juga :  Banjir Tenggelamkan SDN 03 Tenguwe Landak

“Sejak kemarin hingga hari ini, kami turun ke Dusun Telayar. Seluruh wilayah di Dusun Telayar sudah terendam air dengan ketinggian kurang lebih 50 centimeter. Namun, seluruh masyarakat masih ingin bertahan di dalam rumah. Belum ada yang mau dievakuasi,” sebut Didik.

Sedangkan situasi banjir di Desa Pasir, Didik mengungkapkan dari data yang dihimpunnya, ketinggian air masih belum terlalu mengkhawatirkan. Meski demikian, BPBD Kabupaten Mempawah terus meningkatkan monitoring dan pantauan terhadap lingkungan masyarakat di Desa Pasir.

“Sejauh ini, baru ada 8 rumah yang terendam di Desa Pasir. Secara umum, situasinya masih cukup aman. Akan tetapi, kami tetap melakukan monitoring dan pemantauan secara berkala untuk mengetahui perkembangan banjir di Desa Pasir,” tegasnya.

Didik menyebut, ketinggian banjir di Desa Pasir cukup bervariasi. Untuk lingkungan masyarakat yang berada di sekitaran saluran air dengan kondisi dataran rendah maka rendaman banjir cukup tinggi. Sebaliknya, pada daerah yang berada di dataran tinggi, banjir belum terlalu mengkhawatirkan.

“Belum ada warga yang mengungsi di Desa Pasir. Semuanya masih tetap di dalam rumah,” tukasnya.(wah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/