alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Kementerian Agama Kuatkan Pesan Moderasi Beragama

MEMPAWAH – Kementerian Agama (Kemenag) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar bimbingan penyuluh agama Islam, Selasa (16/2) di Aula Kantor Bupati Mempawah. Mengangkat tema pengarustamaan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan. Kegiatan itu diikuti 65 peserta. Dibuka oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Kalbar, Drs H Ridwansyah, M.Si, penyuluhan turut dihadiri Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH, Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi, Kakan Kemenag Mempawah, H Mi’rad dan tamu undangan lainnya.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi terlaksananya bimbingan penyuluh agama Islam di Kabupaten Mempawah. Karena, ditengah pandemi ini para penyuluh tetap antusias dan semangat untuk mengikutinya,” puji Ridwansyah. Menurut Ridwansyah, penyuluh agama memiliki peranan penting dan menentukan. Sebab, para penyuluh menjadi ujung tombak menyampaikan program kerja Kementrian Agama di masyarakat.

“Penyuluh akan berhadapan langsung dengan masyarakat. Maka, penyampaiannya harus tepat dan benar. Jika salah menyampaikan, maka salah pula masyarakat menerima dan mencerna informasi tersebut,” ujarnya. Karena itu, pendapat dia, para penyuluh agama mesti memperkuat pemahaman tentang regulasi dan aturan. Salah satunya berkaitan dengan aturan penggunaan media sosial. Para penyuluh harus bijaksana dan memberikan informasi kepada masyarakat binaannya agar tidak salah dalam menyerap kabar yang beredar.

Baca Juga :  Puskesmas Sui Pinyuh Dibuka 16 September

“Penyuluh harus mampu menyesuaikan inovasi dengan pengembangan teknologi informasi sehingga bisa menjadi jembatan bagi kita untuk bisa berkomunikasi dengan masyarakat binaan,” tuturnya. Saat ini, ungkap dia, Kementrian Agama lebih menguatkan pada pesan moderasi beragama. Bukan berarti agama di moderasi, melainkan sikap beragama. Timbulnya penguatan moderasi karena dihadapkan dua sisi.

“Sisi kanan biasanya lebih radikalisme. Ini dampak dari pengaruh konten di media sosial yang pemahamannya hanya sepotong-sepotong saja. Hingga tidak maksimal pemahamannya. Sedangkan sisi kiri mendapatkan pesan liberal sehingga menganggap semuanya bebas saja. Ini juga bahaya pemahamannya,” tuturnya.

Untuk itu, Ridwansyah meminta agar penyuluh agama dapat menyampaikan pesan-pesan yang benar dan sejuk kepada masyarakat. Sehingga pesan yang disampaikan kepada masyarakat dapat menguatkan dan memebrikan pemahaman yang benar. “Kedua, penyuluh hendaknya membantu program pemerintah berkaitan pencegahan Covid-19. Menteri Agama meminta seluruh penyuluh mensosialisasikan gerakan 5M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mencegah mobilisasi serta mencegah kerumunan,” pesannya.

Baca Juga :  Bupati Cek Pasar Sebukit Rama 

Sementara itu, Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH menegaskan pihaknya senantiasa komitmen dan konsisten mendukung kinerja penyuluh agama di Kabupaten Mempawah. Caranya dengan membuat sejumlah kebijakan-kebijakan strategis. “Misalnya dengan memberikan hibah berupa uang kepada organisasi keagamaan, rumah ibadah maupun lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Mempawah. Kemudian, mengalokasikan dana Rp 5,1 miliar lebih untuk 7 organisasi Islam, 15 lembaga pendidikan Islam, 32 masjid/musholla/surau, serta 6 gereja dan 1 lembaga pendidikan Kristen,” bebernya.

Tak hanya itu, sambung Erlina, Pemerintah Kabupaten Mempawah juga memberikan tali asih kepada masyarakat yang berperan dalam bidang keagamaan yang belum terakomodir sebagai penyuluh agama.  “Tahun lalu, kita berikan tali asih untuk 416 orang. Dan di tahun 2021 ini bertambah menjadi 616 orang,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH – Kementerian Agama (Kemenag) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar bimbingan penyuluh agama Islam, Selasa (16/2) di Aula Kantor Bupati Mempawah. Mengangkat tema pengarustamaan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan. Kegiatan itu diikuti 65 peserta. Dibuka oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Kalbar, Drs H Ridwansyah, M.Si, penyuluhan turut dihadiri Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH, Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi, Kakan Kemenag Mempawah, H Mi’rad dan tamu undangan lainnya.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi terlaksananya bimbingan penyuluh agama Islam di Kabupaten Mempawah. Karena, ditengah pandemi ini para penyuluh tetap antusias dan semangat untuk mengikutinya,” puji Ridwansyah. Menurut Ridwansyah, penyuluh agama memiliki peranan penting dan menentukan. Sebab, para penyuluh menjadi ujung tombak menyampaikan program kerja Kementrian Agama di masyarakat.

“Penyuluh akan berhadapan langsung dengan masyarakat. Maka, penyampaiannya harus tepat dan benar. Jika salah menyampaikan, maka salah pula masyarakat menerima dan mencerna informasi tersebut,” ujarnya. Karena itu, pendapat dia, para penyuluh agama mesti memperkuat pemahaman tentang regulasi dan aturan. Salah satunya berkaitan dengan aturan penggunaan media sosial. Para penyuluh harus bijaksana dan memberikan informasi kepada masyarakat binaannya agar tidak salah dalam menyerap kabar yang beredar.

Baca Juga :  IPC Cabang Pontianak Bantu Korban Banjir Purun Kecil

“Penyuluh harus mampu menyesuaikan inovasi dengan pengembangan teknologi informasi sehingga bisa menjadi jembatan bagi kita untuk bisa berkomunikasi dengan masyarakat binaan,” tuturnya. Saat ini, ungkap dia, Kementrian Agama lebih menguatkan pada pesan moderasi beragama. Bukan berarti agama di moderasi, melainkan sikap beragama. Timbulnya penguatan moderasi karena dihadapkan dua sisi.

“Sisi kanan biasanya lebih radikalisme. Ini dampak dari pengaruh konten di media sosial yang pemahamannya hanya sepotong-sepotong saja. Hingga tidak maksimal pemahamannya. Sedangkan sisi kiri mendapatkan pesan liberal sehingga menganggap semuanya bebas saja. Ini juga bahaya pemahamannya,” tuturnya.

Untuk itu, Ridwansyah meminta agar penyuluh agama dapat menyampaikan pesan-pesan yang benar dan sejuk kepada masyarakat. Sehingga pesan yang disampaikan kepada masyarakat dapat menguatkan dan memebrikan pemahaman yang benar. “Kedua, penyuluh hendaknya membantu program pemerintah berkaitan pencegahan Covid-19. Menteri Agama meminta seluruh penyuluh mensosialisasikan gerakan 5M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mencegah mobilisasi serta mencegah kerumunan,” pesannya.

Baca Juga :  Bulog Kalbar Tawarkan Program RPK

Sementara itu, Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH menegaskan pihaknya senantiasa komitmen dan konsisten mendukung kinerja penyuluh agama di Kabupaten Mempawah. Caranya dengan membuat sejumlah kebijakan-kebijakan strategis. “Misalnya dengan memberikan hibah berupa uang kepada organisasi keagamaan, rumah ibadah maupun lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Mempawah. Kemudian, mengalokasikan dana Rp 5,1 miliar lebih untuk 7 organisasi Islam, 15 lembaga pendidikan Islam, 32 masjid/musholla/surau, serta 6 gereja dan 1 lembaga pendidikan Kristen,” bebernya.

Tak hanya itu, sambung Erlina, Pemerintah Kabupaten Mempawah juga memberikan tali asih kepada masyarakat yang berperan dalam bidang keagamaan yang belum terakomodir sebagai penyuluh agama.  “Tahun lalu, kita berikan tali asih untuk 416 orang. Dan di tahun 2021 ini bertambah menjadi 616 orang,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/