alexametrics
28.9 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Jemaah Salat Id Tumpah Ruah

MEMPAWAH – Perayaan Idulfitri 1442 H di tengah pandemi Covid-19 di Kecamatan Sungai Pinyuh berlangsung khidmat dan meriah, Kamis (13/5) pagi. Ribuan umat umat Islam tampak antusias melaksanakan salat Idulfitri berjemaah di masjid-masjid yang ada di lingkungannya.

Di Masjid Jami’ Khairiyah Sungai Pinyuh misalnya, ribuan jemaah memenuhi ruangan. Bahkan, kapasitas bangunan yang terbatas menyebabkan ratusan jemaah tumpah ruah hingga ke jalan raya.

Sejak pagi, ratusan jemaah di Kelurahan Sungai Pinyuh dan sekitarnya berdatangan ke Masjid Jami’ Khairiyah untuk melaksanakan salat Id. Meski situasi  pandemi Covid-19 masih melanda, tak mengurungkan niat jemaah untuk menggelar salat berjemaah. Jemaah mulai dari usia anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak termotivasi untuk melaksanakan ibadah berjemaah setahun sekali itu.

Sementara itu, pelaksanaan salat Id di Masjid Jami’ Khairiyah Sungai Pinyuh dipimpin oleh imam, H. Andi dan bertindak sebagai khatib, H. Mahyan. Dalam khotbahnya, Mahyan mengatakan bahwa Idulfitri sebagai hari kembalinya kaum muslimin kepada kesucian. “Maka pada hari itu (Idulfitri), Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk mengeluarkan zakat fitrah yakni zakat pribadi,” tuturnya.

Baca Juga :  Pejabat Mempawah Kompak Sosialisasikan Protap Kesehatan

Zakat fitrah, sambung dia, dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok sesuai dengan daerah masing-masing. Besaran atau takarannya pun, ditegaskan dia, telah ditetapkan melalui perintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

“Ibnu Umar meriwayatkan yang berasal dari Rasulullah SAW bahwa zakat fitrah (penyempurna) dari puasa Ramadan yaitu satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, wajib atas hamba sahaya, orang merdeka, lelaki dan perempuan kecil dari orang-orang Islam (HR. Bukhari dan Muslim),” paparnya.

Lebih jauh, Mahyan mengatakan, zakat fitrah merupakan pembersihan bagi orang yang berpuasa dari tindak laku sia-sia dan perbuatan yang kurang baik, sebagai hidangan bagi orang miskin. Maka barang siapa yang menunaikannya sebelum salat Id itulah zakat yang, menurut dia, diterima.

“Dan barang siapa yang menunaikan (zakat fitrah) setelah salat Id, maka itu adalah sedekah biasa sebagaimana sedekah-sedekah yang lain (HR. Abu Daud dan Ibu Majah),” ujarnya.

Masih dalam tausiyahnya, dia mengajak seluruh umat Islam, agar meningkatkan kesadaran untuk saling tolong menolong dan membantu dalam kehidupan bermasyarakat serta bersosial dengan lingkungan.

“Hilangkan sifat egoisme tanpa memperdulikan kepentingan orang lain, lantas mengabaikan orang-orang dilingkungannya yang justru membutuhkan bantuan dan pertolongan,” pesannya.

Baca Juga :  Pria Tak Dikenal Ini Terkapar di Tepi Parit Hebohkan Warga Penibung

Di tempat terpisah, Babinsa Koramil Sungai Pinyuh, Serda Kismantoro melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan Masjid Nurul Hidayah, Masjid Nurul Janah, dan Masjid Sirathul Sahadah di Kelurahan Anjungan. Penyemprotan tersebut sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan perayaan Idulfitri 1442 H.

“Penyemprotan ini sebagai upaya pencegahan penyebaran dan penularan virus Covid-19 pada saat pelaksanaan salat Idulfitri di masyarakat,” terangnya.

“Dengan penyemprotan cairan disinfektan ini dapat mensterilkan tempat ibadah yang akan dijadikan lokasi pelaksanaan salat Idulfitri, sehingga jemaah lebih aman dari penularan dan penyebaran Covid-19,” tegasnya menambahkan.

Sementara itu, Camat Anjongan, Reno Prawira  mengimbau masyarakat agar dapat berperan aktif mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19 di lingkungannya masing-masing, khususnya di Kecamatan Anjongan.

“Kami dari Satgas Covid-19 Kecamatan Anjongan tak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam berbagai aktivitas dan runititas di lingkungannya, agar kasus penularan virus korona di Kecamatan Anjongan dapat diminimalisir semaksimal mungkin,” harapnya. (wah)

MEMPAWAH – Perayaan Idulfitri 1442 H di tengah pandemi Covid-19 di Kecamatan Sungai Pinyuh berlangsung khidmat dan meriah, Kamis (13/5) pagi. Ribuan umat umat Islam tampak antusias melaksanakan salat Idulfitri berjemaah di masjid-masjid yang ada di lingkungannya.

Di Masjid Jami’ Khairiyah Sungai Pinyuh misalnya, ribuan jemaah memenuhi ruangan. Bahkan, kapasitas bangunan yang terbatas menyebabkan ratusan jemaah tumpah ruah hingga ke jalan raya.

Sejak pagi, ratusan jemaah di Kelurahan Sungai Pinyuh dan sekitarnya berdatangan ke Masjid Jami’ Khairiyah untuk melaksanakan salat Id. Meski situasi  pandemi Covid-19 masih melanda, tak mengurungkan niat jemaah untuk menggelar salat berjemaah. Jemaah mulai dari usia anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak termotivasi untuk melaksanakan ibadah berjemaah setahun sekali itu.

Sementara itu, pelaksanaan salat Id di Masjid Jami’ Khairiyah Sungai Pinyuh dipimpin oleh imam, H. Andi dan bertindak sebagai khatib, H. Mahyan. Dalam khotbahnya, Mahyan mengatakan bahwa Idulfitri sebagai hari kembalinya kaum muslimin kepada kesucian. “Maka pada hari itu (Idulfitri), Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk mengeluarkan zakat fitrah yakni zakat pribadi,” tuturnya.

Baca Juga :  Hati-Hati! Aplikasi Salat dan Azan Bisa Curi Data Pengguna

Zakat fitrah, sambung dia, dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok sesuai dengan daerah masing-masing. Besaran atau takarannya pun, ditegaskan dia, telah ditetapkan melalui perintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

“Ibnu Umar meriwayatkan yang berasal dari Rasulullah SAW bahwa zakat fitrah (penyempurna) dari puasa Ramadan yaitu satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, wajib atas hamba sahaya, orang merdeka, lelaki dan perempuan kecil dari orang-orang Islam (HR. Bukhari dan Muslim),” paparnya.

Lebih jauh, Mahyan mengatakan, zakat fitrah merupakan pembersihan bagi orang yang berpuasa dari tindak laku sia-sia dan perbuatan yang kurang baik, sebagai hidangan bagi orang miskin. Maka barang siapa yang menunaikannya sebelum salat Id itulah zakat yang, menurut dia, diterima.

“Dan barang siapa yang menunaikan (zakat fitrah) setelah salat Id, maka itu adalah sedekah biasa sebagaimana sedekah-sedekah yang lain (HR. Abu Daud dan Ibu Majah),” ujarnya.

Masih dalam tausiyahnya, dia mengajak seluruh umat Islam, agar meningkatkan kesadaran untuk saling tolong menolong dan membantu dalam kehidupan bermasyarakat serta bersosial dengan lingkungan.

“Hilangkan sifat egoisme tanpa memperdulikan kepentingan orang lain, lantas mengabaikan orang-orang dilingkungannya yang justru membutuhkan bantuan dan pertolongan,” pesannya.

Baca Juga :  Sejumlah Ormas Galang Dana

Di tempat terpisah, Babinsa Koramil Sungai Pinyuh, Serda Kismantoro melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan Masjid Nurul Hidayah, Masjid Nurul Janah, dan Masjid Sirathul Sahadah di Kelurahan Anjungan. Penyemprotan tersebut sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan perayaan Idulfitri 1442 H.

“Penyemprotan ini sebagai upaya pencegahan penyebaran dan penularan virus Covid-19 pada saat pelaksanaan salat Idulfitri di masyarakat,” terangnya.

“Dengan penyemprotan cairan disinfektan ini dapat mensterilkan tempat ibadah yang akan dijadikan lokasi pelaksanaan salat Idulfitri, sehingga jemaah lebih aman dari penularan dan penyebaran Covid-19,” tegasnya menambahkan.

Sementara itu, Camat Anjongan, Reno Prawira  mengimbau masyarakat agar dapat berperan aktif mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19 di lingkungannya masing-masing, khususnya di Kecamatan Anjongan.

“Kami dari Satgas Covid-19 Kecamatan Anjongan tak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam berbagai aktivitas dan runititas di lingkungannya, agar kasus penularan virus korona di Kecamatan Anjongan dapat diminimalisir semaksimal mungkin,” harapnya. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/