alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Bupati Jemput Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182 di Supadio

Erlina Janji Bantu Biaya Pendidikan Anak Korban

Pemerintah Kabupaten Mempawah menfasilitasi penjemputan hingga pemakaman warganya yang menjadi korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182. Dari dua korban, salah satunya telah dimakamkan di Komplek Pemakaman Keluarga Pondok Pesantren Darussalam, Sengkubang, Sabtu (16/1) malam.

WAHYU ISMIR, Mempawah

Korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 asal Mempawah merupakan pasangan suami istri (pasturi) warga Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir bernama Ustaz H Nurkhalifatul Amin  dan istrinya, Hj Agus Minarni. Keduanya tercatat dalam manifest pesawat nahas yang mengangkut 62 orang itu.

Salah seorang korban Hj Agus Minarni telah berhasil diidentifikasi petugas melalui 12 titik identik pada jempol kanan.  Setelah melewati serangkaian proses, jenazah Guru Agama di SMAN 1 Mempawah Hilir ini diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Maka, pada Sabtu (16/1) sekitar pukul 14.30, jenazah diterbangkan ke Pontianak dengan menumpang pesawat Sriwijaya SJ-186.

Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH beserta keluarga almarhum Hj Agus Minarti melakukan penjemputan di Bandara Supadio. Setibanya di Pontianak, jenazah almarhum langsung diserahkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji kepada pihak keluarga yang diwakili Jamiat.

Baca Juga :  Hasil Rapid Test Non Reaktif

Setelah proses penyerahan tuntas, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Komplek Kampus 1 Darussalam, Desa Sengkubang. Di rumah duka, ratusan sanak keluarga dan pelayat telah menunggu.

Mobil ambulance dan kendaraan yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk mengangkut keluarga almarhum dikawal menuju ke rumah duka. Sekitar pukul 18.25, jenazah tiba di Desa Sengkubang. Isak tangis keluarga dan para pelayat pecah tak kuasa menahan kesedihan melihat peti mati dengan tulisan nama Hj Agus Minarni.

Suara takbir tak henti-hentinya dikumandangkan keluarga dan pelayat saat mengangkat peti jenazah dari mobil ambulance ke rumah duka. Mereka pun sejenak berkumpul memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum sebelum diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir.

Bakda Isya, jenazah Agus Minarni dibawa ke Masjid Rayyana Komplek Ponpes Darussalam, Sengkubang untuk di salatkan. Pimpinan Ponpes Darussalam, KH Tusirana Rasyid memimpin prosesi salat jenazah Agus Minarni. Setelah itu, jenazah diantarkan ke liang lahat yang berada di Komplek Ponpes Darussalam.

Baca Juga :  Bupati Bagikan Gula Pasir

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah dan pribadi, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi-Nya dan diampuni segala khilaf salahnya,” ucap Erlina dihadapan keluarga almarhum Agus Minarni.

Erlina berharap keluarga almarhum diberikan kesabaran dan keikhlasan menerima takdir Allah Ta’ala. Dan terus berdoa agar suami almarhum Nurkhalifatul Amin segera teridentifikasi oleh petugas.

“Mudah-mudahan suami dari almarhum Agus Minarni yakni Nurkhalifatul Amin bisa segera ditemukan dan teridentifikasi. Agar, keduanya bisa segera dimakamkan dengan layak,” harap Erlina.

Masih dalam kesempatan itu, Erlina memberikan kabar gembira. Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mempawah akan membantu biaya pendidikan kedua anak korban yang saat ini sedang menimba ilmu di Pesantren Gontor Darussalam.

“Insya Allah, kami akan membantu pendidikan anak-anak korban hingga selesai. Akan kami dengan maksimal,” janjinya mengakhiri.(wah)

Erlina Janji Bantu Biaya Pendidikan Anak Korban

Pemerintah Kabupaten Mempawah menfasilitasi penjemputan hingga pemakaman warganya yang menjadi korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182. Dari dua korban, salah satunya telah dimakamkan di Komplek Pemakaman Keluarga Pondok Pesantren Darussalam, Sengkubang, Sabtu (16/1) malam.

WAHYU ISMIR, Mempawah

Korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 asal Mempawah merupakan pasangan suami istri (pasturi) warga Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir bernama Ustaz H Nurkhalifatul Amin  dan istrinya, Hj Agus Minarni. Keduanya tercatat dalam manifest pesawat nahas yang mengangkut 62 orang itu.

Salah seorang korban Hj Agus Minarni telah berhasil diidentifikasi petugas melalui 12 titik identik pada jempol kanan.  Setelah melewati serangkaian proses, jenazah Guru Agama di SMAN 1 Mempawah Hilir ini diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Maka, pada Sabtu (16/1) sekitar pukul 14.30, jenazah diterbangkan ke Pontianak dengan menumpang pesawat Sriwijaya SJ-186.

Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH beserta keluarga almarhum Hj Agus Minarti melakukan penjemputan di Bandara Supadio. Setibanya di Pontianak, jenazah almarhum langsung diserahkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji kepada pihak keluarga yang diwakili Jamiat.

Baca Juga :  Erlina: BST untuk Kebutuhan Pokok

Setelah proses penyerahan tuntas, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Komplek Kampus 1 Darussalam, Desa Sengkubang. Di rumah duka, ratusan sanak keluarga dan pelayat telah menunggu.

Mobil ambulance dan kendaraan yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk mengangkut keluarga almarhum dikawal menuju ke rumah duka. Sekitar pukul 18.25, jenazah tiba di Desa Sengkubang. Isak tangis keluarga dan para pelayat pecah tak kuasa menahan kesedihan melihat peti mati dengan tulisan nama Hj Agus Minarni.

Suara takbir tak henti-hentinya dikumandangkan keluarga dan pelayat saat mengangkat peti jenazah dari mobil ambulance ke rumah duka. Mereka pun sejenak berkumpul memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum sebelum diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir.

Bakda Isya, jenazah Agus Minarni dibawa ke Masjid Rayyana Komplek Ponpes Darussalam, Sengkubang untuk di salatkan. Pimpinan Ponpes Darussalam, KH Tusirana Rasyid memimpin prosesi salat jenazah Agus Minarni. Setelah itu, jenazah diantarkan ke liang lahat yang berada di Komplek Ponpes Darussalam.

Baca Juga :  45 Persen Infrastruktur Jalan Rusak

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah dan pribadi, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi-Nya dan diampuni segala khilaf salahnya,” ucap Erlina dihadapan keluarga almarhum Agus Minarni.

Erlina berharap keluarga almarhum diberikan kesabaran dan keikhlasan menerima takdir Allah Ta’ala. Dan terus berdoa agar suami almarhum Nurkhalifatul Amin segera teridentifikasi oleh petugas.

“Mudah-mudahan suami dari almarhum Agus Minarni yakni Nurkhalifatul Amin bisa segera ditemukan dan teridentifikasi. Agar, keduanya bisa segera dimakamkan dengan layak,” harap Erlina.

Masih dalam kesempatan itu, Erlina memberikan kabar gembira. Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mempawah akan membantu biaya pendidikan kedua anak korban yang saat ini sedang menimba ilmu di Pesantren Gontor Darussalam.

“Insya Allah, kami akan membantu pendidikan anak-anak korban hingga selesai. Akan kami dengan maksimal,” janjinya mengakhiri.(wah)

Most Read

Tambah 13 Kasus Terkonfirmasi Positif

0,6 Ha Lahan Terbakar di Menyuke

Puasa dan Kepedulian Sosial

Artikel Terbaru

/