alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Pemakaman Korban Sriwijaya Air SJ-182 di Mempawah

Ratusan Pelayat Antar Agus Minarni ke Pemakaman

MEMPAWAH – Diterbangkan dari Jakarta sekitar pukul 14.30 WIB, peti jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Agus Minarni, tiba di rumah duka di Kampus 1 Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Sabtu (16/1) sekitar pukul 18.25 WIB.

Isak tangis keluarga dan para pelayat tumpah ketika peti jenazah korban tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, 9 Januari lalu, dikeluarkan dari mobil ambulans. Lantunan selawat tak henti-hentinya dikumandangkan saat peti jenazah diangkut petugas Basarnas dari ambulans menuju ke kerumah duka.

Selain sanak keluarga dari Almarhumah, tampak hadir di rumah duka Wakil Bupati (Wabup) Muhammad Pagi, Ketua TP-PKK Julina Muhammad Pagi, Kapolres AKBP Fauzan Sukmawansyah, dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kota Mempawah. Mereka memberikan penghormatan terakhir sebelum Almarhumah dikebumikan.

Bakda Isya, jenazah Almarhumah Agus Minarni dibawa dari rumah duka ke Masjid Rayyana di Kompleks Ponpes Darussalam, Desa Sengkubang untuk disalatkan. Pelaksanaan salat jenazah dipimpin KH. Tusirana Rasyid.

Usai salat, ratusan pelayat mengantarkan jenazah Almarhumah menuju ke tempat peristirahatan terakhir. Sanak keluarga dan para pelayat tak kuasa menahan haru saat peti jenazah dimasukan ke liang lahat.

Baca Juga :  Keluarga Korban Diterbangkan ke Jakarta

“Terima kasih kepada seluruh keluarga yang telah mendoakan kebaikan untuk almarhum Hajah Agus Minarni binti Haji Muhammad Yunus, dan Haji Muhammad Nurkhalifatul Amin bin Haji Salamun. Insyaallah, doa kita diterima Allah Ta’ala,” ucap KH Tusirana Rasyid sembari diamini ratusan pelayat.

Pimpinan Ponpes Darussalam ini mengaku sangat mengenal sosok Almarhumah yang merupakan muridnya di Ponpes Darussalam. Dia juga sangat mengenal suami Almarhumah, Almarhum Muhammad Nurkhalifatul Amin yang merupakan keponakan dari KH. Tusirana Rasyid.

“Almarhum Haji Muhammad Nurkhalifatul Amin datang ke Mempawah ikut bersama saya. Dan Alhamdulillah, keduanya berjodoh hingga akhir hayatnya,” kenang Tusirana.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mempawah ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memfasilitasi proses kepulangan jenazah Almarhumah. Mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalbar, hingga Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Selamat jalan Hajah Agus Minarni dan Haji Muhammad Nurkhalifatul Amin. Kalian tidak sendiri, melainkan akan selalu ditemani dengan doa-doa kami. Kalian berdua merupakan orang yang saleh dan salehah, serta ahli ibadah dan senantiasa berbuat kebaikan,” tutupnya penuh haru.

Baca Juga :  Evakuasi Diperpanjang Tiga Hari

Sementara itu, Wabup Muhammad Pagi menyampaikan turut berbela sungkawa atas wafatnya Agus Minarni dan Nurkhalifatul Amin yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta – Pontianak.

“Kami turut berduka cita dan sangat kehilangan sosok teladan Hajah Agus Minarni. Mudah-mudahan Allah terima segala amal ibadahnya dan diampuni dosa-dosanya. Almarhum adalah orang baik. Insyaallah, khusnulkhatimah,” tutur Wabup sembari diamini para pelayat.

Wabup meminta agar seluruh keluarga dan para pelayat terus mendoakan agar jenazah Almarhum Ustaz Nurkhalifatul Amin segera ditemukan oleh petugas. “Mudah-mudahan Beliau (Ustaz Nurkhalifatul Amin, Red) segera ditemukan dan teridentifikasi oleh petugas di lapangan. Khusus untuk keluarga agar senantiasa diberikan keikhalasan dan kekuatan untuk menghadapi ujian kehidupan yang telah ditakdirkan Allah Ta’ala,” harapnya mengakhiri.

Almarhumah Agus Minarni bersama suaminya Ustaz Nurkhalifatul Amin menumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta – Pontianak. Almarhumah yang juga guru agama di SMAN 1 Mempawah Hilir ini telah berhasil teridentifikasi. Sedangkan suaminya Ustaz Nurkhalifatul Amin masih dalam pencarian petugas. (wah)

Ratusan Pelayat Antar Agus Minarni ke Pemakaman

MEMPAWAH – Diterbangkan dari Jakarta sekitar pukul 14.30 WIB, peti jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Agus Minarni, tiba di rumah duka di Kampus 1 Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Sabtu (16/1) sekitar pukul 18.25 WIB.

Isak tangis keluarga dan para pelayat tumpah ketika peti jenazah korban tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, 9 Januari lalu, dikeluarkan dari mobil ambulans. Lantunan selawat tak henti-hentinya dikumandangkan saat peti jenazah diangkut petugas Basarnas dari ambulans menuju ke kerumah duka.

Selain sanak keluarga dari Almarhumah, tampak hadir di rumah duka Wakil Bupati (Wabup) Muhammad Pagi, Ketua TP-PKK Julina Muhammad Pagi, Kapolres AKBP Fauzan Sukmawansyah, dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kota Mempawah. Mereka memberikan penghormatan terakhir sebelum Almarhumah dikebumikan.

Bakda Isya, jenazah Almarhumah Agus Minarni dibawa dari rumah duka ke Masjid Rayyana di Kompleks Ponpes Darussalam, Desa Sengkubang untuk disalatkan. Pelaksanaan salat jenazah dipimpin KH. Tusirana Rasyid.

Usai salat, ratusan pelayat mengantarkan jenazah Almarhumah menuju ke tempat peristirahatan terakhir. Sanak keluarga dan para pelayat tak kuasa menahan haru saat peti jenazah dimasukan ke liang lahat.

Baca Juga :  Evakuasi Diperpanjang Tiga Hari

“Terima kasih kepada seluruh keluarga yang telah mendoakan kebaikan untuk almarhum Hajah Agus Minarni binti Haji Muhammad Yunus, dan Haji Muhammad Nurkhalifatul Amin bin Haji Salamun. Insyaallah, doa kita diterima Allah Ta’ala,” ucap KH Tusirana Rasyid sembari diamini ratusan pelayat.

Pimpinan Ponpes Darussalam ini mengaku sangat mengenal sosok Almarhumah yang merupakan muridnya di Ponpes Darussalam. Dia juga sangat mengenal suami Almarhumah, Almarhum Muhammad Nurkhalifatul Amin yang merupakan keponakan dari KH. Tusirana Rasyid.

“Almarhum Haji Muhammad Nurkhalifatul Amin datang ke Mempawah ikut bersama saya. Dan Alhamdulillah, keduanya berjodoh hingga akhir hayatnya,” kenang Tusirana.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mempawah ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memfasilitasi proses kepulangan jenazah Almarhumah. Mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalbar, hingga Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Selamat jalan Hajah Agus Minarni dan Haji Muhammad Nurkhalifatul Amin. Kalian tidak sendiri, melainkan akan selalu ditemani dengan doa-doa kami. Kalian berdua merupakan orang yang saleh dan salehah, serta ahli ibadah dan senantiasa berbuat kebaikan,” tutupnya penuh haru.

Baca Juga :  PSHT Mempawah Pusat Madiun Sahkan 32 Warga Baru

Sementara itu, Wabup Muhammad Pagi menyampaikan turut berbela sungkawa atas wafatnya Agus Minarni dan Nurkhalifatul Amin yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta – Pontianak.

“Kami turut berduka cita dan sangat kehilangan sosok teladan Hajah Agus Minarni. Mudah-mudahan Allah terima segala amal ibadahnya dan diampuni dosa-dosanya. Almarhum adalah orang baik. Insyaallah, khusnulkhatimah,” tutur Wabup sembari diamini para pelayat.

Wabup meminta agar seluruh keluarga dan para pelayat terus mendoakan agar jenazah Almarhum Ustaz Nurkhalifatul Amin segera ditemukan oleh petugas. “Mudah-mudahan Beliau (Ustaz Nurkhalifatul Amin, Red) segera ditemukan dan teridentifikasi oleh petugas di lapangan. Khusus untuk keluarga agar senantiasa diberikan keikhalasan dan kekuatan untuk menghadapi ujian kehidupan yang telah ditakdirkan Allah Ta’ala,” harapnya mengakhiri.

Almarhumah Agus Minarni bersama suaminya Ustaz Nurkhalifatul Amin menumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta – Pontianak. Almarhumah yang juga guru agama di SMAN 1 Mempawah Hilir ini telah berhasil teridentifikasi. Sedangkan suaminya Ustaz Nurkhalifatul Amin masih dalam pencarian petugas. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/