alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Pasar Mempawah Terendam

MEMPAWAH– Banjir di wilayah Kabupaten Mempawah semakin meluas. Tak hanya lingkungan pemukiman masyarakat, banjir juga merendam Pasar Mempawah. Ketinggian air mencapai 15-20 centimeter. Meski demikian, aktivitas perdagangan di Pasar Mempawah masih berjalan lancar.

Banjir yang merendam lingkungan Pasar Mempawah berlangsung sejak pagi hari. Secara perlahan, air masuk ke lingkungan pasar melewati Sungai Mempawah. Ketinggian air semakin bertambah hingga siang harinya. Beberapa ruas jalan seperti Jalan GM Taufik, Jalan Mawar, Jalan Melati, Jalan Raden Sujarwo hingga Jalan Bawal, terendam banjir dengan ketinggian 15-20 centimeter.

Warga Jalan Bawal, Sudianto mengatakan, sejak kemarin banjir sudah menggenangi pemukiman masyarakat dan lingkungan Pasar Mempawah. Hanya saja, ketingian air masih cukup rendah hanya berkisar 10-20 centimeter.

Baca Juga :  Hasil Rapid Test Non Reaktif

“Namun, hari ini ketinggian air semakin bertambah. Ruas jalan di Pasar Mempawah semuanya terendam. Meski terendam banjir, akan tetapi masih bisa dilewati kendaraan,” tuturnya.

Sudianto menyebut, banjir yang merendam pemukiman dan Pasar Mempawah disebabkan pasang air laut. Banjir ROB itu hanya bersifat sementara sesuai dengan pasang surut air laut. Jika air laut kembali surut, maka banjir segera berlalu.

“Biasanya paling lama hanya 3-4 jam saja, maka ketinggin air kembali turun. Namun, walau hanya sebentara jika masuk ke dalam rumah maka sangat merepot. Sebab, kita harus menyelamatkan barang-barang dari rendaman air,” tuturnya.

Menurut Sudianto, banjir yang merendam lingkungan Pasar Mempawah sudah menjadi hal yang lumrah di musim penghujan. Bahkan, imbuh dia, beberapa tahun lalu ketinggian air bisa lebih tinggi dan mencapai ke dalam toko-toko pedagang di Pasar Mempawah.

Baca Juga :  Wabup : Belum Ada Titik Temu Ganti Rugi

“Dulu pernah lebih tinggi dari sekarang. Mudah-mudahan pada tahun ini banjir tidak terlalu tinggi. Karena, banjir menghambat aktivitas sehari-hari. Apalagi, jika menghambat aktivitas perdagangan di pasar maka bisa merugikan konsumen maupun pedagang,” tukasnya.(wah)

 

MEMPAWAH– Banjir di wilayah Kabupaten Mempawah semakin meluas. Tak hanya lingkungan pemukiman masyarakat, banjir juga merendam Pasar Mempawah. Ketinggian air mencapai 15-20 centimeter. Meski demikian, aktivitas perdagangan di Pasar Mempawah masih berjalan lancar.

Banjir yang merendam lingkungan Pasar Mempawah berlangsung sejak pagi hari. Secara perlahan, air masuk ke lingkungan pasar melewati Sungai Mempawah. Ketinggian air semakin bertambah hingga siang harinya. Beberapa ruas jalan seperti Jalan GM Taufik, Jalan Mawar, Jalan Melati, Jalan Raden Sujarwo hingga Jalan Bawal, terendam banjir dengan ketinggian 15-20 centimeter.

Warga Jalan Bawal, Sudianto mengatakan, sejak kemarin banjir sudah menggenangi pemukiman masyarakat dan lingkungan Pasar Mempawah. Hanya saja, ketingian air masih cukup rendah hanya berkisar 10-20 centimeter.

Baca Juga :  12 Ruko Pasar Sungai Pinyuh Ludes

“Namun, hari ini ketinggian air semakin bertambah. Ruas jalan di Pasar Mempawah semuanya terendam. Meski terendam banjir, akan tetapi masih bisa dilewati kendaraan,” tuturnya.

Sudianto menyebut, banjir yang merendam pemukiman dan Pasar Mempawah disebabkan pasang air laut. Banjir ROB itu hanya bersifat sementara sesuai dengan pasang surut air laut. Jika air laut kembali surut, maka banjir segera berlalu.

“Biasanya paling lama hanya 3-4 jam saja, maka ketinggin air kembali turun. Namun, walau hanya sebentara jika masuk ke dalam rumah maka sangat merepot. Sebab, kita harus menyelamatkan barang-barang dari rendaman air,” tuturnya.

Menurut Sudianto, banjir yang merendam lingkungan Pasar Mempawah sudah menjadi hal yang lumrah di musim penghujan. Bahkan, imbuh dia, beberapa tahun lalu ketinggian air bisa lebih tinggi dan mencapai ke dalam toko-toko pedagang di Pasar Mempawah.

Baca Juga :  Badan Jembatan di Wajok Hulu Rusak Parah

“Dulu pernah lebih tinggi dari sekarang. Mudah-mudahan pada tahun ini banjir tidak terlalu tinggi. Karena, banjir menghambat aktivitas sehari-hari. Apalagi, jika menghambat aktivitas perdagangan di pasar maka bisa merugikan konsumen maupun pedagang,” tukasnya.(wah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/