alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Dwi Agung: Rasanya Seperti Disuntik Biasa

MEMPAWAH – Dandim 1201/MPh, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto menjadi orang pertama di Kabupaten Mempawah yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 Sinovac. Dandim memenuhi syarat kesehatan untuk mendapatkan vaksin dalam launching imunisasi vaksinasi Covid-19 di Aula Kantor Bupati Mempawah, Senin (18/1) pagi.

Kepada awak media, Dandim mengaku tak merasakan gejala apapun usai mendapatkan suntikan vaksin Sinovac. Dia menyebut kondisi kesehatannya dirasakan cukup normal dan tidak ada efek apapun.

“Rasanya seperti disuntik biasa saja. Tidak ada gejala atau efek apapun yang dirasakan setelah disuntik vaksin ini. Semuanya normal dan baik-baik saja,” tegas Dandim meyakinkan.

Dandim mengatakan, saat pemeriksaan kesehatan tensi darah awalnya sempat tinggi yakni 150/100. Namun, setelah diberikan perawatan dan dilakukan pengecekan kembali barulah tensi darahnya turun menjadi 130/100 dan masuk kategori layak divaksin.

“Setelah divaksin, saya mendapatkan sertifikat vaksin tahap pertama. Nanti akan ada lagi vaksin tahap kedua setelah 14 hari pasca-suntikan vaksin hari ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Satreskim Amankan Ratusan Liter Solar

Bercermin dari pengalamannya, Dandim menghimbau masyarakat agar tidak takut untuk divaksin. Karena, menurut dia, pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki otoritas di bidang ini sudah memastikan keamanan dan kehalalan vaksin melalui sejumlah pengujian dan penelitian.

“Masyarakat jangan takut di vaksin. Walaupun vaksin bukan salah satu cara untuk menghadapi Covid-19. Namun, sampai saat ini vaksin ini lah paling efektif dalam upaya memutus mata rantai penularan virus corona di masyarakat,” tegasnya.

Senada itu, Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Mempawah, Mahmud Jayadi turut menerima vaksin Covid-19 Sinovac dalam kegiatan launching imunisasi vaksinasi di Kabupaten Mempawah.

“Rasanya biasa saja, tidak ada reaksi apapun. Mual, pusing atau lainnya sama sekali tidak ada. Seperti suntikan pada umumnya,” terang Mahmud Jayadi.

Baca Juga :  Pemkab Mempawah Pertahankan Predikat WTP

Pejabat berkacamata ini mengaku sejak awal menaruh keyakinan besar tentang keamanan dan kehalalan vaksin yang diproduksi perusahaan China itu. Sebab, penggunaan vaksin sudah melewati berbagai pengujian.

“Sudah ada fatwa MUI tentang kehalalan vaksin, kemudian BPOM juga telah mengeluarkan rekomendasi tentang keamanan penggunaan vaksin. Bahkan, Pengurus NU Pusat telah menyatakan dukungannya terhadap gerakan vaksinasi ini,” ujarnya.

Karena itu, menurut Mahmud Jayadi tak ada alasan bagi masyarakat khususnya warga NU Kabupaten Mempawah untuk menolak vaksinasi Covid-19. Sebab, pemerintah dan pihak yang berkompeten telah melakukan pengujian tentang penggunana vaksin Covid-19 Sinovac.

“Khusus kepada warga NU Kabupaten Mempawah, kami menghimbau agar mendukung imunisasi vaksinasi Covid-19. Karena, ini merupakan ikhtiar kita untuk mengakhiri pandemi. Masyarakat jangan terprovokasi dengan isu-isu negatif tentang vaksin,” pesannya.(wah)

MEMPAWAH – Dandim 1201/MPh, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto menjadi orang pertama di Kabupaten Mempawah yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 Sinovac. Dandim memenuhi syarat kesehatan untuk mendapatkan vaksin dalam launching imunisasi vaksinasi Covid-19 di Aula Kantor Bupati Mempawah, Senin (18/1) pagi.

Kepada awak media, Dandim mengaku tak merasakan gejala apapun usai mendapatkan suntikan vaksin Sinovac. Dia menyebut kondisi kesehatannya dirasakan cukup normal dan tidak ada efek apapun.

“Rasanya seperti disuntik biasa saja. Tidak ada gejala atau efek apapun yang dirasakan setelah disuntik vaksin ini. Semuanya normal dan baik-baik saja,” tegas Dandim meyakinkan.

Dandim mengatakan, saat pemeriksaan kesehatan tensi darah awalnya sempat tinggi yakni 150/100. Namun, setelah diberikan perawatan dan dilakukan pengecekan kembali barulah tensi darahnya turun menjadi 130/100 dan masuk kategori layak divaksin.

“Setelah divaksin, saya mendapatkan sertifikat vaksin tahap pertama. Nanti akan ada lagi vaksin tahap kedua setelah 14 hari pasca-suntikan vaksin hari ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Beras Merah-Hitam Organik Jadi Produk Unggulan

Bercermin dari pengalamannya, Dandim menghimbau masyarakat agar tidak takut untuk divaksin. Karena, menurut dia, pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki otoritas di bidang ini sudah memastikan keamanan dan kehalalan vaksin melalui sejumlah pengujian dan penelitian.

“Masyarakat jangan takut di vaksin. Walaupun vaksin bukan salah satu cara untuk menghadapi Covid-19. Namun, sampai saat ini vaksin ini lah paling efektif dalam upaya memutus mata rantai penularan virus corona di masyarakat,” tegasnya.

Senada itu, Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Mempawah, Mahmud Jayadi turut menerima vaksin Covid-19 Sinovac dalam kegiatan launching imunisasi vaksinasi di Kabupaten Mempawah.

“Rasanya biasa saja, tidak ada reaksi apapun. Mual, pusing atau lainnya sama sekali tidak ada. Seperti suntikan pada umumnya,” terang Mahmud Jayadi.

Baca Juga :  Fokus Bangun Mempawah

Pejabat berkacamata ini mengaku sejak awal menaruh keyakinan besar tentang keamanan dan kehalalan vaksin yang diproduksi perusahaan China itu. Sebab, penggunaan vaksin sudah melewati berbagai pengujian.

“Sudah ada fatwa MUI tentang kehalalan vaksin, kemudian BPOM juga telah mengeluarkan rekomendasi tentang keamanan penggunaan vaksin. Bahkan, Pengurus NU Pusat telah menyatakan dukungannya terhadap gerakan vaksinasi ini,” ujarnya.

Karena itu, menurut Mahmud Jayadi tak ada alasan bagi masyarakat khususnya warga NU Kabupaten Mempawah untuk menolak vaksinasi Covid-19. Sebab, pemerintah dan pihak yang berkompeten telah melakukan pengujian tentang penggunana vaksin Covid-19 Sinovac.

“Khusus kepada warga NU Kabupaten Mempawah, kami menghimbau agar mendukung imunisasi vaksinasi Covid-19. Karena, ini merupakan ikhtiar kita untuk mengakhiri pandemi. Masyarakat jangan terprovokasi dengan isu-isu negatif tentang vaksin,” pesannya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/