alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Disperindagnaker Pastikan Stok Sembako Aman

Hindari Aksi Borong dan Timbun Sembako

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) memastikan stok sembako di Kabupaten Mempawah aman. Khusus komoditi pokok beras, cukup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan kedepan. Karena itu, masyarakat diminta tidak menimbun sembako di rumah.

Wahyu Izmir, Mempawah

Sejumlah mini market di Sungai Pinyuh membuat kebijakan membatasi pembelian sembako. Agar, pembelian sembako secara merata dan mengantisipasi penimbunan.

Pemilik Mitra Agung Mart Sungai Pinyuh, Boni, Selasa (17/3) pagi mengatakan, biasanya aktivitas berbelanja masyarakat lebih padat pada malam hari. Sedangkan sejak pagi hingga sore hari, cenderung sepi pengunjung. Meski demikian, dia menilai daya beli masyarakat masih normal dan lancar.

Meski demikian, Boni memberlakukan kebijakan untuk para pembeli. Yakni membatasi belanja khususnya terhadap produk makanan pokok seperti beras, gula, susu anak dan lainnya. Supaya, stok yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat di kawasan Sungai Pinyuh dan sekitarnya.

Baca Juga :  Sungai Mempawah Tercemar, Ribuan Ekor Ikan Mati

Beberapa jenis produk yang paling diburu masyarakat seperti hand sanitizer dan masker sejak awal sudah ludes.

 

Pantau

“Petugas kami sudah melakukan pemeriksaan dan pemantauan dilapangan. Termasuk di gudang-gudang penyimpanan sembako. Aktivitas pasar tetap aman dan kondusif. Tidak ada peningkatan belanja kebutuhan pokok, semuanya normal,” ungkap Kadis Perindagnaker Kabupaten Mempawah, Yusri, kemarin sore di Mempawah.

Dari pantauan itu, Yusri mengatakan, diketahui stok sembako di Kabupaten Mempawah sangat aman dan tersedia dengan baik. Misalnya stok komoditi pokok beras masih cukup dan tersedia untuk dua bulan kedepan.

“Bahkan, ada beberapa lokasi pertanian di Kalbar sedang berlangsung panen padi. Sehingga, untuk beras sangat aman,” tegasnya.

Hanya saja, Yusri mengakui terdapat sejumlah komoditi yang mulai mengalami kelangkaan. Misalnya gula pasir. Sejumlah agen mengaku kekurangan stok gula pasir. Sebab, mereka tidak mendapatkan supply yang lancar dari distributor gula pasir.

Baca Juga :  Mengenal Al–Hijamah atau Pengobatan Bekam Sunnah

“Saat ini harga gula pasir berkisar Rp 17-18 ribu perkilogram. Kenaikan ini disebabkan kurangnya pasokan dari distributor, jadi bukan dampak dari punic buying corona,” tuturnya.

Karena itu, Yusri meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan panik terhadap persediaan sembako di pasar. Sebab, pemerintah pusat telah menjamin kebutuhan stok makanan pokok sudah tersedia dengan baik.

“Kami himbau masyarakat konsumen agar tidak berbelanja secara berlebihan. Silahkan belanja sesuai kebutuhan sehari-hari saja. Tidak perlu menumpuk sembako di rumah, sebab pemerintah menjamin semua stok tersedia dengan aman,” tegasnya.

Berkaitan dengan antisipasi virus Covid-19, Yusri mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berinteraksi di pasar. Hendaknya masyarakat mengurangi interaksi diluar rumah dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan telah memasang imbauan di sejumlah lokasi pasar. Intinya, kita mengingatkan masyarakat agar waspada dan disiplin menerapkan PHBS,” tukasnya.(*)

 

Hindari Aksi Borong dan Timbun Sembako

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) memastikan stok sembako di Kabupaten Mempawah aman. Khusus komoditi pokok beras, cukup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan kedepan. Karena itu, masyarakat diminta tidak menimbun sembako di rumah.

Wahyu Izmir, Mempawah

Sejumlah mini market di Sungai Pinyuh membuat kebijakan membatasi pembelian sembako. Agar, pembelian sembako secara merata dan mengantisipasi penimbunan.

Pemilik Mitra Agung Mart Sungai Pinyuh, Boni, Selasa (17/3) pagi mengatakan, biasanya aktivitas berbelanja masyarakat lebih padat pada malam hari. Sedangkan sejak pagi hingga sore hari, cenderung sepi pengunjung. Meski demikian, dia menilai daya beli masyarakat masih normal dan lancar.

Meski demikian, Boni memberlakukan kebijakan untuk para pembeli. Yakni membatasi belanja khususnya terhadap produk makanan pokok seperti beras, gula, susu anak dan lainnya. Supaya, stok yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat di kawasan Sungai Pinyuh dan sekitarnya.

Baca Juga :  Pemkab Tiadakan Acara Seremonial

Beberapa jenis produk yang paling diburu masyarakat seperti hand sanitizer dan masker sejak awal sudah ludes.

 

Pantau

“Petugas kami sudah melakukan pemeriksaan dan pemantauan dilapangan. Termasuk di gudang-gudang penyimpanan sembako. Aktivitas pasar tetap aman dan kondusif. Tidak ada peningkatan belanja kebutuhan pokok, semuanya normal,” ungkap Kadis Perindagnaker Kabupaten Mempawah, Yusri, kemarin sore di Mempawah.

Dari pantauan itu, Yusri mengatakan, diketahui stok sembako di Kabupaten Mempawah sangat aman dan tersedia dengan baik. Misalnya stok komoditi pokok beras masih cukup dan tersedia untuk dua bulan kedepan.

“Bahkan, ada beberapa lokasi pertanian di Kalbar sedang berlangsung panen padi. Sehingga, untuk beras sangat aman,” tegasnya.

Hanya saja, Yusri mengakui terdapat sejumlah komoditi yang mulai mengalami kelangkaan. Misalnya gula pasir. Sejumlah agen mengaku kekurangan stok gula pasir. Sebab, mereka tidak mendapatkan supply yang lancar dari distributor gula pasir.

Baca Juga :  Sungai Mempawah Tercemar, Ribuan Ekor Ikan Mati

“Saat ini harga gula pasir berkisar Rp 17-18 ribu perkilogram. Kenaikan ini disebabkan kurangnya pasokan dari distributor, jadi bukan dampak dari punic buying corona,” tuturnya.

Karena itu, Yusri meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan panik terhadap persediaan sembako di pasar. Sebab, pemerintah pusat telah menjamin kebutuhan stok makanan pokok sudah tersedia dengan baik.

“Kami himbau masyarakat konsumen agar tidak berbelanja secara berlebihan. Silahkan belanja sesuai kebutuhan sehari-hari saja. Tidak perlu menumpuk sembako di rumah, sebab pemerintah menjamin semua stok tersedia dengan aman,” tegasnya.

Berkaitan dengan antisipasi virus Covid-19, Yusri mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berinteraksi di pasar. Hendaknya masyarakat mengurangi interaksi diluar rumah dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan telah memasang imbauan di sejumlah lokasi pasar. Intinya, kita mengingatkan masyarakat agar waspada dan disiplin menerapkan PHBS,” tukasnya.(*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/