alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Kaki Supandi Diterkam Buaya Saat Mandi Jelang Magrib

MEMPAWAH – Warga Kampung Api-api, Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalbar kembali dikejutkan dengan teror buaya. Seorang warga diterkam saat hendak mandi, Kamis (17/3) sore menjelang maghrib. Akibat kejadian itu, korban mendapatkan sembilan jahitan di  kaki kanannya.

Korban Supandi (50), saat ditemui di Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh menceritakan serangan buaya yang dialaminya.

“Saat itu, saya hendak mandi di sungai. Namun, saya duduk  di tangga sembari menggosok gigi,” katanya.

Sedang  asik menggosok gigi, tiba-tiba saja dari dalam air keluar seekor buaya dan menerkam kaki kanannya. Tak pelak, korban terkejut dan berusaha menyelamatkan diri.

“Saya terkejut dan spontanitas menarik kaki guna menyelamatkan diri dari terkaman buaya. Saya pun langsung segera menjauh dari tepi sungai karena khawatir ada serangan susulan,” ujarnya.

Dengan kondisi kaki berdarah, korban bergegas menuju ke Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh untuk mendapatkan pertolongan medis. Terlebih, luka gigitan buaya di bagian betis kanannya cukup parah.

“Total ada sembilan jahitan di kaki kanan,” tuturnya.

Lebih jauh, korban mengaku buaya yang menyerangnya berukuran cukup besar. Dan dia memperkirakan buaya tersebut sudah ada dibawah rumahnya sehingga dengan cepat menyambar kakinya saat duduk di tangga.

Baca Juga :  Mempawah Dapat Kuota 4.870 Sertifikat Gratis

“Saya perkirakan buaya itu lebih besar dari galon air minum. Kemungkinan posisi buaya sudah ada dibawah rumah,” terkanya.

Atas kejadian itu, dia berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui instansi terkait segera melakukan tindakan. Yakni dengan menangkap dan mengamankan buaya tersebut. Agar tidak meresahkan dan mengancam keselamatan masyarakat di Kampung Api-api.

“Ini bukan kali pertamanya ada serangan buaya terhadap warga Kampung Api-api. Jika terus dibiarkan, kita khawatir suatu saat ada korban jiwa. Sebaiknya, petugas segera menangkap dan mengamankan buaya ini sebelum jatuh korban,” pintanya.

Sementara itu, puluhan masyarakat Kampung Api-api, Kecamatan Sungai Pinyuh, Mempawah turun ke sungai, Kamis (18/3) malam. Mereka berburu buaya yang menjadi teror bagi masyarakat setempat.

Dari pantauan dilapangan, puluhan warga dengan menggunakan sampan menyusuri sejumlah lokasi aliran sungai Kampung Api-api. Mereka mencoba mencari keberadaan buaya yang menyerang seorang warga bernama Supandi.

Dalam perburuannya, warga tampak membawa peralatan senjata tajam seperti tombak. Sebab, jika menemukan keberadaan buaya tersebut maka warga berencana menangkapnya. Agar, lingkungan masyarakat Kampung Api-api kembali aman dan kondusif saat beraktivitas di sungai.

Baca Juga :  Urai Kemacetan, Petugas Rekayasa Lalu Lintas

Selain warga yang turun langsung ke sungai, masyarakat lainnya yang berada di pinggiran sungai juga membantu dengan menggunakan senter menerangi lokasi pencarian. Suasana gelap gulita menyebabkan warga kesulitan melihat keberadaan predator sungai itu didalam air.

Selang kurang lebih satu jam, perburuan terhadap buaya di Sungai Kampung Api-api belum membuahkan hasil. Warga tak menemukan jejak dan keberadaan buaya tersebut. Hingga akhirnya, warga memutuskan untuk menghentikan perburuan dan menunggu waktu yang tepat untuk menangkapnya.

Serangan buaya terhadap warga Kampung Api-api Sungai Pinyuh bukan yang  pertama kalinya. Pada awal Februari lalu, seorang nelayan bernama Sudianto menjadi korban serangan buaya. Ketika itu, Sudianto yang hendak pergi melaut berniat buang air kecil di jembatan kayu disamping rumahnya.

Naas, saat korban sedang buang air kecil seketika muncul buaya dari dalam air dan menerkam paha kirinya. Beruntung, korban berhasil melepaskan diri dari terkaman buaya dengan sejumlah luka gigitan. (wah)

MEMPAWAH – Warga Kampung Api-api, Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalbar kembali dikejutkan dengan teror buaya. Seorang warga diterkam saat hendak mandi, Kamis (17/3) sore menjelang maghrib. Akibat kejadian itu, korban mendapatkan sembilan jahitan di  kaki kanannya.

Korban Supandi (50), saat ditemui di Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh menceritakan serangan buaya yang dialaminya.

“Saat itu, saya hendak mandi di sungai. Namun, saya duduk  di tangga sembari menggosok gigi,” katanya.

Sedang  asik menggosok gigi, tiba-tiba saja dari dalam air keluar seekor buaya dan menerkam kaki kanannya. Tak pelak, korban terkejut dan berusaha menyelamatkan diri.

“Saya terkejut dan spontanitas menarik kaki guna menyelamatkan diri dari terkaman buaya. Saya pun langsung segera menjauh dari tepi sungai karena khawatir ada serangan susulan,” ujarnya.

Dengan kondisi kaki berdarah, korban bergegas menuju ke Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh untuk mendapatkan pertolongan medis. Terlebih, luka gigitan buaya di bagian betis kanannya cukup parah.

“Total ada sembilan jahitan di kaki kanan,” tuturnya.

Lebih jauh, korban mengaku buaya yang menyerangnya berukuran cukup besar. Dan dia memperkirakan buaya tersebut sudah ada dibawah rumahnya sehingga dengan cepat menyambar kakinya saat duduk di tangga.

Baca Juga :  Erlina Janji Hemat Belanja OPD

“Saya perkirakan buaya itu lebih besar dari galon air minum. Kemungkinan posisi buaya sudah ada dibawah rumah,” terkanya.

Atas kejadian itu, dia berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui instansi terkait segera melakukan tindakan. Yakni dengan menangkap dan mengamankan buaya tersebut. Agar tidak meresahkan dan mengancam keselamatan masyarakat di Kampung Api-api.

“Ini bukan kali pertamanya ada serangan buaya terhadap warga Kampung Api-api. Jika terus dibiarkan, kita khawatir suatu saat ada korban jiwa. Sebaiknya, petugas segera menangkap dan mengamankan buaya ini sebelum jatuh korban,” pintanya.

Sementara itu, puluhan masyarakat Kampung Api-api, Kecamatan Sungai Pinyuh, Mempawah turun ke sungai, Kamis (18/3) malam. Mereka berburu buaya yang menjadi teror bagi masyarakat setempat.

Dari pantauan dilapangan, puluhan warga dengan menggunakan sampan menyusuri sejumlah lokasi aliran sungai Kampung Api-api. Mereka mencoba mencari keberadaan buaya yang menyerang seorang warga bernama Supandi.

Dalam perburuannya, warga tampak membawa peralatan senjata tajam seperti tombak. Sebab, jika menemukan keberadaan buaya tersebut maka warga berencana menangkapnya. Agar, lingkungan masyarakat Kampung Api-api kembali aman dan kondusif saat beraktivitas di sungai.

Baca Juga :  Semangka Parit Banjar Penuhi Kebutuhan Buah Masyarakat Mempawah

Selain warga yang turun langsung ke sungai, masyarakat lainnya yang berada di pinggiran sungai juga membantu dengan menggunakan senter menerangi lokasi pencarian. Suasana gelap gulita menyebabkan warga kesulitan melihat keberadaan predator sungai itu didalam air.

Selang kurang lebih satu jam, perburuan terhadap buaya di Sungai Kampung Api-api belum membuahkan hasil. Warga tak menemukan jejak dan keberadaan buaya tersebut. Hingga akhirnya, warga memutuskan untuk menghentikan perburuan dan menunggu waktu yang tepat untuk menangkapnya.

Serangan buaya terhadap warga Kampung Api-api Sungai Pinyuh bukan yang  pertama kalinya. Pada awal Februari lalu, seorang nelayan bernama Sudianto menjadi korban serangan buaya. Ketika itu, Sudianto yang hendak pergi melaut berniat buang air kecil di jembatan kayu disamping rumahnya.

Naas, saat korban sedang buang air kecil seketika muncul buaya dari dalam air dan menerkam paha kirinya. Beruntung, korban berhasil melepaskan diri dari terkaman buaya dengan sejumlah luka gigitan. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/