alexametrics
24 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Beram Maut Makan Korban

MEMPAWAH – Kecelakaan terjadi di kawasan beram maut, di Jalan Sungai Pinyuh Jurusan Mempawah memakan korban, Selasa (17/11) pagi. Seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan lalu lintas akibat tergelincir di beram jalan. Korban selamat, namun mengalami luka lecet di sekujur tubuhnya.

Dari informasi yang dihimpun, korban bernama Hendri (57) warga Desa Sungai Bakau Besar Laut. Pria yang akrab disapa Aheng itu merupakan pemilik bengkel bubut di kawasan Sungai Pinyuh.

Kecelakaan bermula ketika korban menunggangi sepeda motor KB 4209 BT miliknya. Saat itu, korban berkendara dari arah Mempawah menuju ke Sungai Pinyuh. Sesampainya di Jalan Sungai Pinyuh Jurusan Mempawah, sepeda motor korban terserempet kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya.

Korban berusaha menghindar agar tidak terserempet kendaraan tersebut. Korban membelokan kendaraannya ke kiri jalan raya. Nahas, ban sepeda motor korban menabrak beram dan tergelincir. Korban dan kendaraannya terjungkal ke aspal.

Saat terjatuh, posisi tubuh korban ke arah tengah jalan raya. Pada saat bersamaan tidak ada kendaraan lain dari arah belakang yang menabrak tubuh korban. Warga dan pengendara lain yang melihat kejadian itu bergegas memberikan pertolongan.

Petugas dibantu warga mengevakuasi korban dan kendaraan dari TKP agar tidak menghambat arus lalu lintas. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka lecet di bagian wajah dan benjol di kepala belakang.

Baca Juga :  Covid Membuat Curanmor Menjadi-jadi, Bikin Warga Resah

“Beram di Jalan Jurusan Mempawah ini cukup sering memakan korban kecelakaan lalu lintas. Makanya, warga menyebutnya sebagai beram maut. Karena, posisi beram cukup tinggi hingga membuat ban kendaraan mudah tergelincir,” pendapat warga Sungai Pinyuh, Usman.

Usman berharap, Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui instansi terkait dapat melakukan perbaikan terhadap ‘beram maut’ Jalan Sungai Pinyuh Jurusan Mempawah. Agar, tidak ada lagi pengendara yang menjadi korban.

“Kita berharap ada perbaikan dengan dilakukan penimbunan. Agar beram jalan tidak terlalu tinggi dan membahayakan pengendara,” tukasnya.

Kecelakaan tunggal juga terjadi di Jalan Raya Wajok Hulu KM 9.003 Pontianak-Sungai Pinyuh, Selasa (17/11) sekitar pukul 21.10. Sebuah truk tangki menabrak jembatan, lalu nyebur ke dalam parit di Dusun Teluk Dalam, Desa Wajok Hulu. Diduga kuat, sopir truk mengantuk saat berkendara.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah melalui Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono membenarkan kecelakaan tunggal di Jalan Raya Wajok Hulu itu. Kapolsek mengungkapkan, truk tangki dengan nomor polisi KB 8573 HA itu dikemudikan oleh Hendri (26), warga RT 03/RW 02, Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat.

Baca Juga :  HIMA MM Untan Berikan Bantuan Sosial ke Ponpes Mempawah

Dalam insiden kecelakaan tunggal itu, sopir tidak mengalami luka. Dia mengungkapkan, kecelakaan bemula ketika truk tangki yang dikemudikan Hendri berkendara dari arah Pontianak menuju ke Sungai Pinyuh. Setibanya di Jalan Raya Wajok Hulu KM 9.003 Pontianak-Sungai Pinyuh, truk tangki nahas itu kehilangan kendali dan keluar dari jalur jalan raya.

Kemudian, truk tangki menabrak jembatan Teluk Dalam hingga akhirnya tercebur ke dalam parit. Seluruh badan truk tangki beserta sopir terendam air. Sopir truk nahas itu tak mengalami luka dan cidera dalam insiden kecelakaan tunggal tersebut.

“Kecelakaan tunggal ini disebabkan human error. Sopir truk mengantuk saat berkendara, hingga kehilangan kendali atas kendaraannya. Akibatnya, truk keluar jalur dan menabrak jembatan lalu masuk parit,” terang Kapolsek.

Kapolsek mengimbau masyarakat pengendara agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian saat berlalu lintas. Dia mengingatkan masyarakat agar selalu melengkapi dokumen dan kelengkapan berkendara.

“Pengendara agar selalu berhati-hati saat berlalu lintas. Pastikan pengendara dalam keadaan bugar dan fit saat berkendara. Jika mengantuk, sebaiknya beristirahat dulu. Sebab, jika dipaksakan dapat berakibat fatal,” pesannya.(wah)

MEMPAWAH – Kecelakaan terjadi di kawasan beram maut, di Jalan Sungai Pinyuh Jurusan Mempawah memakan korban, Selasa (17/11) pagi. Seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan lalu lintas akibat tergelincir di beram jalan. Korban selamat, namun mengalami luka lecet di sekujur tubuhnya.

Dari informasi yang dihimpun, korban bernama Hendri (57) warga Desa Sungai Bakau Besar Laut. Pria yang akrab disapa Aheng itu merupakan pemilik bengkel bubut di kawasan Sungai Pinyuh.

Kecelakaan bermula ketika korban menunggangi sepeda motor KB 4209 BT miliknya. Saat itu, korban berkendara dari arah Mempawah menuju ke Sungai Pinyuh. Sesampainya di Jalan Sungai Pinyuh Jurusan Mempawah, sepeda motor korban terserempet kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya.

Korban berusaha menghindar agar tidak terserempet kendaraan tersebut. Korban membelokan kendaraannya ke kiri jalan raya. Nahas, ban sepeda motor korban menabrak beram dan tergelincir. Korban dan kendaraannya terjungkal ke aspal.

Saat terjatuh, posisi tubuh korban ke arah tengah jalan raya. Pada saat bersamaan tidak ada kendaraan lain dari arah belakang yang menabrak tubuh korban. Warga dan pengendara lain yang melihat kejadian itu bergegas memberikan pertolongan.

Petugas dibantu warga mengevakuasi korban dan kendaraan dari TKP agar tidak menghambat arus lalu lintas. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka lecet di bagian wajah dan benjol di kepala belakang.

Baca Juga :  Minyak Goreng Masih Langka Sejak Beberapa Bulan di Pasar Mempawah

“Beram di Jalan Jurusan Mempawah ini cukup sering memakan korban kecelakaan lalu lintas. Makanya, warga menyebutnya sebagai beram maut. Karena, posisi beram cukup tinggi hingga membuat ban kendaraan mudah tergelincir,” pendapat warga Sungai Pinyuh, Usman.

Usman berharap, Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui instansi terkait dapat melakukan perbaikan terhadap ‘beram maut’ Jalan Sungai Pinyuh Jurusan Mempawah. Agar, tidak ada lagi pengendara yang menjadi korban.

“Kita berharap ada perbaikan dengan dilakukan penimbunan. Agar beram jalan tidak terlalu tinggi dan membahayakan pengendara,” tukasnya.

Kecelakaan tunggal juga terjadi di Jalan Raya Wajok Hulu KM 9.003 Pontianak-Sungai Pinyuh, Selasa (17/11) sekitar pukul 21.10. Sebuah truk tangki menabrak jembatan, lalu nyebur ke dalam parit di Dusun Teluk Dalam, Desa Wajok Hulu. Diduga kuat, sopir truk mengantuk saat berkendara.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah melalui Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono membenarkan kecelakaan tunggal di Jalan Raya Wajok Hulu itu. Kapolsek mengungkapkan, truk tangki dengan nomor polisi KB 8573 HA itu dikemudikan oleh Hendri (26), warga RT 03/RW 02, Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat.

Baca Juga :  Dukung Pencegahan Covid-19, FPI Mempawah Semprot Disinfektan

Dalam insiden kecelakaan tunggal itu, sopir tidak mengalami luka. Dia mengungkapkan, kecelakaan bemula ketika truk tangki yang dikemudikan Hendri berkendara dari arah Pontianak menuju ke Sungai Pinyuh. Setibanya di Jalan Raya Wajok Hulu KM 9.003 Pontianak-Sungai Pinyuh, truk tangki nahas itu kehilangan kendali dan keluar dari jalur jalan raya.

Kemudian, truk tangki menabrak jembatan Teluk Dalam hingga akhirnya tercebur ke dalam parit. Seluruh badan truk tangki beserta sopir terendam air. Sopir truk nahas itu tak mengalami luka dan cidera dalam insiden kecelakaan tunggal tersebut.

“Kecelakaan tunggal ini disebabkan human error. Sopir truk mengantuk saat berkendara, hingga kehilangan kendali atas kendaraannya. Akibatnya, truk keluar jalur dan menabrak jembatan lalu masuk parit,” terang Kapolsek.

Kapolsek mengimbau masyarakat pengendara agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian saat berlalu lintas. Dia mengingatkan masyarakat agar selalu melengkapi dokumen dan kelengkapan berkendara.

“Pengendara agar selalu berhati-hati saat berlalu lintas. Pastikan pengendara dalam keadaan bugar dan fit saat berkendara. Jika mengantuk, sebaiknya beristirahat dulu. Sebab, jika dipaksakan dapat berakibat fatal,” pesannya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/