alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Ujian Satuan Pendidikan Tingkat SD Berlangsung Sepekan

MEMPAWAH – Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Mempawah serentak menggelar Ujian Satuan Pendidikan tahun pelajaran 2020/2021, Senin (19/4) pagi. Pelaksanaan ujian tersebut berlangsung hingga sepekan kedepan. Nilai dari ujian menjadi salah satu faktor penentu kelulusan siswa. Di SDN 19 Mempawah Hilir, ujian satuan pendidikan tahun pelajaran 2020/2021 diikuti sebanyak 15 siswa kelas 6. Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, para siswa tampak antusias mengikuti pelaksanaan ujian.

“Ujian satuan pendidikan ini dimulai Senin-Rabu (19-28/4). Setiap hari hanya satu mata pelajaran yang diujikan. Untuk tahun ini, jumlah peserta ujian di SD 19 Mempawah Hilir tergolong paling sedikit hanya 15 orang siswa saja,” ungkap Kepala SDN 19 Mempawah Hilir, Razali, S.Pd. Razali menjelaskan, pihaknya telah menyusun jadwal pelaksanaan ujian satuan pendidikan dengan maksimal. Mata pelajaran yang diujikan terdiri dari PPKN, Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, Pendidikan Agama, IPS, PTOK dan Seni Budaya.  “Untuk waktu pelaksanaannya, ujian satuan pendidikan berlangsung selama 2 jam dimulai pada pukul 08.00-10.00 WIB,” bebernya.

Baca Juga :  Alokasikan Anggaran Stunting di OPD yang Terlibat

Lebih jauh, Razali mengatakan, nilai yang dihasilkan ujian satuan pendidikan itu tidak mutlak menjadi penentu kelulusan siswa. Sebab, penetapan kelulusan siswa ditentukan dari regulasi yang mengakumulasikan sejumlah penilaian lainnya. “Nilai ujian satuan pendidikan ini hanya di ambil sebesar 25% saja. Sedangkan sisanya 75 % diambil hasil nilai raport siswa kelas 4, 5 dan semester 1 kelas 6. Jadi, regulasi penentuan kelulusan siswa nanti akan diakumulasikan secara keseluruhan antara ujian satuan pendidikan dan nilai raport,” terang Razali.

Terkait kesiapan siswa, Razali mengaku kurang maksimal. Sebab, sejak pandemi Covi-19 siswa tidak melaksanakan belajar tatap muka. Pembelajaran secara daring dinilainya kurang optimal dalam membantu siswa menghadapi ujian.  “Kalau bicara nilai, kemungkinan akan anjlok. Karena sejak belajar daring, siswa susah diawasi. Terlebih untuk penilaian karakter siswa. Hanya saja, penilaian akan terbantu dengan hasil raport kelas 4 dan 5,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH – Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Mempawah serentak menggelar Ujian Satuan Pendidikan tahun pelajaran 2020/2021, Senin (19/4) pagi. Pelaksanaan ujian tersebut berlangsung hingga sepekan kedepan. Nilai dari ujian menjadi salah satu faktor penentu kelulusan siswa. Di SDN 19 Mempawah Hilir, ujian satuan pendidikan tahun pelajaran 2020/2021 diikuti sebanyak 15 siswa kelas 6. Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, para siswa tampak antusias mengikuti pelaksanaan ujian.

“Ujian satuan pendidikan ini dimulai Senin-Rabu (19-28/4). Setiap hari hanya satu mata pelajaran yang diujikan. Untuk tahun ini, jumlah peserta ujian di SD 19 Mempawah Hilir tergolong paling sedikit hanya 15 orang siswa saja,” ungkap Kepala SDN 19 Mempawah Hilir, Razali, S.Pd. Razali menjelaskan, pihaknya telah menyusun jadwal pelaksanaan ujian satuan pendidikan dengan maksimal. Mata pelajaran yang diujikan terdiri dari PPKN, Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, Pendidikan Agama, IPS, PTOK dan Seni Budaya.  “Untuk waktu pelaksanaannya, ujian satuan pendidikan berlangsung selama 2 jam dimulai pada pukul 08.00-10.00 WIB,” bebernya.

Baca Juga :  Alokasikan Anggaran Stunting di OPD yang Terlibat

Lebih jauh, Razali mengatakan, nilai yang dihasilkan ujian satuan pendidikan itu tidak mutlak menjadi penentu kelulusan siswa. Sebab, penetapan kelulusan siswa ditentukan dari regulasi yang mengakumulasikan sejumlah penilaian lainnya. “Nilai ujian satuan pendidikan ini hanya di ambil sebesar 25% saja. Sedangkan sisanya 75 % diambil hasil nilai raport siswa kelas 4, 5 dan semester 1 kelas 6. Jadi, regulasi penentuan kelulusan siswa nanti akan diakumulasikan secara keseluruhan antara ujian satuan pendidikan dan nilai raport,” terang Razali.

Terkait kesiapan siswa, Razali mengaku kurang maksimal. Sebab, sejak pandemi Covi-19 siswa tidak melaksanakan belajar tatap muka. Pembelajaran secara daring dinilainya kurang optimal dalam membantu siswa menghadapi ujian.  “Kalau bicara nilai, kemungkinan akan anjlok. Karena sejak belajar daring, siswa susah diawasi. Terlebih untuk penilaian karakter siswa. Hanya saja, penilaian akan terbantu dengan hasil raport kelas 4 dan 5,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/