alexametrics
25 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Ada 1.400 KPM di Sadaniang Terima BLT-DD 2021

MEMPAWAH – Pemerintah Kecamatan Sadaniang melakukan monitoring dan pengawasan penyaluran program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun 2021. Di wilayah tersebut, total masyarakat penerima bantuan dari pemerintah pusat itu diperkirakan sekitar 1.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Dari 6 desa di Kecamatan Sadaniang, total penerima BLT-DD sekitar 1.400 KPM. Kriteria utamanya adalah masyarakat tidak mampu,” kata Plt Camat Sadaniang, Budi Utoyo saat memonitoring penyaluran BLT-DD di Desa Pentek, Rabu (19/5)  pagi.

Budi menerangkan, program BLT-DD dimaksudkan untuk membantu meringankan beban keluarga tidak mampu yang terdampak pandemi Covid-19. Sebab, pandemi menimbulkan dampak negatif terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari sektor kesehatan, ekonomi dan lainnya terjadi penurunan dan pelemahan.

Baca Juga :  Banjir Dusun Sebukit Rama Mulai Mengkhawatirkan

“Maka, pemerintah pusat berempati dengan menyalurkan BLT-DD sebesar Rp 300 ribu per bulan per KPM/KK. Saat ini, penyaluran BLT-DD tahun 2021 sudah memasuki tahap IV dan V,” ungkapnya.

Dia menilai, nominal bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan dipandang cukup membantu masyarakat yang membutuhkan. Terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi seperti membeli makanan pokok dan lauk pauk.

“Walaupun tidak dapat memenuhi secara keseluruhan, tetapi bisa membantu meringankan beban keluarga untuk membeli keperluan dapur,” pendapatnya.

Karenanya, Budi memastikan dalam setiap kesempatan dirinya selalu memberikan arahan agar masyarakat penerima bantuan senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kepedulian dalam bentuk penyaluran BLT-DD sebesar Rp 300 ribu perbulan.

Baca Juga :  Penanganan Karhutla Libatkan Tim Gabungan

“Selalu saya berpesan agar bantuan benar-benar digunakan secara positif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Artinya jangan sampai uang bantuan justu dipakai untuk hal-hal yang  tidak bermanfaat bagi keluarga,” pesannya.

Terkait pengawasan, Budi memastikan pihaknya bekerjasama dengan Muspika Sadaniang senantiasa melakukan monitoring dalam setiap penyaluran BLT-DD di masyarakat. Tujuannya, agar penyaluran berjalan tertib, aman dan lancar sebagaimana harapan pemerintah.

“Kita selalu aktif turun kelapangan untuk memantau proses penyaluran di masing-masing desa. Dalam pengawasan ini kita juga dibantu dari Polsek dan Koramil dengan mengirimkan anggotanya. Jadi setiap penyaluran, ada aparat yang ikut melakukan monitoring. Penyaluran bantuan dilaksanakan secara transparan agar efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH – Pemerintah Kecamatan Sadaniang melakukan monitoring dan pengawasan penyaluran program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun 2021. Di wilayah tersebut, total masyarakat penerima bantuan dari pemerintah pusat itu diperkirakan sekitar 1.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Dari 6 desa di Kecamatan Sadaniang, total penerima BLT-DD sekitar 1.400 KPM. Kriteria utamanya adalah masyarakat tidak mampu,” kata Plt Camat Sadaniang, Budi Utoyo saat memonitoring penyaluran BLT-DD di Desa Pentek, Rabu (19/5)  pagi.

Budi menerangkan, program BLT-DD dimaksudkan untuk membantu meringankan beban keluarga tidak mampu yang terdampak pandemi Covid-19. Sebab, pandemi menimbulkan dampak negatif terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari sektor kesehatan, ekonomi dan lainnya terjadi penurunan dan pelemahan.

Baca Juga :  Kaki Supandi Diterkam Buaya Saat Mandi Jelang Magrib

“Maka, pemerintah pusat berempati dengan menyalurkan BLT-DD sebesar Rp 300 ribu per bulan per KPM/KK. Saat ini, penyaluran BLT-DD tahun 2021 sudah memasuki tahap IV dan V,” ungkapnya.

Dia menilai, nominal bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan dipandang cukup membantu masyarakat yang membutuhkan. Terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi seperti membeli makanan pokok dan lauk pauk.

“Walaupun tidak dapat memenuhi secara keseluruhan, tetapi bisa membantu meringankan beban keluarga untuk membeli keperluan dapur,” pendapatnya.

Karenanya, Budi memastikan dalam setiap kesempatan dirinya selalu memberikan arahan agar masyarakat penerima bantuan senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kepedulian dalam bentuk penyaluran BLT-DD sebesar Rp 300 ribu perbulan.

Baca Juga :  Berharap Anggota Dewan Tak Berpenyakit ‘Kudis’

“Selalu saya berpesan agar bantuan benar-benar digunakan secara positif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Artinya jangan sampai uang bantuan justu dipakai untuk hal-hal yang  tidak bermanfaat bagi keluarga,” pesannya.

Terkait pengawasan, Budi memastikan pihaknya bekerjasama dengan Muspika Sadaniang senantiasa melakukan monitoring dalam setiap penyaluran BLT-DD di masyarakat. Tujuannya, agar penyaluran berjalan tertib, aman dan lancar sebagaimana harapan pemerintah.

“Kita selalu aktif turun kelapangan untuk memantau proses penyaluran di masing-masing desa. Dalam pengawasan ini kita juga dibantu dari Polsek dan Koramil dengan mengirimkan anggotanya. Jadi setiap penyaluran, ada aparat yang ikut melakukan monitoring. Penyaluran bantuan dilaksanakan secara transparan agar efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/