alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

76 Hektare Lahan Terbakar

MEMPAWAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah mendata 7 titik api sepanjang bulan Maret-April 2020. Dari 7 lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) itu, tercatat 76 ha lahan ludes terbakar. Meski demikian, seluruh lokasi karhutla telah berhasil diatasi petugas gabungan.

“Sejak Januari-Februari 2020 tidak ada kasus karhutla di Kabupaten Mempawah. Kami tidak mendapatkan laporan titik api di awal tahun,” terang Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, Hermansyah, Senin (20/4) di Mempawah.

Barulah pada Maret-April, ungkap Hermansyah, pihaknya menemukan adanya 7 titik api di wilayah Kabupaten Mempawah. Sejumlah desa dilaporkan adanya kasus karhutla yang menghanguskan puluhan hektare lahan.

“Total keseluruhan ada 76 ha lahan yang terbakar di 7 titik api sepanjang bulan Maret-April 2020. Lokasi karhutla tersebar di 5 desa yakni Bukit Batu, Antibar, Wajok Hulu, Sungai Bakau Besar Darat dan Desa Pasir,” papar Hermansyah.

Baca Juga :  Mobil Dinas Tewaskan Pejalan Kaki

Lebih rinci, Hermansyah mengungkapkan, laporan pertama karhutla yang diterima BPBD Kabupaten Mempawah pada tanggal 12-13 Maret di Dusun Jelandang, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit. Luas lahan yang terbakar kurang lebih 20 ha.

“Kemudian pada tanggal 26-27 Maret, kami juga mendapatkan laporan karhutla. Yakni di Dusun Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. Luas lahan yang terbakar relatif kecil hanya 2 ha,” bebernya.

Selanjutnya, masih dikatakan Hermansyah, pada tanggal 1-4 April adanya laporan karhutla di di Dusun Telok Dalam, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat. Dilokasi itu ada 4 titik api dengan total lahan yang terbakar cukup luas mencapai 45 ha.

“Berikutnya laporan karhutla pada tanggal 4-5 April di Dusun Parit Kurus, Desa Sungai Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh dengan areal lahan yang terbakar 2 ha. Serta pada tanggal 7-8 April karhutla di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir dengan lahan terbakar 4 ha,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Teken MoU Informasi Geospasial

“Terakhir, pada tanggal 14 April lalu ada laporan karhutla di Dusun Sepuk Merah, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir dengan lahan terbakar 3 ha. Semoga kasus karhutla semakin berkurang,” harapnya.

Untuk itu, Hermansyah mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apapun. Sebab, membakar hutan dan lahan sangat beresiko dan berpotensi menyebabkan kerusakan alam dan lingkungan.

“Dalam berbagai kesempatan, kami dan tim gabungan TNI/Polri, Manggala Agni dan lainnya senantiasa memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat agar meninggalkan cara-cara lama membakar lahan. Apapun alasannya, tindakan membakar hutan dan lahan tidak dibenarkan,” tegasnya.(wah)

MEMPAWAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah mendata 7 titik api sepanjang bulan Maret-April 2020. Dari 7 lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) itu, tercatat 76 ha lahan ludes terbakar. Meski demikian, seluruh lokasi karhutla telah berhasil diatasi petugas gabungan.

“Sejak Januari-Februari 2020 tidak ada kasus karhutla di Kabupaten Mempawah. Kami tidak mendapatkan laporan titik api di awal tahun,” terang Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, Hermansyah, Senin (20/4) di Mempawah.

Barulah pada Maret-April, ungkap Hermansyah, pihaknya menemukan adanya 7 titik api di wilayah Kabupaten Mempawah. Sejumlah desa dilaporkan adanya kasus karhutla yang menghanguskan puluhan hektare lahan.

“Total keseluruhan ada 76 ha lahan yang terbakar di 7 titik api sepanjang bulan Maret-April 2020. Lokasi karhutla tersebar di 5 desa yakni Bukit Batu, Antibar, Wajok Hulu, Sungai Bakau Besar Darat dan Desa Pasir,” papar Hermansyah.

Baca Juga :  Polisi Bersenjata Jaga Pasar Sui Pinyuh

Lebih rinci, Hermansyah mengungkapkan, laporan pertama karhutla yang diterima BPBD Kabupaten Mempawah pada tanggal 12-13 Maret di Dusun Jelandang, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit. Luas lahan yang terbakar kurang lebih 20 ha.

“Kemudian pada tanggal 26-27 Maret, kami juga mendapatkan laporan karhutla. Yakni di Dusun Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. Luas lahan yang terbakar relatif kecil hanya 2 ha,” bebernya.

Selanjutnya, masih dikatakan Hermansyah, pada tanggal 1-4 April adanya laporan karhutla di di Dusun Telok Dalam, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat. Dilokasi itu ada 4 titik api dengan total lahan yang terbakar cukup luas mencapai 45 ha.

“Berikutnya laporan karhutla pada tanggal 4-5 April di Dusun Parit Kurus, Desa Sungai Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh dengan areal lahan yang terbakar 2 ha. Serta pada tanggal 7-8 April karhutla di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir dengan lahan terbakar 4 ha,” ujarnya.

Baca Juga :  Hasil Rapid Test Non Reaktif

“Terakhir, pada tanggal 14 April lalu ada laporan karhutla di Dusun Sepuk Merah, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir dengan lahan terbakar 3 ha. Semoga kasus karhutla semakin berkurang,” harapnya.

Untuk itu, Hermansyah mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apapun. Sebab, membakar hutan dan lahan sangat beresiko dan berpotensi menyebabkan kerusakan alam dan lingkungan.

“Dalam berbagai kesempatan, kami dan tim gabungan TNI/Polri, Manggala Agni dan lainnya senantiasa memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat agar meninggalkan cara-cara lama membakar lahan. Apapun alasannya, tindakan membakar hutan dan lahan tidak dibenarkan,” tegasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/