alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

PSN Smelter di Bukit Batu Bernilai USD 831,5 Juta

MEMPAWAH – Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH mengungkapkan realisasi Program Strategis Nasional (PSN) pembangunan smelter di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit merupakan kerjasama PT Aneka Tambang (Antam) dan Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Pembangunan tersebut menelan anggaran sebesar USD 831,5 juta.

“Pembangunan smelter PT BAI ini adalah hasil kerjasama antara PT Antam dengan Inalum. Dengan konsorsium PT PP dan Chalieco. Saat ini sudah dimulai beberapa tahap pembangunan dilapangan,” kata Erlina saat mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR-RI, pekan lalu di Sungai Kunyit. Erlina memaparkan, beberapa tahapan yang telah dikerjakan seperti pembebasan lahan yang mencapai sekitar 97 persen. Sedangkan realisasi pembangunan fisik smelter baru mencapai sekitar 14 persen.

“Mudah-mudahan proses pembangunan terus berjalan dengan baik dan lancar sehingga bisa selesai tepat waktu sesuai perencanaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam pelaksanaan PSN Smelter di Desa Bukit Batu,” harap Erlina. Erlina berharap PSN smelter tersebut memberikan dampak positif untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mempawah dimasa mendatang. Terutama membawa perubahan atas kemajuan perekonomian lokal yang semakin baik nantinya.

Baca Juga :  Robo-Robo Tumbuhkan Ekonomi Lokal

“Kita juga berharap smelter nantinya akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Sehingga dampaknya akan mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Mempawah,” ujarnya.

Lebih jauh, Erlina mendorong agar kehadiran Komisi VII DPR-RI tersebut dapat memberikan dorongan yang lebih kuat untuk percepatan pembangunan smelter di Desa Bukit Batu. Agar, pembangunan tersebut segera rampung dan beroperasional sebagaimana digadang-gadang pemerintah.  “Semoga kehadiran Komisi VII DPR-RI dapat memberikan dukungan dan rekomenasi guna percepatan pembangunan smelter ini. Dan mudah-mudahan secepatnya smelter tersebut bisa beroperasional dan berproduksi,” pungkasnya.

Kunjungan kerja spesifik tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi VII, Sugeng Suparwoto beserta rombongannya seperti Maman Abdurahman, Katherine Oendoen, Mercy Chriesty Barends dan Ina Elisabeth Kobak. Kehadiran Komisi VII disambut Wakil Gubernur, H Ria Norsan, Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH beserta jajaran OPD terkait dilingkungan Pemprov Kalbar dan Kabupaten Mempawah.

Baca Juga :  Tak Puas dengan Kinerja, Pemilik Bengkel Dipukul

Turut hadir Dirut PT BAI, Dante Sinaga beserta ajarannya, Direktur Pembinaan Program Minerba, Sunindyo Suryo Herdadi, Kepala Dinas Perindag dan ESDM kalbar, Syarif Kamaruzzaman, GM UIW Kalbar, Johanes Avilla Ari Dartomo, Diresumkal PT PLN, Wiluyo Kusdwiharto dan lainnya.(wah)

MEMPAWAH – Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH mengungkapkan realisasi Program Strategis Nasional (PSN) pembangunan smelter di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit merupakan kerjasama PT Aneka Tambang (Antam) dan Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Pembangunan tersebut menelan anggaran sebesar USD 831,5 juta.

“Pembangunan smelter PT BAI ini adalah hasil kerjasama antara PT Antam dengan Inalum. Dengan konsorsium PT PP dan Chalieco. Saat ini sudah dimulai beberapa tahap pembangunan dilapangan,” kata Erlina saat mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR-RI, pekan lalu di Sungai Kunyit. Erlina memaparkan, beberapa tahapan yang telah dikerjakan seperti pembebasan lahan yang mencapai sekitar 97 persen. Sedangkan realisasi pembangunan fisik smelter baru mencapai sekitar 14 persen.

“Mudah-mudahan proses pembangunan terus berjalan dengan baik dan lancar sehingga bisa selesai tepat waktu sesuai perencanaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam pelaksanaan PSN Smelter di Desa Bukit Batu,” harap Erlina. Erlina berharap PSN smelter tersebut memberikan dampak positif untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mempawah dimasa mendatang. Terutama membawa perubahan atas kemajuan perekonomian lokal yang semakin baik nantinya.

Baca Juga :  Ingatkan Bendahara Kewajiban Perpajakan

“Kita juga berharap smelter nantinya akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Sehingga dampaknya akan mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Mempawah,” ujarnya.

Lebih jauh, Erlina mendorong agar kehadiran Komisi VII DPR-RI tersebut dapat memberikan dorongan yang lebih kuat untuk percepatan pembangunan smelter di Desa Bukit Batu. Agar, pembangunan tersebut segera rampung dan beroperasional sebagaimana digadang-gadang pemerintah.  “Semoga kehadiran Komisi VII DPR-RI dapat memberikan dukungan dan rekomenasi guna percepatan pembangunan smelter ini. Dan mudah-mudahan secepatnya smelter tersebut bisa beroperasional dan berproduksi,” pungkasnya.

Kunjungan kerja spesifik tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi VII, Sugeng Suparwoto beserta rombongannya seperti Maman Abdurahman, Katherine Oendoen, Mercy Chriesty Barends dan Ina Elisabeth Kobak. Kehadiran Komisi VII disambut Wakil Gubernur, H Ria Norsan, Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH beserta jajaran OPD terkait dilingkungan Pemprov Kalbar dan Kabupaten Mempawah.

Baca Juga :  Bantuan Hibah Bangun SPN

Turut hadir Dirut PT BAI, Dante Sinaga beserta ajarannya, Direktur Pembinaan Program Minerba, Sunindyo Suryo Herdadi, Kepala Dinas Perindag dan ESDM kalbar, Syarif Kamaruzzaman, GM UIW Kalbar, Johanes Avilla Ari Dartomo, Diresumkal PT PLN, Wiluyo Kusdwiharto dan lainnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/