alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Bupati Bakal Benahi Parit Lima Kecamatan Dikepung Banjir

MEMPAWAH – Cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang pada Rabu (14/7) memicu bencana di darat maupun laut. Hingga sepekan berlalu, lima kecamatan di Kabupaten Mempawah masih dikepung banjir. Puluhan kk mengungsi, namun banyak pula yang memilih bertahan di dalam rumah.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto mengungkapkan lima kecamatan yang masih terendam banjir diantaranya Sungai Kunyit, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Segedong dan Sungai Pinyuh.

“Saat ini terparah di Kecamatan Segedong. Hampir seluruh desa di kecamatan itu terendam banjir. Bahkan, beberapa warga masih mengungsi,” ungkap Didik, Selasa (20/7) di Mempawah.

Kemudian, lanjut Didik, banjir juga merendam lima desa dan kelurahan di Kecamatan Sungai Pinyuh. Yakni, Kelurahan Sungai Pinyuh, Desa Bakau Besar Darat, Bakau Besar Laut, Sungai Batang dan Purun Kecil.

“Sedangkan di Kecamatan Sungai Kunyit, banjir terjadi di Desa Bukit Batu, Sungai Duri I dan Sungai Duri II,” papar Didik.

Baca Juga :  Mempawah Banjir, Air Rendam Enam Dusun

Selanjutnya, sambung Didik, sejak dua hari belakangan ini banjir mulai meluas di Kecamatan Mempawah Timur. Salah satunya di Desa Sejegi, banjir cukup tinggi merendam rumah-rumah warga.

“Di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir banjir baru berlangsung dua hari belakangan ini. Ketinggian banjir diperkirakan sekitar30-70 centimeter,” pungkas Didik.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina melakukan monitoring lokasi banjir di Kabupaten Mempawah, Senin (19/7) pagi. Salah satu lokasi banjir yang didatangi istri Wakil Gubernur Kalbar itu adalah Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh. Bupati menjanjikan normalisasi untuk mengatasi banjir di desa tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat senang mendapatkan kunjungan dari Ibu Bupati, Erlina. Dalam kondisi banjir seperti ini, masyarakat sangat membutuhkan perhatian,” kata Kepala Desa (Kades) Sungai Batang, Mahyus.

Mahyus yang mendampingi Erlina menunjukan lingkungan masyarakatnya yang terendam banjir sejak sepekan terakhir ini. Mahyus pun menyampaikan aspirasi masyarakatnya untuk menyelesaikan persoalan banjir tersebut.

Baca Juga :  Banjir Kembali Melanda Jakarta, Ini Lokasi Titik Genangan

“Ibu Bupati merespon pengajuan normalisasi di Desa Sungai Batang sepanjang kurang lebih satu kilometer ke arah laut. Beliau berjanji akan memprioritaskan normalisasi tersebut. Baik melalui dana daerah maupun pusat,” ungkap Mahyus.

Hanya saja, Mahyus menambahkan, Bupati minta agar lahan milik masyarakat yang terimbas kegiatan normalisasi nantinya dihibahkan dan diperkuat dengan adanya pernyataan agar mendapatkan legalitas hukum.

“Ibu Bupati minta lahan yang dihibahkan oleh masyarakat supaya diperkuat dengan pernyataan si pemilik lahan. Insya Allah, masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk normalisasi siap mendukung realisasi pembangunan tersebut,” tuturnya.

Lebih jauh, Mahyus mengatakan, apabila normalisasi parit tersebut terealisasi maka akan menjadi solusi banjir di Kecamatan Sungai Pinyuh. Sebab, tidak hanya mengatasi banjir di Desa Sungai Batang saja melainkan juga beberapa desa lainnya.

“Banjir di Kelurahan Sungai Pinyuh, Bakau Besar Laut dan lainnya agar teratasi dengan normalisasi ini,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH – Cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang pada Rabu (14/7) memicu bencana di darat maupun laut. Hingga sepekan berlalu, lima kecamatan di Kabupaten Mempawah masih dikepung banjir. Puluhan kk mengungsi, namun banyak pula yang memilih bertahan di dalam rumah.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto mengungkapkan lima kecamatan yang masih terendam banjir diantaranya Sungai Kunyit, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Segedong dan Sungai Pinyuh.

“Saat ini terparah di Kecamatan Segedong. Hampir seluruh desa di kecamatan itu terendam banjir. Bahkan, beberapa warga masih mengungsi,” ungkap Didik, Selasa (20/7) di Mempawah.

Kemudian, lanjut Didik, banjir juga merendam lima desa dan kelurahan di Kecamatan Sungai Pinyuh. Yakni, Kelurahan Sungai Pinyuh, Desa Bakau Besar Darat, Bakau Besar Laut, Sungai Batang dan Purun Kecil.

“Sedangkan di Kecamatan Sungai Kunyit, banjir terjadi di Desa Bukit Batu, Sungai Duri I dan Sungai Duri II,” papar Didik.

Baca Juga :  Debit Air Terus Naik, Polri Kembali Salurkan Bantuan

Selanjutnya, sambung Didik, sejak dua hari belakangan ini banjir mulai meluas di Kecamatan Mempawah Timur. Salah satunya di Desa Sejegi, banjir cukup tinggi merendam rumah-rumah warga.

“Di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir banjir baru berlangsung dua hari belakangan ini. Ketinggian banjir diperkirakan sekitar30-70 centimeter,” pungkas Didik.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina melakukan monitoring lokasi banjir di Kabupaten Mempawah, Senin (19/7) pagi. Salah satu lokasi banjir yang didatangi istri Wakil Gubernur Kalbar itu adalah Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh. Bupati menjanjikan normalisasi untuk mengatasi banjir di desa tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat senang mendapatkan kunjungan dari Ibu Bupati, Erlina. Dalam kondisi banjir seperti ini, masyarakat sangat membutuhkan perhatian,” kata Kepala Desa (Kades) Sungai Batang, Mahyus.

Mahyus yang mendampingi Erlina menunjukan lingkungan masyarakatnya yang terendam banjir sejak sepekan terakhir ini. Mahyus pun menyampaikan aspirasi masyarakatnya untuk menyelesaikan persoalan banjir tersebut.

Baca Juga :  Banjir di Sintang Telan Korban Jiwa

“Ibu Bupati merespon pengajuan normalisasi di Desa Sungai Batang sepanjang kurang lebih satu kilometer ke arah laut. Beliau berjanji akan memprioritaskan normalisasi tersebut. Baik melalui dana daerah maupun pusat,” ungkap Mahyus.

Hanya saja, Mahyus menambahkan, Bupati minta agar lahan milik masyarakat yang terimbas kegiatan normalisasi nantinya dihibahkan dan diperkuat dengan adanya pernyataan agar mendapatkan legalitas hukum.

“Ibu Bupati minta lahan yang dihibahkan oleh masyarakat supaya diperkuat dengan pernyataan si pemilik lahan. Insya Allah, masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk normalisasi siap mendukung realisasi pembangunan tersebut,” tuturnya.

Lebih jauh, Mahyus mengatakan, apabila normalisasi parit tersebut terealisasi maka akan menjadi solusi banjir di Kecamatan Sungai Pinyuh. Sebab, tidak hanya mengatasi banjir di Desa Sungai Batang saja melainkan juga beberapa desa lainnya.

“Banjir di Kelurahan Sungai Pinyuh, Bakau Besar Laut dan lainnya agar teratasi dengan normalisasi ini,” pungkasnya.(wah)

Most Read

10 Orang Masih Dirawat

Manfaatkan Dunia Digital dengan Bijak

Menakar Tingkat Residivisme

Siswi 12 Tahun Dicabuli Guru

Artikel Terbaru

/