alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Musda III MABM, Ria Mulyadi Terpilih Aklamasi

MUSYAWARAH Daerah (Musda) III Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Mempawah tahun 2020 di Gedung Chandramidi berjalan sukses, Selasa (21/1) pagi. Ketua DPRD, H Ria Mulyadi, S.Sos terpilih secara aklamasi memimpin organisasi masyarakat melayu di Kabupaten Mempawah itu. Musda MABM III Kabupaten Mempawah yang dibuka Bupati, Hj Erlina, SH, MH itu turut dihadiri Ketua DPP MABM Provinsi Kalimantan Barat, Prof DR H Chairil Effendi, Ketua DPD MABM Kabupaten Mempawah yang juga Wakil Gubernur Kalbar, Drs. H Ria Norsan, MM, MH, Forkopimda, Tokoh Masyarakat Melayu di Kabupaten Mempawah.

“Mudah-mudahan Musda MABM ini dapat melahirkan pemimpin terbaik yang dapat melaksanakan amanah organisasi dimasa mendatang. Serta, dapat bersinergi dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” harap Bupati Erlina dalam sambutannya. Erlina menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mempawah terhadap pengembangan adat budaya Melayu. Salah satu buktinya, telah dibangun Rumah Adat Melayu di depan Masjid Agung Al-Falah Mempawah.

“Kedepan, kita berharap MABM dapat memperkuat peran dan fungsinya. Yakni menjaga, mengembangkan dan menggali potensi kebudayaan Melayu di Kabupaten Mempawah. Sehingga dapat menjadi aset kebudayaan daerah dan atraksi pariwisata,” tuturnya.

Baca Juga :  Instruksikan Wajib Vaksin

Ketua DPP MABM Provinsi Kalimantan Barat, Prof DR H Chairil Effendi mengaku salut dan bangga dengan MABM Kabupaten Mempawah. Meskipun Ketua DPD, Ria Norsan yang juga Wagub Kalbar sibuk dengan urusan pemerintahan, namun organisasi tetap berjalan dengan baik. “Bukti organisasi itu berjalan dengan baik adalah pelaksanaan Musda sebagai bentuk pertanggungjawaban. Jika organisasi tak berjalan, maka pimpinannya tidak berganti. Makanya, kita patut berterima kasih kepada Wagub yang telah memberikan perhatian luar biasa dan menorehkan karya yang sangat indah untuk dikenang yakni pembangunan Rumah Melayu di Kota Mempawah,” pujinya.

Chairil berharap Musda III DPD MABM Mempawah melahirkan gagasan dan ide yang baik, riil dan bersinergi dengan program pemerintah daerah. Sebab, salah satu tugas MABM adalah mensukseskan program kerja pemerintah. “Silahkan pilih pemimpin yang mempunyai komitmen dan perhatian untuk menjalankan roda organisasi sesuai AD/ART sebagaimana petunjuk operasional MABM. Agar organisasi ini dapat maju dan berkemabng,” pesannya.

Baca Juga :  Jangan Terprovokasi

Sementara itu, Ketua DPD MABM Mempawah, H Ria Norsan berharap Musda III tersebut dapat menghasilkan keputusan terbaik. Agar, Melayu di Kabupaten Mempawah semakin berjaya dimasa mendatang. “Alhamdulillah, sekarang kita sudah memiliki Rumah Adat Melayu di Kota Mempawah. Dan sekarang pembangunannya sudah rampung,” ucap Ria Norsan.

Mantan Bupati Mempawah 2 periode ini mengungkapkan alasannya menempatkan posisi Rumah Adat Melayu di depan Masjid Agung Al-Falah Mempawah. Supaya, memudahkan masyarakat Melayu yang melaksanakan aktivitas di Rumah Adat Melayu untuk melaksanakan kegiatan ibadah. Terkait Musda, Ria Norsan berharap kepengurusan yang baru nanti bisa lebih baik dalam mengembangkan adat budaya Melayu di Kabupaten Mempawah. Apalagi, imbuh dia, sejak dulu Kabupaten Mempawah dikenal dengan kekayaan adat budaya masyarakat Melayu. “Bahkan, budaya Melayu di Kabupaten Mempawah sudah dikenal luas masyarakat Kalimantan Barat. Maka, potensi ini harus dikembangkan dengan maksimal,” tukasnya.(wah)

MUSYAWARAH Daerah (Musda) III Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Mempawah tahun 2020 di Gedung Chandramidi berjalan sukses, Selasa (21/1) pagi. Ketua DPRD, H Ria Mulyadi, S.Sos terpilih secara aklamasi memimpin organisasi masyarakat melayu di Kabupaten Mempawah itu. Musda MABM III Kabupaten Mempawah yang dibuka Bupati, Hj Erlina, SH, MH itu turut dihadiri Ketua DPP MABM Provinsi Kalimantan Barat, Prof DR H Chairil Effendi, Ketua DPD MABM Kabupaten Mempawah yang juga Wakil Gubernur Kalbar, Drs. H Ria Norsan, MM, MH, Forkopimda, Tokoh Masyarakat Melayu di Kabupaten Mempawah.

“Mudah-mudahan Musda MABM ini dapat melahirkan pemimpin terbaik yang dapat melaksanakan amanah organisasi dimasa mendatang. Serta, dapat bersinergi dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” harap Bupati Erlina dalam sambutannya. Erlina menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mempawah terhadap pengembangan adat budaya Melayu. Salah satu buktinya, telah dibangun Rumah Adat Melayu di depan Masjid Agung Al-Falah Mempawah.

“Kedepan, kita berharap MABM dapat memperkuat peran dan fungsinya. Yakni menjaga, mengembangkan dan menggali potensi kebudayaan Melayu di Kabupaten Mempawah. Sehingga dapat menjadi aset kebudayaan daerah dan atraksi pariwisata,” tuturnya.

Baca Juga :  Mediasi Perkelahian Remaja

Ketua DPP MABM Provinsi Kalimantan Barat, Prof DR H Chairil Effendi mengaku salut dan bangga dengan MABM Kabupaten Mempawah. Meskipun Ketua DPD, Ria Norsan yang juga Wagub Kalbar sibuk dengan urusan pemerintahan, namun organisasi tetap berjalan dengan baik. “Bukti organisasi itu berjalan dengan baik adalah pelaksanaan Musda sebagai bentuk pertanggungjawaban. Jika organisasi tak berjalan, maka pimpinannya tidak berganti. Makanya, kita patut berterima kasih kepada Wagub yang telah memberikan perhatian luar biasa dan menorehkan karya yang sangat indah untuk dikenang yakni pembangunan Rumah Melayu di Kota Mempawah,” pujinya.

Chairil berharap Musda III DPD MABM Mempawah melahirkan gagasan dan ide yang baik, riil dan bersinergi dengan program pemerintah daerah. Sebab, salah satu tugas MABM adalah mensukseskan program kerja pemerintah. “Silahkan pilih pemimpin yang mempunyai komitmen dan perhatian untuk menjalankan roda organisasi sesuai AD/ART sebagaimana petunjuk operasional MABM. Agar organisasi ini dapat maju dan berkemabng,” pesannya.

Baca Juga :  Keluhkan Harga Pakan Mahal

Sementara itu, Ketua DPD MABM Mempawah, H Ria Norsan berharap Musda III tersebut dapat menghasilkan keputusan terbaik. Agar, Melayu di Kabupaten Mempawah semakin berjaya dimasa mendatang. “Alhamdulillah, sekarang kita sudah memiliki Rumah Adat Melayu di Kota Mempawah. Dan sekarang pembangunannya sudah rampung,” ucap Ria Norsan.

Mantan Bupati Mempawah 2 periode ini mengungkapkan alasannya menempatkan posisi Rumah Adat Melayu di depan Masjid Agung Al-Falah Mempawah. Supaya, memudahkan masyarakat Melayu yang melaksanakan aktivitas di Rumah Adat Melayu untuk melaksanakan kegiatan ibadah. Terkait Musda, Ria Norsan berharap kepengurusan yang baru nanti bisa lebih baik dalam mengembangkan adat budaya Melayu di Kabupaten Mempawah. Apalagi, imbuh dia, sejak dulu Kabupaten Mempawah dikenal dengan kekayaan adat budaya masyarakat Melayu. “Bahkan, budaya Melayu di Kabupaten Mempawah sudah dikenal luas masyarakat Kalimantan Barat. Maka, potensi ini harus dikembangkan dengan maksimal,” tukasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/