alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Polair Sisir Lokasi Kecelakaan

MEMPAWAH – Satu kapal nelayan di Kecamatan Sungai Pinyuh mengalami kecelakaan laut. Kapal naas itu karam setelah diterjang ombak. Satu orang dikabarkan selamat, sedangkan satu nelayan lainnya masih dalam pencarian petugas Sat Polair Polres Mempawah dan Basarnas.  Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, S.Ik, MH melalui Kasat Polair Polres Mempawah, IPTU Andi Rahmat membenarkan insiden kecelakaan laut tersebut. Andi Rahmat mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi pada Minggu (21/2) sekitar pukul 04.30 WIB.

“Informasi kecelakaan laut nelayan Sungai Pinyuh ini, kami terima dari Ketua HNSI Sui Pinyuh, Bapak Saifullah,” terang Andi Rahmat. Menindaklanjuti informasi itu, lanjut Kasat, dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya mulai dari Polsek, Basarnas hingga TNI-AL. Disamping itu, pihaknya juga telah melakukan pengecekan ke rumah keluarga nelayan hilang yang beralamat di Sungai Pinyuh.

Baca Juga :  Sehari, Dua Nyawa Melayang Akibat di Jalan

“Satu kapal ini ditumpangi dua nelayan. Yakni, Abdul Karim Mahmud (65) dan Bahtiar (24). Keduanya merupakan warga Jalan Pancasila Dalam, Sungai Pinyuh,” ugkap Kasat. Kasat memaparkan, kecelakaan laut itu bermula ketika kedua nelayan itu berangkat ke laut sejak Selasa (16/2). Setelah beberapa hari melaut, korban diperkirakan akan pulang ke daratan pada Sabtu (20/2) malam. “Nelayan Sungai Pinyuh lainnya, Murzani mengaku sempat bertemu dengan kedua korban ini. Saat itu, saksi Murzani menduga kedua korban akan segera pulang kerumah,” ujarnya.

Kasat menduga, kecelakaan terjadi ketika kedua korban ini dalam perjalanan pulang ke daratan. Namun, dalam perjalannya terjadi cuaca ekstrim gelombang tinggi hingga menyebabkan kapal karam. “Pada Sabtu sekitar pukul 19.30 WIB, korban bernama Bahtiar menghubungi calon istrinya dan memberitahukan kalau kapal mereka tenggelam. Korban Bahtiar berhasil diselamatkan kapal kelong dari Jakarta, sedangkan rekannya Abdul Karim hilang dan belum diketahui keberadaannya,” papar Kasat.

Baca Juga :  Bengkel Hancur Ditabrak Mobil, Kerugian Capai Rp118 Juta

Kasat memastikan pihaknya bergerak cepat melakukan upaya pencarian di lokasi hilangnya nelayan Sungai Pinyuh tersebut. Pencarian dilakukan bersama-sama tim Polair Polres Mempawah dan Basarnas. “Tim sudah bergerak menuju ke titik koordinat hilangnya kapal nelayan. Mudah-mudahan dari pencarian ini segera ditemukan titik terang keberadaan korban hilang,” harapnya mengakhiri.(wah)

MEMPAWAH – Satu kapal nelayan di Kecamatan Sungai Pinyuh mengalami kecelakaan laut. Kapal naas itu karam setelah diterjang ombak. Satu orang dikabarkan selamat, sedangkan satu nelayan lainnya masih dalam pencarian petugas Sat Polair Polres Mempawah dan Basarnas.  Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, S.Ik, MH melalui Kasat Polair Polres Mempawah, IPTU Andi Rahmat membenarkan insiden kecelakaan laut tersebut. Andi Rahmat mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi pada Minggu (21/2) sekitar pukul 04.30 WIB.

“Informasi kecelakaan laut nelayan Sungai Pinyuh ini, kami terima dari Ketua HNSI Sui Pinyuh, Bapak Saifullah,” terang Andi Rahmat. Menindaklanjuti informasi itu, lanjut Kasat, dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya mulai dari Polsek, Basarnas hingga TNI-AL. Disamping itu, pihaknya juga telah melakukan pengecekan ke rumah keluarga nelayan hilang yang beralamat di Sungai Pinyuh.

Baca Juga :  Demonstrasi Ratusan Pekerja PT KKJ Berakhir Damai, Berikut Enam Poin Kesepakatannya

“Satu kapal ini ditumpangi dua nelayan. Yakni, Abdul Karim Mahmud (65) dan Bahtiar (24). Keduanya merupakan warga Jalan Pancasila Dalam, Sungai Pinyuh,” ugkap Kasat. Kasat memaparkan, kecelakaan laut itu bermula ketika kedua nelayan itu berangkat ke laut sejak Selasa (16/2). Setelah beberapa hari melaut, korban diperkirakan akan pulang ke daratan pada Sabtu (20/2) malam. “Nelayan Sungai Pinyuh lainnya, Murzani mengaku sempat bertemu dengan kedua korban ini. Saat itu, saksi Murzani menduga kedua korban akan segera pulang kerumah,” ujarnya.

Kasat menduga, kecelakaan terjadi ketika kedua korban ini dalam perjalanan pulang ke daratan. Namun, dalam perjalannya terjadi cuaca ekstrim gelombang tinggi hingga menyebabkan kapal karam. “Pada Sabtu sekitar pukul 19.30 WIB, korban bernama Bahtiar menghubungi calon istrinya dan memberitahukan kalau kapal mereka tenggelam. Korban Bahtiar berhasil diselamatkan kapal kelong dari Jakarta, sedangkan rekannya Abdul Karim hilang dan belum diketahui keberadaannya,” papar Kasat.

Baca Juga :  Bupati Sidak Stok Oksigen

Kasat memastikan pihaknya bergerak cepat melakukan upaya pencarian di lokasi hilangnya nelayan Sungai Pinyuh tersebut. Pencarian dilakukan bersama-sama tim Polair Polres Mempawah dan Basarnas. “Tim sudah bergerak menuju ke titik koordinat hilangnya kapal nelayan. Mudah-mudahan dari pencarian ini segera ditemukan titik terang keberadaan korban hilang,” harapnya mengakhiri.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/