alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Warga Aspirasikan Pemekaran Sungai Pinyuh

MEMPAWAH – Masyarakat Kelurahan Sungai Pinyuh, sepakat mengaspirasikan pemekaran wilayah. Yakni Kelurahan Sungai Pinyuh Raya. Aspirasi tersebut disepakati bersama dalam rapat koordinasi RT/RW se-Kelurahan Sungai Pinyuh tahun 2021, Jumat (19/2) siang di Kantor Lurah Sungai Pinyuh. Rakoor dipimpin oleh Lurah Sungai Pinyuh, Gusti Sumarno, dan dihadiri Sekretaris Kecamatan (Sekcam), tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh Ketua RT/RW di Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh.

“Alhamdulillah, seluruh elemen masyarakat di Kelurahan Sungai Pinyuh sepakat untuk merealisasikan pemekaran wilayah kelurahan ini. Bahkan, kita sudah memberikan nama yakni Kelurahan Sungai Pinyuh Raya,” ungkap Gusti Sumarno, Minggu (21/2) siang di kediamannya.  Menurut Gusti Sumarno, pemekaran wilayah Kelurahan Sungai Pinyuh Raya merupakan bagian dari aspirasi masyarakat. Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Pemerintah Kelurahan Sungai Pinyuh melaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri seluruh perangkat RT/RW.

“Ditinjau dari luas wilayah, kepadatan penduduk dan efektifitas pelayanan publik, maka pemekaran Kelurahan Sungai Pinyuh Raya merupakan langkah tepat dan strategis. Demi kemajuan pelayanan publik, maka kita mendorong agar aspirasi pemekaran ini dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur dan mekanisme yang ada,” harapnya.

Baca Juga :  Angka Stunting Kalbar Diatas Nasional

Melalui pemekaran wilayah tersebut, Gusti Sumarno optimis akan meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan publik. Selama ini, dia mengaku  kerap kewalahan memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kelurahan Sungai Pinyuh yang tergolong padat dan terus berkembang. “Kalau tidak dimekarkan, pelayanan yang kami berikan kurang maksimal. Kita kekurangan fasilitas, personil dan lainnya. Sekaligus, pemekaran ini untuk pemerataan dan percepatan pembangunan di masyarakat,” pendapatnya.

Lebih jauh, Gusti Sumarno mengungkapkan, salah satu alasan pemekaran wilayah kelurahan yakni kepadatan penduduk dan luas wilayah. Kelurahan Sungai Pinyuh memiliki 58 RT dan 6 RW.  Kedua daerah kelurahan ini nantikan akan dipisahkan dengan batas alam berupa aliran sungai.

“Setelah pemekaran nanti, maka Kelurahan Sungai Pinyuh terdiri dari 23 RT dan 4 RW dengan jumlah penduduk diperkirakan lebih dari 12.000 jiwa. Sedangkan Kelurahan Sungai Pinyuh Raya terdiri dari 25 RT dan 2 RW dengan jumlah penduduk sekitar 9.000 jiwa,” sebut dia. Karena itu, dia menyebut masyarakat sangat antusias mendukung realisasi pemekaran Kelurahan Sungai Pinyuh Raya. Sebab, masyarakat sangat menginginkan pelayanan publik yang lebih optimal dimasa mendatang.

Baca Juga :  Kecelakaan Kapal di Muara Jongkat,  Satu Nelayan Terapung di Tengah Laut

“Masyarakat sudah membentuk tim 11. Tujuan pembentukan tim ini, untuk mengawal proses pemekaran wilayah Kelurahan Sungai Pinyuh Raya. Tim 11 itu sendiri terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, RT/RW dan lainnya,” ujarnya. Bahkan, masih menurut dia, salah seorang warga telah menyatakan kesediaannya untuk menghibahkan tanah miliknya untuk dijadikan lokasi pembangunan Kantor Lurah  Sungai Pinyuh Raya.

“Tokoh Masyarakat bernama Pak Wagiman bersedia menghibahkan tanah seluas 35 x 19 meter untuk dibangun Kantor Lurah Sungai Pinyuh Raya. Lokasinya di Gang Tani. Tapi ini masih wacana dan masih akan dikaji kembali untuk lokasi tersebut,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH – Masyarakat Kelurahan Sungai Pinyuh, sepakat mengaspirasikan pemekaran wilayah. Yakni Kelurahan Sungai Pinyuh Raya. Aspirasi tersebut disepakati bersama dalam rapat koordinasi RT/RW se-Kelurahan Sungai Pinyuh tahun 2021, Jumat (19/2) siang di Kantor Lurah Sungai Pinyuh. Rakoor dipimpin oleh Lurah Sungai Pinyuh, Gusti Sumarno, dan dihadiri Sekretaris Kecamatan (Sekcam), tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh Ketua RT/RW di Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh.

“Alhamdulillah, seluruh elemen masyarakat di Kelurahan Sungai Pinyuh sepakat untuk merealisasikan pemekaran wilayah kelurahan ini. Bahkan, kita sudah memberikan nama yakni Kelurahan Sungai Pinyuh Raya,” ungkap Gusti Sumarno, Minggu (21/2) siang di kediamannya.  Menurut Gusti Sumarno, pemekaran wilayah Kelurahan Sungai Pinyuh Raya merupakan bagian dari aspirasi masyarakat. Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Pemerintah Kelurahan Sungai Pinyuh melaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri seluruh perangkat RT/RW.

“Ditinjau dari luas wilayah, kepadatan penduduk dan efektifitas pelayanan publik, maka pemekaran Kelurahan Sungai Pinyuh Raya merupakan langkah tepat dan strategis. Demi kemajuan pelayanan publik, maka kita mendorong agar aspirasi pemekaran ini dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur dan mekanisme yang ada,” harapnya.

Baca Juga :  Efektif dan Tepat Sasaran, Mempawah Nol Kasus Positif 

Melalui pemekaran wilayah tersebut, Gusti Sumarno optimis akan meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan publik. Selama ini, dia mengaku  kerap kewalahan memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kelurahan Sungai Pinyuh yang tergolong padat dan terus berkembang. “Kalau tidak dimekarkan, pelayanan yang kami berikan kurang maksimal. Kita kekurangan fasilitas, personil dan lainnya. Sekaligus, pemekaran ini untuk pemerataan dan percepatan pembangunan di masyarakat,” pendapatnya.

Lebih jauh, Gusti Sumarno mengungkapkan, salah satu alasan pemekaran wilayah kelurahan yakni kepadatan penduduk dan luas wilayah. Kelurahan Sungai Pinyuh memiliki 58 RT dan 6 RW.  Kedua daerah kelurahan ini nantikan akan dipisahkan dengan batas alam berupa aliran sungai.

“Setelah pemekaran nanti, maka Kelurahan Sungai Pinyuh terdiri dari 23 RT dan 4 RW dengan jumlah penduduk diperkirakan lebih dari 12.000 jiwa. Sedangkan Kelurahan Sungai Pinyuh Raya terdiri dari 25 RT dan 2 RW dengan jumlah penduduk sekitar 9.000 jiwa,” sebut dia. Karena itu, dia menyebut masyarakat sangat antusias mendukung realisasi pemekaran Kelurahan Sungai Pinyuh Raya. Sebab, masyarakat sangat menginginkan pelayanan publik yang lebih optimal dimasa mendatang.

Baca Juga :  Disdikporapar Tetapkan 38 Event

“Masyarakat sudah membentuk tim 11. Tujuan pembentukan tim ini, untuk mengawal proses pemekaran wilayah Kelurahan Sungai Pinyuh Raya. Tim 11 itu sendiri terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, RT/RW dan lainnya,” ujarnya. Bahkan, masih menurut dia, salah seorang warga telah menyatakan kesediaannya untuk menghibahkan tanah miliknya untuk dijadikan lokasi pembangunan Kantor Lurah  Sungai Pinyuh Raya.

“Tokoh Masyarakat bernama Pak Wagiman bersedia menghibahkan tanah seluas 35 x 19 meter untuk dibangun Kantor Lurah Sungai Pinyuh Raya. Lokasinya di Gang Tani. Tapi ini masih wacana dan masih akan dikaji kembali untuk lokasi tersebut,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/