alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Daging Ayam di Mempawah Tembus Rp 53 Ribu

MEMPAWAH – Harga daging ayam di sejumlah pasar di Kabupaten Mempawah melambung tinggi. Di Pasar Sungai Pinyuh milsanya, harga daging ayam potong mencapai Rp 53 ribu per kilogram. Kenaikan dipicu kelangkaan stok dagung ayam di wilayah Kabupaten Mempawah dan sekitarnya. Penjual daging ayam di Pasar Sungai Pinyuh, Yudi mengutarakan, kenaikan harga jual daging ayam sudah berlangsung sejak Idul Fitri 1441 H lalu. Kenaikan harga jual daging ayam tidak spontanitas. Melainkan secara perlahan dan konsisten.

“Kenaikannya bertahap mulai dari Rp 40 ribu, Rp 45 ribu, Rp 48 ribu hingga mencapai harga tertinggi Rp 53 ribu per kilogram. Dan sudah sepekan ini harganya stabil di Rp 53 ribu per kilogram,” terang Yudi, Minggu (21/6) pagi. Yudi memprediksikan, melambungnya harga jual daging ayam potong di Pasar Sungai Pinyuh dipicu kelangkaan stok ayam di kalangan peternak. Sebab, banyak peternak yang enggan memproduksi ayam dalam jumlah besar. Situasi pandemi Covid-19 membuat peternak khawatir akan mengalami kerugian.

Baca Juga :  Hari Ini, Pilkades Wajok Hulu Dihelat

“Sejak mencuatnya masalah virus Corona, peternak tidak berani memasukan bibit ayam dalam jumlah banyak. Karena, mereka takut mengalami kerugian akibat harga jual ayam anjlok. Dan jika kondisi ini masih bertahan lama, kemungkinan harga ayam akan terus naik dalam beberapa waktu ke depan. Sebab, akan semakin sulit mendapatkan stok daging ayam untuk di jual ke pasar,” pendapatnya.

Saat ini, Yudi mengungkapkan, stok ayam di Kabupaten Mempawah sangat minim. Bahkan, para pedagang harus mendatangkan daging ayam dari luar daerah. Akibatnya biaya distribusi daging ayam ke wilayah Kabupaten Mempawah lebih mahal. Itulah yang memicu harga jual di pasar mengalami kenaikan. “Kita mendapatkan daging ayam dari Kota Singkawang. Sehingga kami harus mengeluarkan modal yang lebih besar. Jika sudah seperti itu, otomatis harga jual di pasar pun akan meningkat dari normal,” timpalnya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Dua DPO di Jongkat

Terhadap kenaikan harga jual daging ayam, Yudi mengatakan tak sedikit pelangganya yang komplain. Bahkan, banyak yang mengeluh dan mengurangi jumlah daging yang dibeli. Biasanya beli 2 kilogram, sekarang hanya mampu membeli 1 kilogram per hari. “Terlebih bagi pedagang yang menggunakan bahan baku daging ayam untuk olahan dagangannya seperti penjual bakso, pentol dan lainnya. Termasuk ibu rumah tangga pun banyak yang mengeluh dengan harga ini. Namun, mau bagaimana lagi kondisinya memang seperti ini,” tutup Yudi. (wah)

MEMPAWAH – Harga daging ayam di sejumlah pasar di Kabupaten Mempawah melambung tinggi. Di Pasar Sungai Pinyuh milsanya, harga daging ayam potong mencapai Rp 53 ribu per kilogram. Kenaikan dipicu kelangkaan stok dagung ayam di wilayah Kabupaten Mempawah dan sekitarnya. Penjual daging ayam di Pasar Sungai Pinyuh, Yudi mengutarakan, kenaikan harga jual daging ayam sudah berlangsung sejak Idul Fitri 1441 H lalu. Kenaikan harga jual daging ayam tidak spontanitas. Melainkan secara perlahan dan konsisten.

“Kenaikannya bertahap mulai dari Rp 40 ribu, Rp 45 ribu, Rp 48 ribu hingga mencapai harga tertinggi Rp 53 ribu per kilogram. Dan sudah sepekan ini harganya stabil di Rp 53 ribu per kilogram,” terang Yudi, Minggu (21/6) pagi. Yudi memprediksikan, melambungnya harga jual daging ayam potong di Pasar Sungai Pinyuh dipicu kelangkaan stok ayam di kalangan peternak. Sebab, banyak peternak yang enggan memproduksi ayam dalam jumlah besar. Situasi pandemi Covid-19 membuat peternak khawatir akan mengalami kerugian.

Baca Juga :  Peringatan Harkesnas ke-55, Pemkab Mempawah Canangkan Germas

“Sejak mencuatnya masalah virus Corona, peternak tidak berani memasukan bibit ayam dalam jumlah banyak. Karena, mereka takut mengalami kerugian akibat harga jual ayam anjlok. Dan jika kondisi ini masih bertahan lama, kemungkinan harga ayam akan terus naik dalam beberapa waktu ke depan. Sebab, akan semakin sulit mendapatkan stok daging ayam untuk di jual ke pasar,” pendapatnya.

Saat ini, Yudi mengungkapkan, stok ayam di Kabupaten Mempawah sangat minim. Bahkan, para pedagang harus mendatangkan daging ayam dari luar daerah. Akibatnya biaya distribusi daging ayam ke wilayah Kabupaten Mempawah lebih mahal. Itulah yang memicu harga jual di pasar mengalami kenaikan. “Kita mendapatkan daging ayam dari Kota Singkawang. Sehingga kami harus mengeluarkan modal yang lebih besar. Jika sudah seperti itu, otomatis harga jual di pasar pun akan meningkat dari normal,” timpalnya.

Baca Juga :  BPH Migas Kunjungi Pelabuhan Kijing

Terhadap kenaikan harga jual daging ayam, Yudi mengatakan tak sedikit pelangganya yang komplain. Bahkan, banyak yang mengeluh dan mengurangi jumlah daging yang dibeli. Biasanya beli 2 kilogram, sekarang hanya mampu membeli 1 kilogram per hari. “Terlebih bagi pedagang yang menggunakan bahan baku daging ayam untuk olahan dagangannya seperti penjual bakso, pentol dan lainnya. Termasuk ibu rumah tangga pun banyak yang mengeluh dengan harga ini. Namun, mau bagaimana lagi kondisinya memang seperti ini,” tutup Yudi. (wah)

Most Read

Wabup Hadiri Kongres IKAPTK di Pontianak

Berebut Tabung Subsidi

Puasa dan Kepedulian Sosial

Artikel Terbaru

/