alexametrics
29 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Sekitar 1.290 Ha Sawah di Mempawah Terendam Banjir

MEMPAWAH – Banjir yang mengepung Kabupaten Mempawah menimbulkan dampak negatif terhadap sektor pertanian. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) mencatat seluas 1.290,52 ha lahan terendam banjir. Sementara itu perkiraan 5,8 ha pertanian mengalami  puso.

“Data sementara yang kita himpun hingga tanggal 19 Juli 2021, seluas 1.290,52 ha lahan pertanian terendam banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Mempawah. Ini masih data sementara dan kemungkinan masih bisa bertambah,” terang Kasi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, DPKPP Kabupaten Mempawah, Ade Kusuma Akbar, Rabu (21/7) siang.

Ade mengungkapkan, 1.290,52 ha lahan tersebut tersebar hampir diseluruh kecamatan di Kabupaten Mempawah. Yakni di Kecamatan Toho, Sungai Pinyuh, Sadaniang, Anjongan, Jongkat, Segedong dan sejumlah kecamatan lain dengan luasan lahan terendam terbilang kecil.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Diterjang Angin

“Toho 347,19 ha, Sungai  Pinyuh 225,8 ha, Sadaniang 221 ha, Anjongan 199 ha, Jongkat 190 ha dan Segedong 91 ha. Serta ada beberapa lahan di kecamatan lain dengan luas yang relatif kecil,” paparnya.

Ade mengatakan, lahan seluas 1.290,52 ha yang terendam itu merupakan sawah yang telah ditanami padi. Namun, secara keseluruhan masih lebih banyak lahan sawah yang terendam banjir namun belum ditanami.

“Misalnya di Segedong yang merupakan kawasan paling parah terendam banjir. Namun, disana (Segedong) banyak lahan-lahan sawah yang belum ditanami padi. Sehingga tidak masuk dalam hitungan,” ujarnya.

Dari total lahan yang terendam, Ade mengungkapkan sedikitnya 5,8 ha tanaman pagi mengalami puso. Namun, dia belum dapat memastikan mengingat sampai saat ini banjir masih berlangsung di sejumlah kecamatan.

Baca Juga :  Operasi Yustisi Sasar Pengunjung Warkop-Cafe

“Data puso ini masih bisa berkembang mengingat banjir masih berlangsung. Kita baru bisa menghitung kerugian secara pasti ketika banjir sudah berakhir nanti. Untuk sementara ini kita belum bisa memastikan berapa nilainya karena masih dalam perhitungan hingga banjir selesai,” tegasnya.

Terkait monitoring dan pendataan, Ade memastikan pihaknya tidak bekerja sendirian. Melainkan turut melibatkan penyuluh pertanian di setiap desa dan petugas POPT di masing-masing kecamatan.

“Petugas inilah yang melakukan pendataan terhadap luasan lahan pertanian yang terdampak banjir hingga kerusakan yang dialami petani di Kabupaten Mempawah,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH – Banjir yang mengepung Kabupaten Mempawah menimbulkan dampak negatif terhadap sektor pertanian. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) mencatat seluas 1.290,52 ha lahan terendam banjir. Sementara itu perkiraan 5,8 ha pertanian mengalami  puso.

“Data sementara yang kita himpun hingga tanggal 19 Juli 2021, seluas 1.290,52 ha lahan pertanian terendam banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Mempawah. Ini masih data sementara dan kemungkinan masih bisa bertambah,” terang Kasi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, DPKPP Kabupaten Mempawah, Ade Kusuma Akbar, Rabu (21/7) siang.

Ade mengungkapkan, 1.290,52 ha lahan tersebut tersebar hampir diseluruh kecamatan di Kabupaten Mempawah. Yakni di Kecamatan Toho, Sungai Pinyuh, Sadaniang, Anjongan, Jongkat, Segedong dan sejumlah kecamatan lain dengan luasan lahan terendam terbilang kecil.

Baca Juga :  BST Tahap 12 dan 13 di Sui Pinyuh Disalurkan

“Toho 347,19 ha, Sungai  Pinyuh 225,8 ha, Sadaniang 221 ha, Anjongan 199 ha, Jongkat 190 ha dan Segedong 91 ha. Serta ada beberapa lahan di kecamatan lain dengan luas yang relatif kecil,” paparnya.

Ade mengatakan, lahan seluas 1.290,52 ha yang terendam itu merupakan sawah yang telah ditanami padi. Namun, secara keseluruhan masih lebih banyak lahan sawah yang terendam banjir namun belum ditanami.

“Misalnya di Segedong yang merupakan kawasan paling parah terendam banjir. Namun, disana (Segedong) banyak lahan-lahan sawah yang belum ditanami padi. Sehingga tidak masuk dalam hitungan,” ujarnya.

Dari total lahan yang terendam, Ade mengungkapkan sedikitnya 5,8 ha tanaman pagi mengalami puso. Namun, dia belum dapat memastikan mengingat sampai saat ini banjir masih berlangsung di sejumlah kecamatan.

Baca Juga :  Target Indeks Infrastruktur 70,47 Persen

“Data puso ini masih bisa berkembang mengingat banjir masih berlangsung. Kita baru bisa menghitung kerugian secara pasti ketika banjir sudah berakhir nanti. Untuk sementara ini kita belum bisa memastikan berapa nilainya karena masih dalam perhitungan hingga banjir selesai,” tegasnya.

Terkait monitoring dan pendataan, Ade memastikan pihaknya tidak bekerja sendirian. Melainkan turut melibatkan penyuluh pertanian di setiap desa dan petugas POPT di masing-masing kecamatan.

“Petugas inilah yang melakukan pendataan terhadap luasan lahan pertanian yang terdampak banjir hingga kerusakan yang dialami petani di Kabupaten Mempawah,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Kesenian Lokal Harus Mampu Bersaing

Salurkan Bantuan Sosial

Ramadan tanpa Ibadah Berjemaah

Optimis Proyek Jembatan dan Jalan Tuntas

Artikel Terbaru

/