alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

KPAID Mempawah Dampingi Korban Perkosaan Ayah Tiri

MEMPAWAH — Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Mempawah memastikan akan melakukan pendampingan terhadap korban perkosaan yang dilakukan ayah tiri di Sungai Pinyuh. Pendampingan tersebut akan dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme hukum yang ada.

“Pastinya kami akan melakukan pendampingan terhadap korban perkosaan. Baik itu pendampingan dalam proses hukum maupun pemulihan kejiwaan korban akibat kejadian yang dialaminya,” kata Ketua KPAID Kabupaten Mempawah, Kusmayadi, Rabu (21/9) pagi di Mempawah.

Kusmayadi menyebut secepatnya mungkin pihaknya akan menyambangi kediaman korban untuk melihat langsung kondisi korban pasca kejadian perkosaan yang dialaminya. Setelah itu, barulah KPAID akan menentukan langkah yang akan dilakukan.

“Rencananya hari ini (kemarin), kami akan berkunjung ke rumah korban. Kita akan lihat langsung kondisi korban,” ujarnya.

Baca Juga :  Persiapkan SDM Lokal Majukan Sektor Industri

Kusmayadi mengutuk dan menyesalkan tindakan perkosaan yang dilakukan pelaku terhadap korban yang merupakan anak dibawah umur. Terlebih, korban sendiri merupakan anak dari pelaku.

“Kami sangat menyayangkan dan menyesalkan kejadian perkosaan ini. Korban ini masih anak-anak yang harusnya mendapatkan perlindungan bukannya justru menjadi korban dari tindakan kriminal yang  dilakukan orang terdekat di lingkungannya,” sesal dia.

Kusmayadi berharap korban tidak mengalami trauma yang begitu kuat akibat kejadian tersebut. Mengingat, korban masih berstatus pelajar dan perjalanan hidupnya masih sangat panjang.

“Mudah-mudahan kondisi kejiwaan korban tidak terlalu buruk pasca kejadian ini. Korban masih memiliki masa depan yang cerah. Bagaimana pun korban harus tetap melanjutkan hidup dan meraih cita-citanya dimasa mendatang,” pungkasnya.(wah)

MEMPAWAH — Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Mempawah memastikan akan melakukan pendampingan terhadap korban perkosaan yang dilakukan ayah tiri di Sungai Pinyuh. Pendampingan tersebut akan dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme hukum yang ada.

“Pastinya kami akan melakukan pendampingan terhadap korban perkosaan. Baik itu pendampingan dalam proses hukum maupun pemulihan kejiwaan korban akibat kejadian yang dialaminya,” kata Ketua KPAID Kabupaten Mempawah, Kusmayadi, Rabu (21/9) pagi di Mempawah.

Kusmayadi menyebut secepatnya mungkin pihaknya akan menyambangi kediaman korban untuk melihat langsung kondisi korban pasca kejadian perkosaan yang dialaminya. Setelah itu, barulah KPAID akan menentukan langkah yang akan dilakukan.

“Rencananya hari ini (kemarin), kami akan berkunjung ke rumah korban. Kita akan lihat langsung kondisi korban,” ujarnya.

Baca Juga :  Ustaz Nurkhalifatul Amin-Agus Minarni Penumpang Sriwijaya Air SJ182

Kusmayadi mengutuk dan menyesalkan tindakan perkosaan yang dilakukan pelaku terhadap korban yang merupakan anak dibawah umur. Terlebih, korban sendiri merupakan anak dari pelaku.

“Kami sangat menyayangkan dan menyesalkan kejadian perkosaan ini. Korban ini masih anak-anak yang harusnya mendapatkan perlindungan bukannya justru menjadi korban dari tindakan kriminal yang  dilakukan orang terdekat di lingkungannya,” sesal dia.

Kusmayadi berharap korban tidak mengalami trauma yang begitu kuat akibat kejadian tersebut. Mengingat, korban masih berstatus pelajar dan perjalanan hidupnya masih sangat panjang.

“Mudah-mudahan kondisi kejiwaan korban tidak terlalu buruk pasca kejadian ini. Korban masih memiliki masa depan yang cerah. Bagaimana pun korban harus tetap melanjutkan hidup dan meraih cita-citanya dimasa mendatang,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/