alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Sehari, Dua Laka di Sui Pinyuh

MEMPAWAH – Kecelakaan (laka) tunggal terjadi di Jalan Raya Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, KM 47 Pontianak – Sungai Pinyuh, Jumat (21/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Minibus bermuatan enam penumpang mengalami selip hingga nyebur ke sawah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kepala Pos Lalu Lintas Sungai Pinyuh, Iptu Sanudin mengungkapkan, kecelakaan tunggal dialami Minibus Toyota Calya dengan nomor polisi KB 1270 BG berwarna hitam. Mobil tersebut, menurut dia, mengangkut enam penumpang terdiri dari empat orang dewasa dan dua anak-anak itu dikemudikan oleh Dewo (16), seorang pelajar warga Jalan Daeng Menambon RT 07/RW 03, Kecamatan Mempawah Hilir.

Lanjut Sanudin, kecelakaan bermula ketika mobil meluncur dari arah Mempawah menuju Pontianak. Setibanya di TKP Jalan Raya Nusapati, KM 47 Pontianak – Sungai Pinyuh, dari laporan yang mereka terima bahwa ban mobil mengalami selip hingga menyebabkan supir kehilangan kontrol dan kendali atas kendaraannya.

“Mobil keluar dari jalur dan mengarah ke kiri jalan raya. Akhirnya, mobil tersebut terjun ke sawah yang berada di pinggir Jalan Raya Nusapati,” terang Sanudin.

Beruntung, sambung dia, insiden tersebut tidak berakibat fatal. Sopir beserta penumpang yang berada di dalam mobil dipastikan dia selamat. Para penumpangnya, menurut dia, hanya mengalami luka ringan dan lecet pada kaki dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Baca Juga :  Inspektorat Ungkap Penyebab Ambruknya Kantor Desa, Kerugian Negara Capai Rp 759 Juta

“Baik penumpang orang dewasa maupun anak-anak selamat. Korban hanya mengalami luka lecet,” kata Sanudin.

Salah seorang penumpang, Dandi mengaku awalnya kendaraan berjalan mulus dan lancar. Menurut dia, tidak ada tanda-tanda kerusakan ataupun halangan saat berlalu lintas. Namun, setibanya di TKP, diceritakan dia bagaimana tiba-tiba saja ban mobil selip.

“Setelah ban selip, mobil berbelok ke kiri dan terjun ke sawah yang berada di pinggir jalan raya,” tuturnya.

Pada hari yang sama, Kepala Pos Lalu Lintas Sungai Pinyuh, Iptu Sanudin menambahkan, kecelakaan lalu lintas juga terjadi di Jalan Raya Purun Kecil, KM 39.00 Sungai Pinyuh – Pontianak sekitar pukul 18.15 WIB. Sepeda motor dengan pengendara berboncengan tiga, diceritakan dia, menabrak sebuah truk. Dalam insiden itu, satu korban pemotor, menurut dia, mengalami luka berat.

“Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario KB 4996 BW dan truk yang tidak diketahui identitasnya. Korban pemotor berstatus pelajar warga Desa Purun Besar, Kecamatan Sungai Pinyuh. Yakni, Adit Aristiadi (16), Dodi (13) dan Andika (17). Pada saat kejadian, korban bonceng tiga,” paparnya.

Sanudin mengatakan, kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang dikendarai Adit yang membonceng kedua rekannya itu datang dari arah Pontianak menuju Sungai Pinyuh. Sesampainya di Jalan Raya Purun Kecil KM 39.00, sebuah truk yang berada di depan kendaraan korban, menurut dia, tiba-tiba berbelok dari kiri ke kanan jalan raya.

Baca Juga :  Dua Puluh Tahun Menderita, Kini Hanya Bisa Terbaring

“Truk yang belum diketahui identitasnya ini seketika menyeberang dari sisi kiri ke kanan jalan raya. Sehingga, korban yang berada di belakang truk tersebut terkejut. Karena jarak kedua kendaraan terlalu dekat sehingga kecelakaan tak dapat dihindari,” tuturnya.

Akibat kecelakaan itu, korban pemotor bonceng tiga, menurut dia, mengalami cedera. Diungkapkan dia bahwa satu orang mengalami luka berat robek di kepala, sedangkan dua korban lainnya hanya luka ringan. Para korban langsung mereka evakuasi ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Sayangnya setelah terjadi kecelakaan itu, mobil truk melarikan diri. Sementara ketiga korban luka sudah ditangani Puskesmas Sungai Pinyuh,” pungkasnya.

Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) pasal 292 menyatakan, setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa kereta samping yang mengangkut penumpang lebih dari satu orang sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (9) dapat dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu. (wah)

MEMPAWAH – Kecelakaan (laka) tunggal terjadi di Jalan Raya Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, KM 47 Pontianak – Sungai Pinyuh, Jumat (21/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Minibus bermuatan enam penumpang mengalami selip hingga nyebur ke sawah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kepala Pos Lalu Lintas Sungai Pinyuh, Iptu Sanudin mengungkapkan, kecelakaan tunggal dialami Minibus Toyota Calya dengan nomor polisi KB 1270 BG berwarna hitam. Mobil tersebut, menurut dia, mengangkut enam penumpang terdiri dari empat orang dewasa dan dua anak-anak itu dikemudikan oleh Dewo (16), seorang pelajar warga Jalan Daeng Menambon RT 07/RW 03, Kecamatan Mempawah Hilir.

Lanjut Sanudin, kecelakaan bermula ketika mobil meluncur dari arah Mempawah menuju Pontianak. Setibanya di TKP Jalan Raya Nusapati, KM 47 Pontianak – Sungai Pinyuh, dari laporan yang mereka terima bahwa ban mobil mengalami selip hingga menyebabkan supir kehilangan kontrol dan kendali atas kendaraannya.

“Mobil keluar dari jalur dan mengarah ke kiri jalan raya. Akhirnya, mobil tersebut terjun ke sawah yang berada di pinggir Jalan Raya Nusapati,” terang Sanudin.

Beruntung, sambung dia, insiden tersebut tidak berakibat fatal. Sopir beserta penumpang yang berada di dalam mobil dipastikan dia selamat. Para penumpangnya, menurut dia, hanya mengalami luka ringan dan lecet pada kaki dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Baca Juga :  Hendak Buang Air Kecil, Seorang Nelayan di Sungai Pinyuh Diterkam Buaya

“Baik penumpang orang dewasa maupun anak-anak selamat. Korban hanya mengalami luka lecet,” kata Sanudin.

Salah seorang penumpang, Dandi mengaku awalnya kendaraan berjalan mulus dan lancar. Menurut dia, tidak ada tanda-tanda kerusakan ataupun halangan saat berlalu lintas. Namun, setibanya di TKP, diceritakan dia bagaimana tiba-tiba saja ban mobil selip.

“Setelah ban selip, mobil berbelok ke kiri dan terjun ke sawah yang berada di pinggir jalan raya,” tuturnya.

Pada hari yang sama, Kepala Pos Lalu Lintas Sungai Pinyuh, Iptu Sanudin menambahkan, kecelakaan lalu lintas juga terjadi di Jalan Raya Purun Kecil, KM 39.00 Sungai Pinyuh – Pontianak sekitar pukul 18.15 WIB. Sepeda motor dengan pengendara berboncengan tiga, diceritakan dia, menabrak sebuah truk. Dalam insiden itu, satu korban pemotor, menurut dia, mengalami luka berat.

“Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario KB 4996 BW dan truk yang tidak diketahui identitasnya. Korban pemotor berstatus pelajar warga Desa Purun Besar, Kecamatan Sungai Pinyuh. Yakni, Adit Aristiadi (16), Dodi (13) dan Andika (17). Pada saat kejadian, korban bonceng tiga,” paparnya.

Sanudin mengatakan, kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang dikendarai Adit yang membonceng kedua rekannya itu datang dari arah Pontianak menuju Sungai Pinyuh. Sesampainya di Jalan Raya Purun Kecil KM 39.00, sebuah truk yang berada di depan kendaraan korban, menurut dia, tiba-tiba berbelok dari kiri ke kanan jalan raya.

Baca Juga :  Kesaksian Mereka dari Detik-Detik Kecelakaan Massal Terjadi

“Truk yang belum diketahui identitasnya ini seketika menyeberang dari sisi kiri ke kanan jalan raya. Sehingga, korban yang berada di belakang truk tersebut terkejut. Karena jarak kedua kendaraan terlalu dekat sehingga kecelakaan tak dapat dihindari,” tuturnya.

Akibat kecelakaan itu, korban pemotor bonceng tiga, menurut dia, mengalami cedera. Diungkapkan dia bahwa satu orang mengalami luka berat robek di kepala, sedangkan dua korban lainnya hanya luka ringan. Para korban langsung mereka evakuasi ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Sayangnya setelah terjadi kecelakaan itu, mobil truk melarikan diri. Sementara ketiga korban luka sudah ditangani Puskesmas Sungai Pinyuh,” pungkasnya.

Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) pasal 292 menyatakan, setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa kereta samping yang mengangkut penumpang lebih dari satu orang sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (9) dapat dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/